Inilah Teks Pidato Setan di Hari Pembalasan

0
287
penampakan setan

Teks Pidato Setan di Hari Pembalasan

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan keputusan kepada kita semua pada hari Pembalasan atau disebut Yaumul Jaza. Hari itu ibarat graduation ceremony, yaitu pengumuman kelulusan kita semua. Dan tentunya diantara kita akan ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus.

Orang yang dikatakan lulus adalah orang-orang beriman, dan akan dimasukkan ke Jannah (surga), sementara itu orang yang dikategorikan tidak lulus adalah orang yang tak beriman, dan akan dimasukkan ke dalam Nar (neraka). Maka pada saat itu, setan pun ‘berpidato’. seperti tertuang dalam surat berikut ini :

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim ayat 22).

Setan berdiri dan berpidato untuk menambah kesusahan, penipuan dan penyesalan kepada mereka yang mengikutinya. Ia berkata: “innallaaha waadakum wadal haqqi” Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar.

Maksudnya, melalui para Rasul-Nya dan menjanjikan keselamatan bagi siapa yang mengikuti mereka, itu adalah janji yang benar dan berita yang benar. Adapun aku (setan) berjanji kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.

Kemudian setan menambahkan pidatonya: “wa maa kaana liya ‘alaikum min sulthaan”. Sekali-sekali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian. Maksudnya, tak ada bagiku dalil atau argumentasi apapun dalam janji yang kuberikan kepada kalian: “illaa an da’autukum fastajabtum lii”. Melainkan aku hanya menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku, hanya dengan cara seperti itu (saja).

Ia melanjutkan, “Falaa taluumuunii”. Oleh sebab itu janganlah kalian mencercaku hari ini. “Waluumuu anfusakum”. Namun, cercalah diri kalian sendiri. Karena itu adalah dosa kalian sendiri akibat kalian menyelisihi Rasul, dan kalian mengikutiku begitu kuajak kalian kepada kebathilan.

“Maa ana bimushrikhikum”. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, lanjut setan.

Intinya, setan ini seakan bicara “Aku ini nggak punya power untuk mem-backup kalian. Powerku hanya marketing kerusakan saja, mengajak kesesatan.” Wallahua’lam. [bersamadakwah]