Literasi di Indonesia Dinilai Berkembang Pesat

0
45
literasi
Acara peduli literasi di Kuningan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

“Gerakan cerdas literasi mesti terus didorong agar menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan lingkungan, mulai dari orangtua sampai dengan lingkungan.”

Jakarta (wahidnews.com) – Pelaksana Harian (Plh) Gerakan Literasi Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wien Mulsian menyatakan, literasi di Indonesia berkembang dengan pesat.

“Literasi di Indonesia sangat berkembang pesat, dengan adanya teknologi, pengetahuan dan komunikasi bisa diakses dalam beragam bentuk dan dalam segala lini,” tuturnya kepada hidayatullah.com selepas kegiatan terkait kepedulian terhadap literasi di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Empat fokus dalam dunia literasi yang harus dikembangkan yaitu bersikap kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, serta “selalu menambah keterampilan,” jelas Wien.

Wien pun berharap agar masyarakat Indonesia merapatkan barisan untuk mengembangkan gerakan literasi menjadi gerakan bersama, tidak ada yang merasa hebat sendiri.

Diharapkan pula akses bacaan yang bermutu tersedia, serta ada kolaborasi dengan berbagai pihak, dan yang paling penting adalah menjadi teladan.

“Bagaimana bisa menjadi teladan literasi di lingkungan bersama, tapi harus dimulai dari keluarga dahulu,” terangnya.

Diketahui, kerja sama LotteMart-Laznas BMH, PT Pos Indonesia, Rabbit Hole, Asma Nadia Publishing, dan Kemdikbud, diselenggarakan kegiatan peduli literasi dengan tema “Donasi Buku: Bagi Buku-Bagi Ilmu” yang berlokasi di Kuningan City, Jakarta Selatan, kemarin.

Wien berharap, program literasi ini bisa menjadi inspirasi dan dukungan semangat bagi anak-anak Indonesia untuk gemar membaca.

“Gemar membaca menjadi salah satu kunci penting meningkatakan kecerdasan dan pengembangan budaya sosial sebuah masyarakat,” terang Wien.

Direktur Operasional laznas itu, Rama Wijaya menyatakan, sangat mendukung program gerakan literasi. Gerakan ini merupakan bagian untuk membangun paradigma lama menuju paradigma baru agar masyarakat lebih cerdas, berakhlak, dan berilmu.

“Gerakan cerdas literasi mesti terus didorong agar menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan lingkungan, mulai dari orangtua sampai dengan lingkungan,” ujar Rama berharap.* Zulkarnain [hidayatullah]