Hukum Mengiyakan Permintaan Cerai dari Istri

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Berhati-hatilah dalam menanggapi permintaan cerai dari istri. Jangan gegabah dan terbawa emosi, sehingga terjadilah perceraian.

wahidnews.com – Dalam berumah tangga, ada kalanya sepasang suami istri mengalami ketidakharmonisan dan terjadilah pertengkaran diantara keduanya.

Ketika bertengkar, mungkin saja seorang istri membuat suatu permintaan yang sangat membahayakan kelangsungan rumah tangga. Misalnya si istri mengucapkan kalimat, “Ceraikan aku!”.  Karena sudah kesal dan pertengkaran sudah mencapai klimaknya, sang suamipun keceplosan dengan menjawab, “IYA” atas permintaan cerai dari istrinya itu.

Padahal bisa jadi mereka berdua akan akur kembali setelah bertengkar. Maka hati-hatilah menjaga lisan. Jangan sampai kata-kata yang terucap berakibat fatal.

Menanggapi jawaban sang suami yang mengiyakan permintaan cerai dari istrinya seperti cerita tersebut, apakah kalimat “IYA” dari sang suami mengakibatkan perceraian? Apakah telah jatuh talak?

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya perlu diketahui bahwa lafadz talak terdiri dari 2 bentuk lafadz :

  1. Lafadz talak Sharih (eksplisit/tegas)

Menurut Syaikh Sayid Sabiq rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Fiqh Sunah, disebut talak sharih jika sudah bisa dipahami maknanya dari ucapan yang disampaikan pelaku. Atau dengan kata lain, lafadz talak sharih adalah lafadz talak yang maknanya adalah perceraian.

Dalam hal ini Imam as-Syafi’i berkata, “Lafadz talak yang sharih intinya ada tiga yaitu: talak (arab: الطلاق), pisah (arab: الفراق), dan lepas (arab: السراح). Dan tiga lafadz ini yg disebutkan dalam Alquran.” (Fiqh Sunah, 2/253).

2. Lafadz talak Kinayah (implisit/tidak tegas)

Syaikh Sayid Sabiq rahimahullah mengatakan bahwa lafadz talak kinayah (tidak tegas) adalah lafadz yang mengandung kemungkinan makna talak dan bukan talak. Misalnya pulanglah ke orang tuamu, keluar sana.., jangan pulang sekalian.

Lebih lanjut beliau berkata, “Kalimat talak yang tegas statusnya sah tanpa melihat niat yang menjelaskan apa keinginan pelaku. Mengingat makna kalimat itu sangat terang dan jelas.” (Fiqh Sunah, 2/254)

Untuk cerita di atas termasuk talak sharih atau talak kinayah?

Dalam mazhab Syafi’i terdapat dua pendapat, sebagian menganggap talak sharih, dan sebagian lagi menganggap talak kinayah.

Yang menganggap talak sharih sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Minhaj Al-Tolibin :

ولو قيل له استخبارا أطلقتها فقال نعم فإقرار، فإن قال أردت ماضيا وراجعت صدق بيمينه، وإن قيل ذلك التماسا لإنشاء فقال نعم فصريح وقيل كناية .

Artinya: Apabila ditanyakan pada suami “Apakah kamu menceraikan istrimu” Suami menjawab, “Iya” maka itu dianggap ikrar (pengakuan). Apabila suami berkata, “Maksud saya itu dulu, dan sekarang sudah rujuk” maka ucapan suami dibenarkan dengan sumpah. Apabila hal itu dikatakan pada suami untuk kepastian, lalu suami menjawab, “Iya” maka hukumnya menjadi talak sharih, menurut pendapat lain dianggap talak kinayah.

Disebut sebagai talak kinayah seperti yang diungkapkan oleh Khatib Al-Syarbini dalam kitab Mughni Al-Muhtaj hal. 4/528. Beliau berkata :

( وقيل ) هو ( كناية ) يحتاج لنية لأن نعم ليست معدودة من صرائح الطلاق

Artinya: Ucapan “Iya” dianggap talak kinayah yang membutuhkan niat karena “iya” tidak dianggap talak sharih.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, jawaban sang suami yang mengiyakan permintaan talak dari sang istri tidak menimbulkan talak. Imam Ibnul Hammam dalam kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah 8/138 menyatakan :

ولو قاله ـ أي : نعم ـ في جواب طلقني لا تطلق وإن نوى، ولو قيل له ألست طلقتها فقال ( بلى ) طلقت أو (نعم ) لا تطلق والذي ينبغي عدم الفرق فإن أهل العرف لا يفرقون بل يفهمون منهما إيجاب المنفي

Artinya: Kalau suami mengatakan “Iya” sebagai jawaban dari (permintaan istri) “Ceraikan saya!”, maka tidak terjadi talak walaupun suami berniat talak. Apabila ditanyakan pada suami, “Bukankah kamu sudah menceraikan istrimu?” Lalu suami menjawab, “Iya, aku telah menceraikannya”, tidak terjadi talak karena para ahli tradisi (bahasa) tidak menganggap berpisah; mereka memahami ucapan itu sebagai menjawab pertanyaan negatif (nafi).

Wallahu a’lam bishowwab.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com