Rahasia Sunnah Tidur Posisi Miring

1
48
tidur yang sunnah

Rahasia Sunnah Tidur Posisi Miring

Oleh : Aannisah Fauzaania

Tidur merupakan aktivitas yang tentu tak asing lagi bagi kita. Setiap orang secara alamiah melalui jam biologis tubuh masing-masing akan merasakan mengantuk sebagai kode sinyal bahwa tubuh memerlukan waktu istirahat. Untuk bayi, jam tidur yang dianjurkan ialah 16 jam dalam sehari, sedangkan untuk dewasa waktu tidur yang dianjurkan ialah 8 jam dalam sehari. Semakin bertambah usia maka semakin sedikit pula waktu tidur yang dibutuhkan.

Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur secara detail dalam banyak literatur hal-hal terkait aktivitas tidur ini. Dimulai dari waktu tidur, mengapa harus tidur, apa manfaat tidur, bagaimana posisi tidur yang dianjurkan, dan beberapa hal lain diulas secara lengkap guna memudahkan ummat untuk melaksanakan aktivitas dengan baik dan benar yang sesuai dengan Al qur’an dan as-sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. [Ar Rum: 23]

Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan makna ayat ini yakni di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menjadikan tidur di malam dan siang hari yang dengan tidur itu tubuh dapat beristirahat; kelelahan serta kepenatan dapat lenyap karenanya. Dan Dia menjadikan waktu kalian terbangun di siang hari sebagai sarana untuk berusaha dan bepergian untuk mencari sebagian dari karunia-Nya, dan ini merupakan lawan dari kata “tidur”.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. [Al Qashahs: 73].

Tidur memiliki banyak manfaat untuk  menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Tidur dapat mengistirahatkan sebagian organ tubuh sehingga pada saat bangun tubuh akan merasa siap untuk produktif kembali. Namun, tidur ternyata merupakan aktivitas yang tak hanya menutup mata kemudian berdiam diri. Dibalik itu, semua organ tubuh bagian dalam tetap bekerja sesuai fungsinya masing-masing. Ada beberapa aktivitas metabolisme tubuh yang bahkan baru dapat berjalan sempurna ketika kita dalam keadaan tidur, seperti misalnya proses regenerasi kulit yang bekerja optimal saat malam hari. Berkaca dari pentingnya tidur ini, maka selain mengetahui manfaat tidur alangkah baiknya jika kita pun mengetahui posisi tidur yang baik dan benar, serta sesuai dengan sunnah Rasululullah SAW.

Bagaimana posisi tidur yang dianjurkan dalam Islam?

Dalam Hadits al Barra bin Azib, Rasulullah bersabda : “Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda;“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist tersebut Rasulullah menganjurkan ummatnya untuk tidur di atas rusuk sebelah kanan. Artinya posisi tidur yang baik ialah miring ke sebelah kanan. Dalam prosesnya, Sunnah ini ternyata telah melalui banyak penelitian yang dihubungkan dengan dunia medis bahwa ternyata tidur dengan posisi miring ke kanan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Apa saja manfaat tidur miring ke kanan dalam dunia medis?

Pertama, tidur dengan posisi miring ke kanan dapat mengistirahatkan otak kiri. Otak manusia terbagi dalam dua bagian, kiri dan kanan. Otak kiri berfungsi mensarafi atau mengatur kerja tubuh bagian kanan, begitupun sebaliknya. Mayoritas kita merupakan pengguna tubuh bagian kanan lebih dominan dari kiri, sehingga ketika kita tidur miring ke kanan, otak kiri dapat beristirahat sejenak dari tugasnya. Proses istirahat ini dapat membantu mengurangi resiko stroke, pengendapan lemak sebab sirkulasi tubuh tidak lancar, dan berbagai resiko lain.

Kedua, posisi miring ke kanan dapat mengurangi beban jantung. Ketika kita miring ke kanan, beban kerja jantung yang berada di sebelah bawah akan lebih ringan dan proses pemompaan darah akan berlangsung lebih stabil sebab paru-paru kiri yang lebih kecil berada di atas paru-paru kanan yang lebih besar. Sedangkan jika kita miring ke kiri, paru-paru kanan yang ukurannya lebih besar akan menimpa paru sebelah kiri sehingga akan menambah beban jantung.

Ketiga, posisi tidur miring ke kanan memiliki manfaat untuk mengistirahatkan lambung. Selain itu, proses kerja pencernaan dalam lambung juga akan menjadi lebih lancar. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki riwayat magh, posisi tidur miring ke kiri lebih dianjurkan. Sebabnya, dalam sebuah jurnal Gastroenterology disebutkan ketika seseorang dengan riwayat magh terlalu banyak miring ke kanan, maka esofageal sfingter akan melemah dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, akibatnya ialah akan memunculkan rasa perih pada lambung.

Keempat, melancarkan proses penyerapan sari makanan. Proses penyerapan sari makanan ini sangat penting bagi tubuh. Sebab pada hakikatnya bukan seberapa banyak makanan yang kita makan untuk membuat tubuh sehat, namun seberapa banyak sari makanan yang dapat diserap sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Tidur dengan miring ke kanan membuat ruang usus halus yang berfungsi menyerap makanan akan melonggar sehingga proses penyerapan menjadi lebih lancar.

Kelima, melancarkan proses buang air besar. Tubuh kita secara alamiah akan mengalami proses eksresi pada jam-jam sebelum subuh hingga pagi hari. Dengan posisi tidur miring ke kanan, akan membuka ruang lebih longgar bagi pergerakan usus besar sebagai tahap akhir penyerapan air pada makanan dan relaksasi otot anus sehingga pada saat bangun pagi seseorang tidak akan kesulitan ketika akan BAB.

Lalu, bagaimana dengan posisi tidur tengkurap atau telentang?

Tidur tengkurap memiliki pengaruh buruk untuk kesehatan tubuh. Organ dalam tubuh akan lebih sulit bekerja sebab tertekan oleh berat tubuh. Selain itu, seseorang yang tidur dalam posisi tengkurap juga akan lebih cepat mengalami sesak nafas atau kesulitan bernafas.

Selain itu, Rasulullah juga membenci orang yang tidur tengkurap. Dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan pada posisi telentang, langit-langit mulut dan anak lidah akan cenderung menutupi seluruh bagian nasofaring. Pertukaran udara yang masuk akan menjadi lebih sulit sehingga seseorang yang tidur dalam posisi telentang biasanya akan cenderung mendengkur dan pada saat bangun akan mengalami kondisi bau mulut atau seperti ada rasa mengganjal di daerah sekitar nasofaring.

Rasulullah menganjurkan dalam sunnahnya agar kita tidur dalam posisi miring ke kanan, namun agar seimbang diperbolehkan pula sesekali miring ke kiri.

MasyaaAllah, betapa besarnya khasiat sunnah Rasulullah SAW jika kita mau menerapkannya. Seorang dokter Eropa berkata: “jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.”

Maka sahabat, marilah sedikit demi sedikit kita mulai mengamalkan sunnah-sunnah yang telah Rasulullah ajarkan. Misalnya seperti tidur dengan posisi miring ke kanan. Selain berpahala dengan mengamalkan sunnah, pun dapat meningkatkan kualitas kesehatan tidur kita. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua.

(Palembang, 15 Mei 2018)