Makanan Manis Dapat Meredakan Cegukan, Bagaimana Mekanismenya?

0
64
cegukan

Makanan Manis Dapat Meredakan Cegukan, Bagaimana Mekanismenya?
Oleh: Aannisah Fauzaania

Manusia, yang notabene adalah makhluk hidup dengan agenda multitasking memiliki begitu banyak aktivitas dalam kesehariannya. Baik aktivitas yang bersifat formal maupun non formal, saat akan dijalankan keduanya mesti memiliki andil dalam memakai energi dan waktu yang dikeluarkan manusia. Banyak jadwal yang padat deadline, tuntutan dari atasan, atau mayoritas aktivitas lain yang terkadang membuat kita harus terburu-buru untuk melaksanakan yang lain juga. Misalnya ketika dalam kondisi tengah menyantap makanan, tiba-tiba panggilan kerja berkelanjutan terus menghampiri, tak jarang bagi sebagian besar orang pasti akan langsung mengunyah makanannnya terburu-buru. Tanpa disadari, aktivitas mengunyah makanan terlalu cepat ini akhirnya akan berdampak pula pada kasus lain, misalnya saja terjadi cegukan.

Cegukan atau singultus adalah suatu bentuk respon tubuh yang memberi sinyal ke otak bahwa ada aktivitas di dalam organ pernapasan yang terganggu pada prosesnya. Seperti contoh akbat makan terlalu cepat, gumpalan makanan tersebut akan terhambat saat proses pencernaan dan mengakibatkan diafragma menjadi sulit beraktivitas. Karena diafragma kesulitan menjalankan sistemnya, tubuh langsung merespon dengan menimbulkan cegukan agar individu yang bersangkutan bisa berusaha untuk mengembalikan keseimbangan agar system dalam tubuhnya kembali normal.

Dalam kondisi tertentu, cegukan bisa saja menjadi salah satu factor pengganggu aktivitas. Seseorang bisa merasa tidak nyaman akiibat napasnya yang kurang lancar dan suara hik yang keluar dalam waktu berdekatan. Karena alasan tersebut, biasanya banyak orang ingin segera menghentikan efek cegukan tersebut dengan banyak cara ketika mengalaminya. Menurut issue terbaru yang beredar di situs kesehatan, makanan manis merupakan salahs atu opsi untuk dapat mengentikan cegukan dalam waktu singkat. Makanan manis tersebut biasanya berupa gula, atau madu, atau sejenis bahan lain terutama yang bertekstur lengket.

Lalu, benarkah makanan manis dapat menghilangkan cegukan? Bagaimana mekanismenya?

Cegukan terjadi karena aktivitas diafragma di dalam tubuh. Diafragma melakukan kontraksi secara terus-menerus, mengakibatkan ruang antar pita suara menjadi terbuka sehingga udara dapat masuk ke dalam trakea. Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung reflex saraf frenikus dan vagus, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini mengatur jalur pernafasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya klep ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau saraf tepi, namun merupakan respon dari keduanya yang terganggu.

Oleh karena saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh penyakit yang serius. Sehingga, cegukan dapat pula menjadi gejala adaya radang di perut, penyakit di ginjal, masalah hati atau tumbuhnya tumor di leher yang mengganggu saraf, yang kemudian mengirim respon sehingga muncullah cegukan. Gesekan udara yang terjadi di ruang antar pita suara ini yang menyebabkan bunyi ‘hik’ saat terjadi cegukan.

Makanan manis bisa dijadikan salah satu pilihan sebagai bahan penghenti cegukan yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas manusia. Makanan manis yang dianjurkan di sini tak hanya berupa gula, namun semua bahan pangan yang memiliki komposisi glukosa di dalamnya. Namun lebih diutamakan yang mempunyai tekstur lengket, misalnya gula pasir, selai nanas, selai kacang, madu, dan lain-lain.

Seperti penjelasan mengenai mekanisme cegukan yang telah dipaparkan di atas, salah satu penyebab cegukan bisa jadi karena terganggunya diafragma yang melakukan kontraksi secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan ruang antar pita suara menjadi terbuka sehingga udara dapat masuk ke dalam trakea. Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung reflex saraf frenikus dan vagus, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Jadi ketika katup epiglotis membuka tutup secara refleks dan tak beraturan, otomatis udara yang masuk melewatinya juga akan menjadi terganggu, atau bisa dikatakan aliran udara menjadi terjepit tiba-tiab sehingga menimbulkan bunyi hik. Terkadang jika bunyi hik ini berlangsung sering hingga beberapa kali dalam satu menit bisa menimbulkan rasa sakit pada dada.

Jika kita mengonsumsi makanan manis, tekstur makanan manis yang mayoritasnya lengket saat dikonsumsi tentu akan berjalan secara low process di saluran pencernaan. Misalnya ketika kita mengonsumsi madu ketika cegukan, madu yang lengket tersebut tentu akan menempel dahulu dalam waktu beberapa saat di dekat katup epiglotis sampai ada yang bisa mendorongnya benar-benar masuk ke tenggorokan. Kemudian rentang waktu yang selama beberapa saat inilah yang akan menahan menutupnya kembali katup epiglotis sehingga udara yang masuk bisa berangsur kembali lancar. Menurut beberapa sumber, ada penelitian pula yang menyatakan proses ini juga mempengaruhi kerja syaraf yang berhubungan dengan diafragma untuk mengatur ulang ritme nafas, sehingga perlahan-lahan kerja diafragma bisa kembali normal dan cegukan berhenti.

Demikian penjelasan mengenai makanan manis yang dapat digunakan sebagai pilihan untuk meredakan singultus. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin.