31.4 C
Jakarta
Monday, January 25, 2021
Array

Alhamdulillah, Ada Pasar Syariah di Lombok Barat

Must Read

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....




Lombok Barat (wahidnews.com) – Pemkab Lombok Barat membentuk pasar syariah di Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri. Pasar ini satu-satunya pasar Syariah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagaimana dengan provinsi lain, sudah ada?

Pendirian pasar syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasiskan Islam. Di mana, pengelolaannya menganut sistem simpan-pinjam dan iuran yang relatif murah.

“Dengan terbentuk pasar Syariah, dapat mendorong kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat, H Lalu Saswadi saat meninjau pasar Syariah di Desa Dasan Baru, Kamis (15/3/3018).

Pengelolaan pasar Syariah ini dijalankan melalui koperasi Syariah, sehingga dalam pembagiannya sesuai dengan syariat Islam.

Dalam pasar Syariah tersebut, kata Saswadi, didorong untuk menerapkan nilai-nilai dan aturan syariat Islam. Mulai cara bertransaksi dan segala macam interaksi yang ada di dalamnya, termasuk bebas riba dan kecurangan.

“Dengan terbentuk pasar Syariah akan menjadi motivasi bagi pasar lain yang ada di Kabupaten Lombok Barat, untuk membuka pasar serta koperasi Syariah untuk kemakmuran, keadilan serta untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Saswadi.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah NTB menargetkan bisa terbentuk sedikitnya 500 koperasi Syariah pada 2018. Kalau saat ini, sudah terdiri 309 unit koperasi Syariah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat, I Nyoman Sembah, mengaku akan segera menyiapkan nota kesepahaman (MoU), serta regulasi yang akan mengatur hal-hal berkaitan antara pengelola koperasi dengan pemerinah daerah.

Begitu juga dengan pembagian keuntungan yang sesuai dengan prinsip Syariah. “Pembagiannya kita serahkan ke koperasi selaku pengelola. Tidak apa-apa kita dapat sedikit, karena semua biaya pemeliharaan dan perbaikan pasar, koperasi yang kita harapkan,” kata Sembah. [inilah]

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x