Pengamat: Ada Celah Data NIK dan KK untuk SIM Card Disalahgunakan

0
61
sim card

Jakarta (wahidnews.com) – Seorang Pakar Telekomunikasi yang bernama Ibnu Dwi Cahyono menjelaskan tentang kemungkinan adanya penyalahgunaan dari registrasi ulang SIM Card.  Data dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) bisa disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, ia meminta pada pemerintah supaya tidak main-main dengan data milik masyarakat itu.

“Ini tetap ada celah. Jadi kita harus memastikan kalau datanya masyarakat ini tidak boleh bocor. Jangan main-main! artinya gini, ini Dukcapil harus diamankan. Terus jangan sampai pihak kelurahan memperjualbelikan data KTP dan data KK warganya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (03/11).

Dijelaskan juga bahwa hal ini bisa menambah masalah karena negara ini belum punya undang-undang tentang perlindungan data pribadi. Padahal, undang-undang tersebut sudah dibahas sejak tahun 2008.

“Tetapi undang-undangnya belum selesai sampai sekarang. Paling enggak jika ada undang-undang perlindungan data pribadi, dan ada orang yang memperjualbelikan data supaya entah itu tanpa sepengetahuan dan persetujuan kita, itu dipidana,” tegasnya.

Meski ia mendukung langkah pemerintah ini, tetap ia berharap kepada masyarakat untuk tetap melakukan pengawasan. Bahkan, ia juga meminta kepada masyarakat untuk mengevaluasi pemerintah jika salah.

“Tapi prinsipnya kalau saya pribadi, selama temen-temen itu mendukung juga, nanti masyarakat mengawal. Awasi saja pemerintah jadi gak usah takut untuk mengkritisi pemerintah,” tukasnya. (kiblat)