Apa yang Kita Persiapkan Untuk Menyambut Bulan Ramadhan?

0
51
ramadhan

Tak terasa, tinggal menunggu hitungan hari kita akan menyambut hadirnya bulan ramdhan, bulan penuh barokah. Bulan yang sangat di nanti-nanti seluruh umat islam.

Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramdhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramdhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan waktunya untuk mendulang banyak pahala, serta menjadi sarana menjadi orang muttaqin.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertakwa.

Lalu apa saja yang perlu kita persiapkan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan nanti? Yuk, kita intip.

1.Bekali diri dengan ilmu

Agar puasa Ramadhan kita bermanfaat dan berfaedah, dan tidak menganggap puasa ini hanya sekedar menahan haus dan lapar, kita perlu mempelajari dan mencari tahu lebih dalam apa manfaat dari berpuasa sebulan penuh. Maka hal yang harus kita lakukan adalah bekali diri dengan ilmu.

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barang siapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
Tidak tahu akan hukum puasa bisa jadi puasa kita akan hancur. Tidak tahu akan apa saja yang di sunnahkan ketika berpuasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak.

2. Bekali diri dengan perbanyak Berdo’a

Agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir.

Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah.

3. Bekali diri dengan perbanyak bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar, “Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).”

Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya.

menyambut ramadhan4. Menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan bergembira dan berbahagia

Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,  “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)

Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dengan berita dekatnya bulan Ramadhan, moment untuk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat? Ayo bergembiralah sahabat, sambut datangnya Ramadhan dengan penuh suka cita.

5. Bertekad serta membuat program Tarhib Ramdhan agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan.

Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Salah satu progtam kegiatan yang dilakukan adalah Tarhib Ramadhan, dimana kita mengumpulkan orang-orang di masjid dan mengadakan lomba dalam rangka menyambut bulan ramadhan.

6. Patrikan di jiwa agar bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih.

Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)

7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi.

Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,

“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

8. Mari kita menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih yang baru, yang akan diisi dengan:

  • Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
  • Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
  • Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, saudara, istri atau suami serta anak-anak.
  • Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[2]

Demikianlah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter untuk mengobatinya dan seperti seseorang yang menanti kekasihnya.

“Ya Allah pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan dan terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [by : Ova Yanti]

(Khalid bin ‘Abdirrahman ad-Durwaisy)