Mengenal Bintik Merah Pada Bayi

0
116
bintik merah pada bayi

Mengenal bintik merah pada bayi
Oleh : Pipit Era Martina

Ketika bayi terlahir di dunia, banyak hal yang harus di perhatikan oleh sang bunda. Salah satunya adalah kulit, perlu diperhatikan bahwa kulit bayi merupakan salah satu organ yang perlu di perhatikan agar tidak menjadi bahaya. Kebanyakan orang tua lalai memperhatikan kulit bayi yang sebenarnya sangat sensitive. Hanya karena paparan benda asing ataupun polusi, kulit bayi dapat terserang virus yang menyebabkan kulit bayi mengalami bintik merah atau ruam-ruam.

Para bunda biasanya akan merasa panik dan khawatir apabila ditemuinya ruam atau bintik-bintik merah pada tubuh atau wajah bayi. Berbeda dengan kondisi kulit orang dewasa yang lebih tebal, kulit bayi masih relatif tipis dan sangat sensitive. Bisa dikatakan lebih rentan terhadap alergy, iritasi dan menimbulkan infeksi pada kulit. Hal ini disebabkan struktur kelenjar minyak yang ada pad akulit bayi masih belum berkembang dengan baik.

Nah, bunda harus tahu nih bahwa penyebab ruam-ruam pada tubuh bayi itu bukan hanya disebabkan dari pemakaian wewangian saja, melainkan dipicu oleh banyak hal. Yuk mari, bersama kita mengenali penyebab ruam-ruam pada bayi agar dapat mencegah dan menciptakan kenyamanan bagi bayi tanpa ruam.

Bakat Alergy (Faktor Keturunan)

Alergy merupakan salah satu penyebab paling umum yang dapat memicu terjadinya ruam pada kulit bayi. Jika bunda dan ayah memiliki riwayat alergy, maka resiko yang sama akan di alami oleh si kecil pula. Sebuah study menjelaskan bahwa orang tua yang engalami alergy kulit, maka 40-60% kemungkinan akan menurun kepada si buah hati. Akan tetapi jika hanya bunda atau ayah saja, kemungkinan untuk menurunkan alergy kepada buah hati hanya sekitar 25-40% saja.

Namun tak perlu khawatir bunda, karena biasanya bayi akan memiliki alergy kulit jika memiiki bakat alergy atopik. Apabila bunda menemui bintik-bintik merah pada kulit bayi, sebaiknya konsultasikan langsung pada tenaga medis, jangan terburu-buru mengambil langkah untuk memberinya bedak atau salep yang lain, yang ditakutkan justru akan memperparah kondisi kulit si buah hati.

Pemakaian produk kecantikan

Tak sedikit dari orang tua yang menginginkan bayi baru lahir tercium wangi, segar dan menjadi terlihat indah untuk dipandang. Akan tetapi, perlu diketahui pula oleh orang tua bahwa sebenarnya bayi belum memerlukan hal itu semua. Bayi baru lahir tidak akan mengeluarkan banyak keringat seperti halnya orang dewasa. Perlu diperhatikan kembali untuk tidak terlalu berlebihan dalam menggunakan wewangian pada kulit bayi. Untuk lebih aman, bunda bisa menggunakan wewangian tersebut pada pakaian tanpa harus menyentuh kulit bayi.

Bayi baru lahir sangat tidak di anjurkan untuk menggunakan produk kecantikan seperti yang di gunakan oleh bunda. Karena jika bunda tidak tepat dalam menggunakan produk tersebut maka akan berdampak buruk pada kulit bayi tersebut. Oleh sebab itu, telitilah dalam memilih produk untuk bayi yang di gunakan pada kulit. Pilihlah produk yang memang di anjurkan untuk kulit bayi dan tidak banyak mengandung alcohol.

Selain dikhawatirkan akan mengakibatkan ruam pada kulit bayi, ditakutkan bayi memiliki alergy pada produk tertentu yang jelasnya akan lebih memperparah kondisi kulit bayi.

Disarankan untuk tidak langsung mengaplikasikan produk pada keseluruhan tubuh bayi, melainkan dengan mencobanya pada beberapa bagian tertentu pada tubih bayi dan menunggu beberapa waktu untuk menunggu reaksi dari kulit bayi apakah mengalami alergy atau tidak.

Biang keringat

Perlu diperhatikan ketika cuaca mulai panas, biasanya ada beberapa bayi yang mudah mengeluarkan keringat. Biasanya dengan kondisi ini bintik-bintik merah akan mudah muncul pada bagian-bagian tertentu seperti di punggung, jidat, leher dan di beberapa lipatan tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi karena adanya sumbatan pada bagian pori-pori bayi yang disebabkan oleh sistem untuk mengatur suhu tubuh bayi yang belum berkembang secara sempurna. Ketika ruam muncul karena biang keringat, disarankan untuk bunda supaya memperhatikan pakaian bayi.

Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian yang berlapis-lapis, juga untuk lebih selektif dalam memilih bahan pakaian. Hindari pakaian yang berbahan tidak menyerap keringat. Seringlah menyeka keringat pada bayi atau bisa dengan membasahi tubuh bayi agar tidak mudah memproduksi keringat. Jangan kenakan pakaian yang terlalu ketat pada bayi serta usahakan untuk menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan si kecil.

Eksim bayi

Tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, kondisi gangguan kulit ini pun bisa dialami oleh si bayi. Pada bayi, jenis eksim ini lebih dikenal dengan sebutan eksim susu. Akan tetapi, kondisi ini bukan disebabkan karena ASI loh bunda.

Nah, penjelasannya begini bunda, jika si buah hati sedang minum ASI, susu formula atau makanan bayi yang dikonsumsi oleh air liur dan kemudian menempel pada kulit bayi dan dibiarkan saja, itu dapat berpotensi menimbulkan reaksi iritasi bagi buah hati, terutama yang memang sudah memiliki bakat alergy.

Oleh sebab itu jangan terlewat ya bunda untuk memperhatikan kulit bayi setelah memberinya ASI atau makan. Bersihkan sisa-sisa yang menempel pada kulit bayi untuk menghindari terjadinya iritasi.

Penggunaan popok

Penggunaan popok yang terlalu sempit atau lama dapat menciptakan bintik-bintik merah pada kulit bayi. Kondisi ini seringkali di alami oleh si kecil, dikarenakan kurangnya perhatian bunda dalam pemakaian popok.

Jika tidak segera ditangani, bintik-bintik merah tersebut akan melepuh dan pecah, jika sudah pecah maka akan semakin rentan meningkatnya resiko terhadap infeksi. Untuk pengetahuan bunda, jangan gunakan popok yang terlalu sempit dan usahakan untuk tidak terlalu lama dalam memakaikan popok. Ketika popok tersebut sudah terlihat basah, segeralah bersihkan menggunakan air hangat kemudian pakaiakan popok yang baru.

Virus

Kondisi penyakit ini mungkin terdengar jarang, padahal Roseola infantum merupakan sebuah penyakit menular yang seringkali menyerang bayi dan anak-anak kecil. Biasanya virus ini mudah menyebar melalui percikan ludah. Nah, untuk gejalanya akan terlihat dengan demam yang mencapai 39,5°C selama beberapa hari berturut-turut. Setelah demam hilang akan muncul bintik-bintik merah pada permukaan tubuh bayi namun tidak meninggalkan gatal. Akan tetapi, bayi dengan virus ini biasanya rewel, mudah mengantuk dan kehilangan selera makan.

Kondisi ini hampir menyerupai campak, bunda harus tahu nih bedanya virus roseola dan campak, bintik-bintik merah yang timbul pada kulit bayi karena virus roseola ialah dimana bintik itu timbul setelah demam. Sedangkan pada campak, bintik-bintik tersebut muncul bersamaan dengan demam tinggi. Untuk penanganan virus yang disebabkan oleh herpes virus tipe 6 dan tipe 7 ini tidaklah berbahaya.

Meskipun virus ini berasal dari keluarga yang sama yakni herpes simplex viruses, akan tetapi virus ini tidak menyebabkan herpes di bagian mulut atau kelamin. Perlu diperhatikan apabila demam tinggi dan juga bintik-bintik merah tak kunjung reda, sebaiknya bunda membawanya ke dokter spesialis agar jangan sampai haltersebut membahayakan bagi si buah hati.

Sekian beberapa pengenalan mengenai ruam pada bayi, berbekal sedikit pengetahuan penulis mencoba mengajak para bunda dan ayah untuk lebih memperhatikan kondisi buah hati agar tidak menyesal dikemudian hari. Sayangi buah hati dengan banyak membaca tentang kesehatan anak. Semoga bermanfaat untuk calon orang tua dan juga orang tua.

Lampung, 10 Juni 2018