Merasakan Manisnya Hidayah

0
101
dapat hidayah

Memaknai Manisnya Hidayah Allah SWT
Oleh: Aannisah Fauzaania

Secara bahasa, hidayah diambil dari kata “hada-yahdi” yang artinya adalah petunjuk. Hidayah merupakan hadiah yang paling istimewa dari Allah. Tak setiap orang bisa mendapatkannya. Banyak manusia yang telah disampaikan manisnya hidayah, namun sebab hatinya yang keras maka ia tak dapat merasakan kenikmatannya. Banyak pula yang begitu berharap ingin diberikan hidayah, namun belum Allah berikan izin untuk mendapatkannya.

Sungguh Allah maha mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui. Namun yang mesti kita yakini, siapapun yang telah diberikan manisnya hidayah dari Allah SWT, maka patut bersyukur sebab ia termasuk orang-orang yang beruntung.
Allah berfirman dalam Al-qur’an,
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُون
َ “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (Qs al a’raaf 178): .

Dalam kitabnya, imam Ibnu Qoyyim Rahimahullah menyatakan terdapat 4 tingkatan hidayah yang diberikan secara bertahap pada manusia. Keempat tingkatan ini akan diberikan secara urut untuk hamba-hamba pilihan yang dikehendakiNya. Misal untuk mendapat hidayah tingkat kedua, maka harus melewati tingkat pertama. Untuk mendapat hidayah tingkat ketiga, seseorang harus melewati tingkatan pertama dan kedua dahulu, begitu seterusnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barangsiapa Allah kehendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki kelangit.”[Al-An’aam/6:125].

Tingkatan hidayah yang pertama ialah hidayah ‘Aam (Umum). Artinya ialah hidayah yang diberikan secara keseluruhan untuk setiap manusia.
Hidayah ini meliputi petunjuk untuk semua ummat dalam menjalankan kehidupannya di dunia. Hidayah ini bersifat naluriah dan umum.

Tingkatan hidayah yang kedua ialah Hidayah Irsyad wal Bayaan atau petunjuk dan penjelasan.

MasyaaAllah beruntungnya seseorang yang diberikan hidayah ini oleh Allah Swt sebab ia akan dapat menyampaikan hal-hal baik dari agama ini pada sesamanya. Allah cakapkan pikirannya dan Allah pandaikan lisannya untuk dapat menyampaikan ilmu-ilmu syar’i yang sesuai tuntunan Al quran dan As-Sunnah, sehingga insyaallah ilmu yang disampaikannya kelak akan menjadi amal jariyah jika dikerjakan oleh orang-orang yang mendengarkan dan mengamalkan.

Tingkatan yang ketiga ialah Hidayah Taufiq dan Ilham.

Hidayah taufiq dan ilham ialah Hidayah yang mutlak dari Allah SWT. Hidayah ini meliputi petunjuk untuk hidup dalam cahaya islam dan tauhid. Jika sebelumnya seseorang hanya mengenal agama sebagai formalitas yang menempel untuk identitasnya, maka ketika Allah berikan hidayah ini ia akan dapat merasakan sebenar-benarnya manisnya iman. Manisnya kasih sayang Allah, nikmatnya beribadah, dan nikmatnya berkumpul dalam suatu majelis ilmu bersama orang-orang shaleh.

Hidayah taufiq juga berisi petunjuk ummat islam agar terhindar dari hal-hal yang samar dan kembali hidup di jalan sunnah. Jalan keselamatan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW serta salafus shaleh. Barangkali hidayah inilah yang mestinya senantiasa kita mohonkan pada Allah dalam setiap sujud. Kelembutan hati untuk menerima setiap petunjuk beribadah yang benar, dan kemudahan untuk melaksanakannya.
Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” [al-Baqarah/2:208]

Tingkatan yang keempat yaitu hidayah jalan ke surga dan neraka..
Dalam Al-Qur’a surat Assaffaat Allah berfirman, “(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.”.

Allah telah memberikan petunjuk agar setiap hambaNya mau berjalan ke arah surga. Betapa banyak manusia yang mengatakan berharap ingin kekal di dalam surga namun tak berusaha istiqomah untuk berada di jalan ke arah surga itu. Maka jika seseorang diberi kemudahan untuk senantiasa istiqomah beramal shaleh dan menjalankan perintah-perintahNya insyaaAllah ia telah disiapkan jalan kemudahan untuk mendapat hidayah sebagai penghuni surga.

Hidayah yang telah diberikan patut dijaga baik-baik. Mengapa mesti menjaga hidayah Allah yang telah diberikan untuk kita?
Pertama, Hidayah merupakan hadiah paling manis dari Allah SWT.
Jika kita mengartikan hidayah sebagai petunjuk. Maka tentu sangat beruntunglah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah swt untuk berada di jalan yang benar. Betapa banyak saudara kita di luar sana yang belum dikehendaki untuk mendapat hidayah sehingga mereka masih terlena dalam kehidupan dunia yang fana.

Dengan hidayah, kita bisa mendapat petunjuk untuk beribadah secara baik dan benar. Dengan hidayah, kita bisa menjalankan apa-apa yang diperintahkanNya sesuai syariat dengan ringan. Dengan hidayah, hati kita akan menjadi lebih lembut dan dapat membedakan yang haq dan bathil untuk urusan dunia yang keras.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barangsiapa Allâh kehendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki kesesatannya, niscaya Allâh menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki kelangit.”[Al-An’aam/6:125].

Kedua, Diberi hidayah berarti bukti bahwa Allah mencintai hambaNya
Betapa banyak manusia yang berlindung dan memohon kebaikan dari Allah SWT. Maka ketika Allah telah memilih satu dari ribuan hambaNya untuk diberi hidayah, sepatutnyalah seseorang tersebut amat bersyukur sebab hidupnya tengah ditolong baik-baik oleh Allah. Allah inginkan ia hidup di jalan keselamatan. Allah tak ingin ia kehilangan pegangan lalu jatuh di jalan kesesatan. Allah ingin menjauhkannya dari kesenangan dunia yang sifatnya fana, Allah ingin ia lebih mendekat padaNya. MasyaaAllah, Bukankah didekati Allah merupakan sesuatu yang paling istimewa dari apapun?

Ketiga, hidayah membuat kita senantiasa terasa lebih dekat dengan Allah.

Jika kita mau merengkuh dengan baik hidayah yang telah diberikan, maka insyaallah Allah akan terasa lebih dekat. setiap keputusan-keputusan sulit yang mesti diambil dalam hidup pun akan terasa lebih mudah untuk dipilih.

Seringkali kita menemukan saudara-saudara kita yang tengah galau seolah tak memiliki pegangan dalam hidup. Ia merasa gelisah berkepanjangan yang tak kunjung habis. Rasanya ada yang ingin ditemukan namun tak kunjung bertemu. Ia mengharap ketenangan hati. mungkin kita sering tak menyadari, namun sesungguhnya hidayahlah yang sedang ia tunggu. petunjuk untuk mengusir kegelisahan kemudian bisa menjalani hidup dengan penuh kenyamanan.

Maka dari itu, apabila telah Allah sampaikan hidayah tersebut, kita mesti menjaganya dengan terus berdoa pada Allah SWT, memohon agar hidayah itu senantiasa diberikan, memohon agar hati ini senantiasa diberi kelembutan untuk menerimanya, dan memohon agar hidayah yang telah diberikan dapat menuntun kita menuju jannahNya.

Wallahu a’lam. Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNya yang beruntung. Allahumma aamiin.

Palembang, Syawal 1439H.