janji jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan dengan Persatuan Alumni 212 akhir pekan kemarin. Persetuan tersebut dilakukan di masjid Istana Kepresidenan, Bogor.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, pertemuan tersebut memang benar adanya. Dalam pertemuan ini salah satu hal yang mengemuka dan disampaikan Persaudaraan Alumni (PA) 212 adalah mengenai proses hukum atau kriminalisasi seperti yang disebut dilakukan kepada Rizieq Shihab dan kawan-kawan.

“Intinya minta kepada presiden (Joko Widodo) untuk dilakukan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Dihentikan proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Johan dikantornya, Jumat (27/4).

Menanggapi permintaan tersebut, lanjut Johan, Presiden Jokowi menyerahkan permasalahan ini sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku. “Jadi tunggu proses hukum yang profesional. Presiden tidak mau melakukan intervensi terhadap proses hukum,” ujarnya.

Terkuaknya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim 11 Ulama Persaudaraan Alumni 212 memunculkan berbagai klaim, tafsir, dan spekulasi. Sebagian menilai kepentingan politik tak lepas dari maksud pertemuan itu.

Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menyebut, pertemuan pada akhir pekan lalu untuk menagih janji Presiden. Janji tersebut, antara lain, agar tidak ada kriminalisasi kepada para ulama.

Karena itu, ia pun membantah ada kesepakatan politik dalam pertemuan tersebut. “Apa janji Presiden? Jangan lagi mengkriminalisasi ulama. Jadi di-SP3-kan semua kasus yang ada. Jadi, teman-teman Persaudaraan Alumni 212 ke sana itu cuma nagih janji,” ujar Eggy di Kompleks Parlemen Senayan, kemarin.

Menurut Eggy, Pertemuan Alumni 212 juga sudah seizin Habib Rizieq. Bahkan, ada perintah dari Habib Rizieq untuk menagih janji dalam pertemuan tersebut. “Kalau arahan dari Habib Rizieq yang saya baca, pertemuan itu ada izin beliau. Dengan pengertian perintah dari Habib Rizieq tagih janji Presiden,” kata Eggy.

Sumber : republika