Islam Agama Yang Penuh Toleransi

0
96
demo anti islam
Demo Anti Agama, Tidak pernah dijumpai di Indonesia

Islam Agama Yang Penuh Toleransi

Oleh : Bunda Haifa

Sudah sejak lama Islam diteror dengan kata radikal, intoleran, dan lain sebagainya. Para pembenci Islam selalu punya amunisi untuk menyudutkannya. Islam dituduh sebagai agama yang tidak punya toleransi. Padahal, kita umat Islam di Indonesia sebagai mayoritas selalu damai hidup berdampingan dengan agama-agama lain.

Bukankah tidak pernah kita temui tindakan seperti aksi anti agama lain di negeri ini? Tapi di negeri yang Islam menjadi minoritas, aksi anti Islam banyak terjadi. Kita juga tidak pernah menemui kasus intimidasi terhadap seseorang di negeri ini hanya karena dia non muslim kan? Namun, kini orang-orang yang phobia dengan Islam demikian licik menggoreng kata toleransi lalu dijadikan senjata untuk menyudutkan Islam. Makna toleransi pun diubah sekehandak hati.

Sikap toleran sudah ditunjukan oleh teladan umat Islam yaitu Rasulullah SAW. Saat peristiwa Fathu Mekkah, Rasulullah SAW membebaskan kafir Quraisy Mekkah yang sebelumnya selalu mengganggu dakwah Islam. Tidak ada konfrontasi yang berdarah-darah sebagaimana pasukan kafir bila sedang menaklukan suatu wilayah.

Bahkan di Piagam Madinah disebutkan bahwa orang Yahudi berhak mendapat pertolongan dan santunan,sepanjang kaum muslimin tidak ditentang dan didzolimi. Andaikan Rasulullah SAW saat itu mengedepankan nafsu dan ego pribadi, tidaklah sulit menghabisi kaum kafir saat itu atau berlaku sewenang-wenang kepada mereka karena Mekkah sudah berada dalam kekuasaann beliau.

Umar bin Khatab,sahabat yang tegas namun berhati lembut ini pun menunjukan kepada dunia bahwa Islam adalah ajaran yang penuh toleransi. Saat Al Quds sudah beliau taklukan,beliau membuat perjanjian dengan pemimpin kaum kafir di sebuah gereja yaitu gereja Qiyamah. Saat tiba waktu sholat, Umar bin Khatab ingin melaksanakan sholat dan seorang pendeta memintanya sholat di dalam gereja. Umar menolak, beliau memilih sholat di anak tangga gereja.

Usai sholat beliau menjelaskan kepada pendeta tersebut bahwa kalau ia sholat di dalam gereja maka pasukannya akan berpikir bahwa gereja ini boleh diubah menjadi masjid padahal ia ingin gereja tetap ada, umat kristini tetap boleh beribadah di dalamnya. Akhirnya di anak tangga tempat Umar melaksanakan sholat dibangun sebuah masjid kecil. Umar bin Khatab pemimpin bijak yang bisa jadi representasi ajaran Islam yang toleran maka beliau pun melarang dikumandangkan adzan di masjid kecil tersebut supaya orang yang beribadah di gereja tidak terganggu.

Jauh dari masa setelah Umar bin Khatab,sejarah dunia juga mencatat bahwa ajaran Islam penuh nilai-nilai toleransi dan hal itu ditunjukan oleh manusia-manusia sholeh pilihan Allah. Sholahudin Al Ayyubi berhasil merebut kembali kota Yerusalem dengan tanpa melecehkan sedikitpun pemeluk agama nasrani meski sebelumnya pasukan salib telah membuat banjir darah di Yerusalem dengan membunuh kaum muslimin dan yahudi.Sholahudin Al Ayubi memilih untuk tidak berbuat hal yang sama dengan pasukan salibis karena ajaran-ajaran Islam sudah terpatri dalam hidupnya. Tawanan dari pasukan salibis yang tidak mampu menebus dirinya sendiri dibebaskan.

Sementara itu para pembesar mereka yang kaya raya hanya memikirkan diri mereka sendiri, tidak memikirkan pasukannya yang menjadi tawanan perang. Istri-istri dari pasukan salib dilindungi. Beliau menolak menghancurkan gereja Qiyamah dan mengembalikann salip-salip pada tempatnya. Ia ingin mencontoh Umar bin Khatab ketika membebaskan Al quds yaitu tidak menghancurkan gereka.

Islam tidak pernah kehabisan tokoh-tokoh sholeh,hamba pilihan Allah yang mampu mengukir sejarah dunia dengan tinta emas. Muhammad Al Fatih,sang pembebas Konstatinopel adalah salah satu hamba pilihan Allah yang menjadi bagian dari sejarah dunia. Selain mahir dalam strategi perang hingga Konstatinopel jatuh ke tangannya,beliau juga seorang hamba yang mempunyai sikap toleran sangat tinggi. Hal itu karena beliau mengamalkan ajaran Islam.

Potongan kejadian ini sangat menggambarkan sikap toleran dari seorang Al Fatih. Beliau memarahi seorang pasukannya yang memukul patung di sebuah gereja. “Kenapa kau lakukan itu ?!” tanyanya marah. “Ini adalah berhala yang disembah kaum kafir !” jawab pasukan tersebut. “Tapi kita tidak boleh merusak tempat ibadah! Saya tegaskan bahwa semua gereja akan tetap menjadi gereja kecuali Aya Sofya.” Jawaban Al Fatih ini menenangkan semua orang yang berada dalam gereja.

Islam adalah agama paling toleran,tentunya dengan makna toleransi yang sebenarnya, bukan makna yang sudah dibelokkan demi kepentingan tertentu. Potongan-potongan kisah di atas menggambarkan jelas mengenai toleransi dan itu dilakukan oleh pemeluk Islam yang saat itu mempunyai kesempatan untuk menghancurkan umat lain.