tahi lalat

Punya banyak tahi lalat, berbahaya kah?
Oleh: Aannisah Fauzaania

Memiliki tubuh dan kulit yang sehat dan terawat tentu menjadi impian banyak orang. Terutama bagi kaum hawa. Mayoritas mereka rela menjalankan banyak ritual perawatan bahkan meskipun harus merogoh kocek cukup dalam demi mendapat kulit yang mulus.

Walaupun telah diusahakan dengan optimal, suatu harap pada keadaan pasti memiliki poin yang kurang. Misalnya seperti tumbuhnya tahi lalat pada beberapa bagian tubuh. Biasanya, keberadaan tahi lalat ini tak dianggap mengganggu selama ukuran dan jumlahnya masih dalam batas normal. Namun dalam beberapa kasus, ada juga orang-orang dengan tahi lalat yang menumpuk di tubuh. Hal ini tentu akan mengurangi rasa percaya diri seseorang, dan nantinya akan berpengaruh pula pada interaksi sosialnya.

Lalu, mengapa tahi lalat dapat muncul di tubuh?

Jika kita ingin mengenal lebih dalam mengenai si hitam mungil ini, mari kita telusuri beberapa poin berikut.Dalam definisinya, dinyatakan tahi lalat atau dalam nama ilmiahnya disebut melanocytic naevi, merupakan reaksi dari sel melanosit yang menumpuk dan tak dapat tersebar seperti keadaan normalnya. Tubuh kita memproduksi sel melanosit sebagai produsen alami pigmen kulit. Warna kulit seseorang akan selalu dipengaruhi oleh pigmen dari sel melanosit.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi munculnya tahi lalat antara lain keadaan seseorang yang sering terpapar sinar ultraviolet, biasanya banyak terdapat pada pancaran sinar matahari siang.
Seseorang dengan tingkat aktivitas di luar rumah yang tinggi akan lebih berpotensi terpapar sinar ultraviolet ini.

Faktor penyebab yang kedua ialah keturunan. Seseorang dengan orang tua atau kerabat yang pernah memiliki riwayat banyak tahi lalat dengan ciri aneh biasanya memiliki keturunan yang memiliki tahi lalat serupa, dan memiliki potensi untuk terkena kanker melanoma pula.

Penyebab ketiga ialah sering mengonsumsi obat atau injeksi hormonal yang tak aman bagi tubuh.
Obat yang dikonsumsi tanpa resep dokter atau bahan hormonal yang tak sesuai takaran dapat memberikan efek berbahaya karena zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Dilansir dari alodokter.com, terdapat tiga jenis tahi lalat yang umum tumbuh. Pertama adalah compound melanocytic naevi. Tahi lalat jenis ini memiliki warna cokelat muda, tumbuh menonjol ke atas permukaan kulit, dan terkadang ditumbuhi bulu. Kedua adalah dermal melanocytic naevy. Tahi lalat ini juga memiliki permukaan menonjol keluar yang terkadang ditumbuhi rambut, namun warna tahi lalat ini pucat. Dan tahi lalat jenis ketiga adalah junctional melanocytic naevi. Tahi lalat ini memiliki warna cokelat dengan bentuk pipih dan bulat.

Meskipun mayoritas tahi lalat dinyatakan tak berbahaya, namun ada beberapa tahi lalat yang dapat berpotensi menjadi penyakit serius. Misalnya tahi lalat yang berkembang menjadi kanker melanoma atau kanker kulit. Tahi lalat yang dapat beresiko menjadi melanoma biasanya memiliki ciri bentuk yang tidak simetris, memiliki beberapa unsur warna, dan berdiameter lebih besar dari biasanya.

Mayoritas orang biasanya akan mengkhawatirkan hal ini. Namun tak perlu menjadi risau berlebihan, walaupun memiliki banyak tahi lalat di tubuh jika dirasa bentuknya masih dalam kondisi normal maka insyaallah masih aman. Apabila tahi lalat memiliki bentuk dan ciri yang aneh seperti terus membesar dan sampai keluar nanah, maka segeralah periksakan ke dokter atau tenaga medis terdekat agar dapat diberi penanganan lanjut sehingga tidak menjadi lebih berbahaya.

Palembang, 1439 H.