Mengenal Macam-macam Anemia

0
18
anemia

Mengenal Macam-macam Anemia

Oleh : Pipit Era Martina

Secara pengetahuan medis, Anemia adalah kondisi dimana sel-sel darah merah (eritrosit) atau hemoglobin (Hb) dalam tubuh berkurang sehingga mengakibatkan sel-sel tubuh mengalami kekurangan oksigen sehingga mengganggu fungsi normal sistem kekebalan tubuh.

Anemia yang hingga kini lebih dikenal dengan sebutan tekanan darah rendah ternyata memiliki beberapa macam yang mungkin banyak dari kita belum mngetahui secara rincinya. Secara garis besar kita tahu bahwa Anemia adalah kondisi dimana tekanan darah dibawah rata-rata normal dan menimbulkan beberapa gejala dan menyebabkan beberapa kondisi yang kita tahu masih bisa di atasi. Baik dengan penanganan secara manual hingga ke medis. Namun ternyata anemia pun memiliki beberapa macam yang wajib kita ketahui untuk mewaspadai dan mengenali gejala anemia berdasarkan macamnya agar jangan sampai salah langkah dalam mengambil tindakan pengobatan.

Anemia atau kurang darah di klasifikasikan menjadi beberapa macam sesuai dengan penyebabnya dan juga mekanisme terjadinya anemia itu sendiri. Nah, dengan mengetahui macam-macam anemia yang di derita seseorang akan mempermudah dalam penanganan anemia. Yuk mari, kita simak bersama mengenai macam-macam Anemia supaya dapat mengenal tentang kesehatan sedikit lebih luas lagi.

  • Anemia karena produksi yang terganggu

Sel darah merah manusia diproduksi pada sum-sum tulang atas rangsangandari hormon eritropoitin (adalah hormon glikoprotein yang merupakan stimulan bagi eritropoiesis, sebuah lintasan metabolisme yang menghasilkan eritrosit) yang dihasilkan oleh ginjal. Untuk membentuk sel-sel darah merah dan Hemoglobinnya dibutuhkan bahan baku berupa zat besi, vitamin B12 dan Asam folat. Nah jika tubuh kekurangan bahan baku tersebut itulah yang menyebabkan tubuh mengalami penurunan kekebalan yang mengakibatkan anemia tersebut.

  • Anemia definisi Besi (Anemia karena kekurangan zat besi)

Anemia jenis ini merupakan anemia yang paling banyak di temui dan di alami oleh kalangan masyarakat. Kenapa kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia? Karena ternyata kehadiran zat besi dalam tubuh sangat diperlukan untuk membentuk hemoglobin menjadi normal. Pada anemia jenis ini, sel darah merah dalam tubuh ukurannya menjadi lebih kecil dari ukuran normal (mikrositer) dan warnanya pun lebih pucat (Hipokrom). Maka anemia jenis ini juga bisa  disebut dengan anemia Hipokrom Mikrositer. Pada wanita, sel darah merah dan zat besi bisa hilang karena mengalami pendarahan disaat menstruasi yang berlebihan dan ketika melahirkan. Pada wanita hamilpun ketika asupan gizi tidak mencukupi dengan kebutuhan maka akan mengalami anemia jenis ini.

Untuk mencegah dan mengobati anemia definisi besi ini, usahakan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh. Zat besi ini bisa diperoleh dari makanan seperti, daging, daging unggas, ikan, telur, susu atau makanan jenis lainnya yang kaya akan kandungan zat besi. Untuk ibu hamil dan setelah melahirkan bisa juga dibantu dengan suplemen zat besi (sesuai petunjuk dokter).

  • Anemia definisi Vitamin B12 (Anemia Pernisiosa)

Anemia definisi Vitamin B12 (Anemia Pernisiosa) diperlukan untuk membentuk sel darah merah dan menjaga kenormalan fungsi saraf. Sehingga apabila seseorang mengalami Anemia ini biasanya disertai dengan gangguan saraf, seperti seringnya kesemutan, rasa yang tiba-tiba baal atau kebas pada tangan ataupun kaki, gangguan daya ingat dan tak jarang pula menyerang penglihatan. Tubuh bisa kekurangna vitamin B12 karena gangguan absorbsi (autoimun dan gangguan usus) atau karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin B12. Nah, untuk mencegah anemia jenis ini, cukup dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 yang biasanya terdapat pada hewani. Bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen vitamin B12 untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh. Tentunya harus dengan saran dan petunjuk dokter, agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

  • Anemia definisi Asam Folat (Anemia Megaloblastik)

Anemia dengan kekurangan Asam Folat ini juga disebut sebagai Anemia Megaloblastik, karena apabila dilihat dibawah mikroskop ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari biasanya. Sama seperti Anemia jenis lainnya, penyebabnya dikarenakan kekurangan asupan Asam Folat atau jika memiliki masalah penyerapan B9. Hal ini juga dapat terjadi di trimester ketiga pada ibu hamil. Itu sebabnya, pada ibu hamil biasanya selalu diberi suplemen Asam Folat selama masa kehamilan. Folat sendiri adalah vitamin B yang ditemukan pada makanan seperti sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan seperti kacang kering dan kacang polong. Asam folat juga dapat kita temui dalam roti, pasta dan juga sereal.

  • Anemia Aplastik

Anemia jenis ini terjadi ketika tubuh berhenti memproses sel darah merah atau pembuatan sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Pada Anemia Aplastik ini tidak hanya kekurangan sel darah merah, tetapi juga sel darah putih dan trombosit. Rendahnya tingkat sel darah merah menyebabkan Anemia Aplastik ini. Dengan rendahnya tingkat sel darah putih maka tubuh akan kekurangan daya untuk melawan infeksi. Dan dengan terlalu sedikitnya trombosit, darah tidak bisa membeku secara normal.

Beberapa penyebab Anemia Aplastik ialah: Pengobatan kanker (efek radiasi dan kemoteraphy), Paparan bahan kimia yang mengandung racun (seperti yang digunakan dalam beberapa insektisida, cat dan juga pembersih rumah tangga), Beberapa obat (seperti obat rheumatoid arthritis), Penyakit autoimun (seperti pada penderita lupus).

  • Anemia pada Gagal Ginjal

Untuk membentuk sel darah merah, tubuh memerlukan hormon erptropoitin sebagai sinyal tubuh yang merangsang pembentukan eritrosit. Nah, hormon ini dihasilkan oleh ginjal. Jadi, apabila seseorang mengalami gangguan pada ginjal dalam kurun waktu yang lama seperti gagal ginjal kronis maka bisa menimbulkan Anemia jenis ini

  • Anemia karena sel darah merah Abnormal (mudah rusak/mati)
  • Anemia sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

Disebut Anemia sel sabit karena sel-sel darah merah pada penderita anemia ini membentuk seperti huruf C atau bukan sabit. Sel-sel darah yang berbentuk bulan sabit ini memiliki tepi yang runcing dan tengahnya melengkung. Sel-sel darah ini lebih rapuh sehingga berumur lebih pendek dari usia biasanya. Usia normal sel darah merah ialah 120 hari dan berbentuk donat tanpa lubang (lingkaran dan pipih dibagian tengahnya), sedangkan kecepatan produksi sel darah merah tidak dapat mengimbanginya maka terjadilah Anemia jenis ini.sel-sel darah merah berbentuk sabit ini bisa berbahaya karena ia bisa terjebak dalam pembuluh darah kecil sehingga bisa menghalangi aliran darah ke organ-organ tubuh. Usia yang pendek berkisar antara 10-20 hari ini akan menimbulkan rasa sakit, inifeksi serius sampai kerusakan organ tubuh lainnya.

  • Talasemia (Thalasemia)

Orang dengan thalasemia ini memproduksi Hemoglobin dan sel darah merah yang lebih sedikit dari biasanya. Karena sedikitnya sel darah merah sehat yang beredar ke seluruh tubuh, maka oksigen yang diantarkan ke seluruh tubuh tidak cukup dan mengakibatkan seseorang terkena anemia dengan gejala mudah merasa lelah, lemah, dan bahkan sesak napas.

Orang dengan thalasemia dapat mengalami anemia ringan ataupun berat. Anemia berat dapat mengakibatkan kerusakan organ dan mengakibatkan kematian.

Terdapat beberapa tipe thalasemia yang dibagi berdasarkan bagian spesifik hemoglobin yang terkena dan keparahan thalasemia atau jumlah gen yang termutasi. Berdasarkan bagian spesifik hemoglobin yang terkena, thalasemia dibagi menjadi thalasemia alpha dan beta, sedangkan berdasarkan keparahan thalasemia atau jumlah gen yang termutasi, thalasemia dibagi menjadi carrier, minor, intermedia, dan major. Terkadang thalasemia memiliki nama lain, seperti anemia Cooley (thalasemia beta major).

  • Anemia karena kehilangan darah

Sudah sangat jelas jika kehilangan darah akan mengakibatkan Anemia, menurunkan jumlah darah dalam tubuh secara mendadak. Anemia jenis ini biasanya dapat terjadi karena,

– Trauma = Luka atau Kecelakaan

– Menstruasi yang berlebihan

– Melahirkan dengan riwayat perdarahan

– Perdarahan sembunyi seperti perdarahan seluran cerna

  • Anemia akibat dari reaksi Antigen-Antibody
  • Anemia Hemolitik

Anemia Hemolitik adalah anemia yang disebabkan oleh karena mudah pecahnya dinding sel darah merah. Walaupun sel darah merah yang terbentuk jumlahnya normal atau bahkan lebih dari normal pada penyakit-penyakit hemolitik ternyata masa hidup sel darah merah ini sangat singkat sehingga mengakibatkan anemia yang parah. Beberapa tipe anemia ini seperti sferositosis herediter, anemia sel sabit, dan eritoblastosis fetalis. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang penyebab terjadinya anemia jenis ini. Hal ini dapat terjadi akibat dari kesalahan transfusi dengan golongan darah yang tidak tepat.

Sekian informasi mengenai macam-macam Anemia, info ini di dapat dari berbagai sumber dan pengetahuan terbatas dari penulis. Mohon di maafkan apabila masih banyak kekurangan dalam penulisan kata-kata dan penjelasan mengenai Anemia.

Malang, 27 Mei 2018