Puisi Balasan untuk Bu Suk, ”Sukma Mati”

    0
    19

    Indonesia kembali “geger” terkait kasus sara. Protes keras dari warga muslim Indonesia terhadap Sukmawati lantaran telah membuat sebuah puisi yang dinilai melecehkan syariat Islam berupa cadar dan adzan. Puisi Sukmawati yang mengundang kecaman itu berjudul “Ibu Indonesia” dan telah dibaca pada ajang Indonesian Fashion Week 2018 di JCC Jakarta, Kamis malam (29/3).

    Tanggapan keras dituliskan warganet, seperti berita yang dilansir RMOL.co, Senin, (02/04/18) dengan title “Netizen: Sukmawati Anti Islam”.

    “Saya yakin, orang ini anti Islam,” tulis Dody Setiawan pemilik Twitter ‏@duddysatyavan sesaat lalu.

    Netizen lain M. Khumaini menilai tidak elok sekelas Sukmawati membanding-bandingkan antara kebudayaan dengan keislaman.

    ‏”Bu Sukmawati, tidak tepat dan tidak elok membandingkan konde dengan cadar. Tidak bijak membandingkan suara kidung dengan azan. Apalagi mengganggap yang satu lebih baik dari yang satunya,” terangnya.

    “Jika Ibu tidak tahu masalah syariat hendaknya tidak membanding-bandingkan masalah tersebut,” tambah pemilik akun @mkhumaini itu.

    Puisi Sukmawati juga dinilai memancing isu SARA. Penilaian itu disampaikan Ritha Nadhira pemilik akun @Ritha_Nadhira.

    “Sukmawati ini memancing isu SARA. Masak konde dianggap lebih baik dari cadar? Masak suaran kidung dianggap lebih merdu dari suara adzan? Jangan campuri Islam kalau kau tak paham syariat Islam, lebih baik diam dari pada bikin gaduh NKRI,” twittnya.

    Para penulis dan seniman menanggapi puisi bu suk  (panggilan yang diambil dari awal namanya) dengan membuat puisi balasan, diantaranya Zak Sorga dalam karyanya yang berjudul, “Sukma Mati”.

    Puisi “Ibu Indonesia” Sukmawati dinilai menggambarkan matinya Sukma, raga, pikiran, rasa, dan harga diri.

    Bu Suk juga diingatkan agar segera tobat. Jika tidak, “kau akan sekarat. Dirimu terus melarat. Hidupmu akan tersayat-sayat.”

    Berikut puisi Zak Sorga:

    SUKMA MATI

    Karya: Zak Sorga .

    sukma mati
    raga mati
    fikiran mati
    rasamu mati
    harga diri mati
    kau berjalan bagai zombie .
    kau khianati negeri sendiri
    kau hujat syariat islam yang suci
    seolah kau bertangan besi
    Ingin memadamkan cahaya ilahi.

    Cahaya Ilahi
    adalah cahaya segala cahaya
    tanpa itu kau buta
    gelap gulita
    Lebih hina dari binatang melata

    sukma mati
    ragamu mati
    fikiranmu mati
    rasamu mati
    kau berjalan merangkak-rangkak
    nyeri tanpa harga diri

    Tanah pun kau belum
    Udara pun kau belum
    Besi pun kau belum
    kau hanya mengkais-kais
    remah-remah kepahlawanan
    apa kau tak malu?

    Sukma mati
    kau lahir dari mimpi yang lain
    Fikiranmu tercemar
    Cintamu Nanar
    Indonesia tak membutukanmu
    Tanpa tobat kau akan sekarat
    dirimu terus melarat
    Hidupmu akan tersayat-sayat
    berkalang sunyi
    Nyeri abadi.

     

    [wn/voa-islam]

    Leave a Reply

    avatar
      Subscribe  
    Notify of