Penyebab Bayi Lahir Tidak Menangis

1
25
kelahiran bayi

Penyebab Bayi Lahir Tidak Menangis

Oleh: Pipit Era Martina

Ketika bayi terlahir di dunia, hal yang paling di nanti adalah suara isak tangisnya. Tawapun pecah ketika suara tangis bayi memenuhi ruang persalinan. Riuh renyah kebahagiaan bercampur ketika tangis bayi memekik, pertanda adanya kehidupan baru dalam keluarga kecil ayah bunda. Juga menandakan bahwa paru-paru bayi sudah bekerja dengan normal dan sempurna. Akan tetapi, apa yang akan terjadi apabila bayi terlahir tanpa menangis? Para bunda harus tahu agar dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Tahukah bunda? Bahwa tangisan bayi merupakan reaksi pertama yang menandakan bahwa paru-paru bayi mulai berfungsi. Selain itu, tangisan bayi baru lahir juga merupakan reaksi akibat perubahan kondisi yang dulunya ketika bayi berada di dalam rahim, ia mendapat oksigen dari ibu melalui placenta dan terhubung dengan tali pusat. Bayi berada dalam kondisi yang hangat akibat diselimuti selaput ketuban beserta cairannya. Dan harus beradaptasi dengan dunia baru, keluar dari kehangatan ketuban dan bercumbu dengan dinginnya dunia luar.

Saat proses persalinan selesai, bayi merasakan udara luar yang jauh berbeda dari keadaan rahim ibu. Udara dingin dan cahaya yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan, mendadak menyusuri sekujur tubuhnya yang datang ke dunia untuk pertama kalinya. Juga setelah tali pusat terputus mau tak mau bayi harus mendapatkan sendiri oksigen untuk bernapas. Menangis adalah cara yang bayi lakukan untuk mendapatkan oksigen. Nah, sedikitnya bunda sudah tahu bukan kalau bayi terlahir dengan menangis itu merupakan satu hal yang wajib. Di saat bayi terlahir tidak menangis, menangisnya tidak keras (tidak kuat) atau terlambat, hal ini peru di waspadai ya bunda karena hal itu menunjukkan bahwa adanya gangguan pada paru-paru bayi yang tidak bisa berfungsi dengan baik. Hal ini turut mempengaruhi organ vital lain seperti otak, jantung, ginjal, pembuluh darah, dan organ lainnya. Biasanya, tenaga medis segera melakukan tindakan cepat untuk memperluas pernapasan bayi agar menangis.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk alangkah baiknya para calon bunda memperhatikan beberapa penyebabnya supaya dapat menghindari hal tersebut.

  1. Sebelum Persalinan

Kondisi ibu sebelum persalinan berpotensi terhadap kondisi bayi ketika lahir. Penyebab terbesar dari bayi lahir tidak menangis adalah kesehatan ibu, perhatikan kondisi ibu sebelum persalinan, jaga kesehatan dan optimalkan kondisi tubuh. Jangan sampai mempengaruhi kesehatan bayi ketika terlahir. Beberapa kondisi ibu yang dapat menyebabkan bayi tidak menangis ialah:

  • Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus – Ibu dengan DMG (Diabetes semasa kehamilan) 40% akan melahirkan bayi Makrosomia (bayi besar) merupakan salah satu yang resiko yang menyebabkan terjadinya trauma lahir, fraktur, asfiksia pada bayi baru lahir, dan sindrom gawat napas (RDS).

Seperti yang dilansir dari Livestrong dimana ibu yang mengalami diabetes berisiko besar melahirkan bayi dengan kondisi Hipoglikemia yakni gula darah rendah. Salah satu ciri yang menandakan terjadinya kondisi ini yakni pernapasan yang tidak teratur. Dalam artian, bayi yang dilahirkan akan mengalami pernapasan yang tidak lancar sehingga sangat sulit untuk menunjukkan respon menangis saat bayi dilahirkan.

Sedangkan menurut Elizabeth Davis yakni seorang bidan menyatakan bahwa wanita yang mengidap Diabetes akan melahirkan bayi yang memiliki ukuran yang lebih besar dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh kadar gula di dalam darah yang berasal dari tubuh ibu. Seperti yang kita tahu bahwa kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan bayi memproduksi insulin yang lebih banyak sehingga dapat menyebabkan penumpukan pada lemak di dalam tubuh. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap tubuh bayi yang mengakibatkan bayi mengalami sulit bernapas dan menjadikan bayi tidak menangis ketik dilahirkan.

  • Ibu memiliki panggul sempit –  Disproportio sefalo pelvik (panggul sempit) terjadi bila ukuran tulang pelvic ibu tidak cukup dan bentuknya tidak tepat untuk memungkinkan melintasnya kepala janin. Pada keadaan ini, dimana kepala belum masuk pintu atas panggul maka pembukaan berlangsung lama dan besar kemungkinan air ketuban akan pecah sebelum waktunya sehingga, kepala tidak dapat menekan serviks kecuali bayi sangat kuat sehingga terjadi moulage (moulding) hebat. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya tekanan pada janin atau posisi yang tidak normal sehingga membuat janin kesulitan bernafas.
  • Terjadi perdarahan antepartum (pendarahan semasa sebelum melahirkan) – Perdarahan yang terjadi semasa sebelum melahirkan biasanya disebabkan oleh adanya kelainan placenta, kelainan insersi tali pusat atau pembuluh darah pada selaput air ketuban dan placenta yang terlepas dari perlekatannya sebelum bayi lahir (solusio placenta).
  • Infeksi pada Ibu –Ibu dengan anemia dan penyakit-penyakit infeksi yang mengakibatkan janin dalam kandungan menderita Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim (IUGR) bisa jadi sebab bayi lahir tidak bersuara.
  • Warna air ketuban hijau – Bahaya bayi minum air ketuban hijau kental atau bercampur mekonium mungkin bisa terjadi dan hal ini yang sering dialami oleh ibu hamil karena kurangnya perhatian terhadap kehamilan. Ketuban yang keruh disebabkan karena usia kehamilan yang lebih dari 9 bulan. Sebaiknya bunda rutin memeriksakan kandungannya agar hal seperti ini dapat dihindari.
  • Ibu menderita Preeklamsia (keracunan kehamilan) – Hal ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah atau Hipertensi yang menyebabkan pembengkakan dan terjadinya proteinuria (adanya protein di dalam urin). Keadaan ini berisiko menyebabkan sindrom gawat napas pada janin, prematuritas, kematian janin intrauterin (IUGR) dan sepsis (infeksi berat).
  1. Selama persalinan

Setelah kita mengetahui penyebab sebelum persalinan, maka kita akan beranjak pada penyebab bayi tidak menangis selama persalinan. Tentunya hal ini dapat terjadi ketika bayi terlahir dalam keadaan sungsang, persalinan lama, ibu dengan jalan lahir yang sempit, membuat bayi mengalami kesulitan bernapas dan tidak menangis ketika dilahirkan. Penekanan tali pusat oleh bagian tubuh bayi, bayi kembar, dan tumor di rahim juga dapat mengganggu pernafasaan bayi. Asfiksia juga dapat terjadi jika placenta atau ari-ari lepas lebih terlebih dulu dan bayi terlilit tali pusat. Bayi yang terlahir prematur juga menjadi salah satu sebab dimana bayyi lahir tidak menangis. Karena, pada bayi yang prematur organ paru-parunya belum bisa berkembang dengan sempurna layaknya bayi yang terlahir dengan cukup bulan.kondisi ini dapat terjadi karena adanya surfaktan yakni zat pelindung paru-paru yang tidak berkembang secara sempurna. Bayi yang terlahir prematur cenderung akan mengalami gangguan pernapasan ketika lahir.

  1. Setelah persalinan

Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan oksigen. Kondisi ini juga akan meningkatkan karbondioksida yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Setelah persalinan, asfiksia kemungkinan disebabkan oleh penyakit infeksi akut atau kronis, keracunan obat bius, uremia dan toksomia gravidarum, anemia berat, cacat bawaan atau trauma, serotinus (kehamilan kelebihan bulan), dan kekurangan gizi ibu hamil(malnutrisi) dalam kandungan.

Demikian sedikit uraian pengetahuan mengenai penyebab bayi lahir tidak menangis. Melalui pengetahuan yang terbatas ini penulis mengajak para calon bunda dan calon ayah untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh serta kesehatan janin dalam rahim, agar hal-hal buruk seperti di atas tidak sampai terjadi pada bunda sekalian. Uraian ini penulis dapatkan dari berbagai sumber dan pengetahuan terbatas yang kemudian terangkum. Semoga bermanfaat bagi bunda calon bunda juga calon ayah, jika ada beberapa kesalahan dalam pemahaman penulis, mohon dimaafkan.