Adab Menempati Rumah Baru

0
137
menempati rumah baru

Salah satu karunia yang Allah SWT berikan kepada seorang hamba yakni rumah. Karenanya, orang yang mendapatkan rumah baru hendaknya menjadikannnya sebagai ladang kebaikan dan ibadah serta tenpat berdzikir pada-Nya, bukan sebagai tempat maksiat.

Berkaitan dengan menempati rumah baru, terdapat beberapa adab yang dianjurkan, diantaranya :
1. Bersyukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya berupa rumah baru yang ia peroleh.
Firman Allah SWT :
“Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka seseungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim : 7)

2. Ketika masuk rumah baru membaca “Masya Allah laa Quwwata illa billaah” (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Ibnu Qayyim menjelaskan dalam Al Wabilus Shayyib, bahwa seseorang yang hendak masuk rumah atau kebun hendaknya membaca kalimat diatas sebagai bentuk rasa syukur atas nikamat Allah SWT. Hal ini didasarkan pada firman Allah :
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘Masya Allah, laa quwwata illaa billaah’, sekalipun kamu anggap akan lebih sedikit darimu dalam harta dan keturunan” (QS. Al-Kahfi : 39)

Rasulullah SAW bersabda,
“Jika Allah memberi kepada seorang hamba nikmat kebaikan terhadap keluarga, harta, atau anak, kemudian dia membaca ‘Masya Allah, laa quwwata illaa billaah’ maka dia tidak akan melihat adanya cacat dalam nikmat selain kematian” (HR. At-Tabrani)

3. Syukuran rumah baru.
Sebagai bentuk menyempurnakan rasa syukur, kita dianjurkan untuk mengadakan walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah. Sebagian ulama sangat menganjurkan hal ini, diantaranya AL-Imam As-Syafi’i. Beliau mengatakan “Di antara bentuk walimah adalah AL-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggaran untuk meninggalkannya” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwatiyah, 8/207)

4. Tidak terlalu khawatir dengan gangguan yang ada.
Biasanya, orang yang akan menempati rumah baru ada yang merasa khawatir dengan makhluk halus yang kemungkinan sudah menghuni rumah tersebut. Menyikapi hal ini, sikap yang terbaik tentu menghilangkan kekhawatiran tersebut dan bersikap biasa saja, Sikap tidak peduli, ternyata menjadi cara ampuh untuk untuk mengusir syetan. Setan, sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu kemudian tidak menggubris. Dia akan bosan untuk mengganggu. Sebaliknya jika diperhatikan, dia semakin menjdai-jadi dalam menggoda.

5. Banyak membaca AL-Qur’an, khususnya Surat Al-Baqarah.
Rumah yang baru ditempati hendaknya sering dibacakan surat Al-Baqarah agar tidak didatangi syetan. Rasulullah bersabda :
“Bacalah surat Al-Baqarah di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya syetan itu tidak masuk ke dalam rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah” (HR. AL-Hakim)

6. Ketika menutup pintu membaca basmallah.
Dari Jabir bin Abdillah, Nabi SAW memberikan banyak saran agar kita tidak diganggu syetan. Rasulullah SAW bersabda, “Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena syetan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah)” (HR. Muslim dan Bukhari).

Demikianlah beberapa adab ketika memasuki rumah baru. Semoga bermanfaat.

Sumber : Suara Hidayatullah Edisi 10 – Februari 2014