Array

Rektor IPB Menolak Stigma Kampus IPB Terpapar Paham Radikal

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Orang yang rajin mengaji, beribadah, dan rajin ke masjid bukan orang yang radikal.

Bogor (wahidnews.com) – Merespon pemberitaan terkait aliran sesat di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Rektor IPB Dr Arif Satria memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Arif menyatakan bahwa hal tersebut keliru dan ia pun menegaskan bahwa tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. “Saya tidak pernah mengatakan ada aliran sesat di IPB.”, jelas Arif kepada media, di Bogor, Selasa (5/6/2018).

Arif menjelaskan bahwa ia pernahdiwawancarai oleh sebuah media pada hari Minggu (3/6/2018). Menurutnya terjadi kesalahan pengutipan, dan kesalahan penulisan dalam berita yang menyebutkan dirinya menyatakan bahwa ada aliran sesat pada tahun 2000-an. “Dalam berita tersebut, saya ditulis menyatakan bahwa ada aliran sesat pada tahun 2000-an. Padahal saya tidak pernah menyatakan ada aliran sesat.”, jelas mantan Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB tersebut.

Ia menambahkan bahwa memang ada beberapa aliran yang dianggap oleh pihak luar sebagai aliran yang dianggap menjurus pada radikalisme, tetapi itu ada di masa lalu. Tapi kini, lanjutnya, IPB sudah sangat kondusif, terus meningkatkan komunikasi dengan para mahasiswa, meningkatkan komunikasi dengan para dosen, dan pada aktivis mahasiswa. “Karena saya kira aktivitas mahasiswa dan tenaga pendidikan, dosen itu punya komitmen yang sama untuk menjaga NKRI dan menjaga stabilitas kampus.”, ujar Arif.

Arif mengaku tidak rela jika dibangun stigma bahwa paham radikal hidup di lingkungan kampus IPB. Saat ini banyak santri-santri di kampus, mahasiswanya memiliki religius yang tinggi. Kondisi ini lanjutnya, perlu disyukuri sebagaimana amanah para orang tua untuk IPB mendidik anak-anaknya menjadi orang yang pintar, berakhlak mulia dan taat beragaman. “Jadi ini bagus, mahasiswa IPB jadi religius dan nasionalis yang menjadi kekuatan IPB. Karena akhlak dan moral bangsa, akan ditentukan dari moral dan akhlak generasi mudanya.”, katanya.

Arif pun menyatakan dengan tegas menolak adanya stigmatisasi jika orang yang mengaji, beribadah, rajin ke masjid dianggap radikal. Hal tersebut membahayakan, membuat gaduh dan menciptakan sesuatu yang tidak kondusif. “Karena akhlak itu bersumber dari agama.”, tegasnya.

Ia menerangkan bahwa IPB semaksimal mungkin berupaya membuat situasi kondusif, sebagaimana tugas IPB adalah untuk menciptakan SDM yang bagus, menghasilkan inovasi. Dan SDM yang bagus tersebut bisa memberikan kontribusi pada pembangunan. “Jangan sampai upaya-upaya yang mulia ini diganggu dengan stigma-stigma yang tidak perlu diteruskan lagi,” tegas Arif. [Sumber : KBN]

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com