30.5 C
Jakarta
Tuesday, March 2, 2021

Layakkah Kita Menjadi Ahlul Jannah?

Must Read

Menyelamatkan Lingkungan, Buah Ketaatan Berharap Kerahmatan

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN, BUAH KETAATAN BERHARAP KERAHMATAN Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Bukan hanya membahas rencana...

Buah Tragedi Satu Abad Tanpa Khilafah, Institusi Keluarga dalam Belenggu Penjajah

Buah Tragedi Satu Abad Tanpa Khilafah, Institusi Keluarga dalam Belenggu Penjajah Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Pendidik) Sebagai...

Luluh Hati Dengan Kesantunan Nabi

Angin gurun yang gersang menjadikan udara Madinah mulai sejuk. Abu Abbas r.a seorang sahabat setia Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam...




Jika kita ingin menjadi ahlul jannah, maka salah satu amalannya adalah rajin membaca Al Qur’an. Membaca Al Qur’an adalah salah satu aktifitas yang bernilai pahala. Banyak dalil-dalil yang menyebutkan tentang fadhilah dari membaca Al Qur’an. Diantaranya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

Namun sayang, sebagian besar ummat Islam tidak bereaksi terhadap sabda Rasululah tersebut. Ada saja alasan untuk meninggalkan kegiatan qiro’atul Qur’an (Membaca Al Qur’an). Sebagian beralasan karena sibuk, dan sebagian lagi beralasan karena ga mood atau malas.

Mengapa ada rasa malas ketika hendak membaca Al Qur’an? Padahal Al Qur’an adalah satu-satuny mukjizat terbesar yang Allah kirimkan kepada kita untuk kita baca dan kita amalkan isinya.

Kita semua mengetahui akan kebesaran mukjizat Al Qur’an. Kita semua pasti juga mengetahui tentang besarnya fadhilah membaca Al Qur’an dan menghafalnya. Namun hati kita tidak juga patuh dan tergerak untuk menyambut fadhilah membaca, menghafal dan mempelajari Al Qur’an.

Hati kita terasa berat untuk beramal shalih karena dipenuhi kemunafikan. Wujud kita mungkin kelihatan Islami. Penampilan kita mungkin kelihatan seperti orang yang taat ibadah, namun nyatanya, membaca Al Qur’an saja terasa berat. Bagaimana kita bisa mengamalkan amal shalih yang lebih berat, sementara amalan yang ringan dan tidak butuh biaya atau tenaga yang besar saja kita tidak mampu.

Cobalah tanyakan pada diri kita masing-masing, apakah kita layak menjadi penduduk Jannah? Mampukah kita memberikan alasan kepada Allah supaya kita layak masuk Jannah? Memang ada banyak cara untuk menjadi Ahlul jannah, tapi setidaknya ini menjadi salah satu barometer kesuksesan kita menjadi seorang mukmin yang baik. Semoga Allah menolong kita dan menganugerahkan kepada kita keistiqomahan hingga akhir hayat kita. Amiin.

 

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Menyelamatkan Lingkungan, Buah Ketaatan Berharap Kerahmatan

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN, BUAH KETAATAN BERHARAP KERAHMATAN Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Bukan hanya membahas rencana...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x