Array

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Arakan – Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Seperti dilaporkan Al-Jazeera, Rabu (04/10), militer Myanmar mengosongkan satu desa penuh yang dihuni Muslim Rohingya di provinsi Arakan. Hal itu bertujuan mengeluarkan sisa-sisa warga Muslim yang tinggal di negara yang sebelumnya bernama Burma.

Menurut saksi mata, warga yang mayoritas anak-anak dan wanita itu dipaksa menempuh perjalanan jauh tanpa kendaraan menuju perbatasan Bangladesh. Selama perjalanan mereka dalam keadaan kemanusiaan yang sangat sulit.

Jumlah mereka sekitar 10.000 orang. Saat ini sudah berkumpul di salah satu titik di dekat pintu perlintasan ke Bangladesh untuk bergabung dengan ratusan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp di pinggiran negara tetangga itu.

Salah satu dari mereka, Rachida Bhagum (30), menceritakan sedikit perjuangannya bersama keluarganya, termasuk putri kecilnya, dan ribuan Muslim Rohingya lainnya. Setelah jalan kaki yang sangat jauh ke perbatasan Bangladesh, para pengungsi berkumpul di pinggiran Sungai. Kemudian kami menyeberangi Sungai Naf, yang memisahkan Myanmar dari Bangladesh.

Bhagum menuturkan, kampanye militer terbaru ini terjadi di saat pemerintah Myanmar mengatakan bahwa warga Rohingya akan aman jika mereka tetap berada di desa-desa mereka.

“Tentara mendatangi setiap rumah dan memerintahkan kami untuk pergi,” katanya kepada AFP.

“Mereka bilang mereka tidak akan menyerang kita, tapi akhirnya mereka mengusir kita dan membakar rumah kita,” imbuhnya.

Pengungsi lainnya yang merupakan wanita muda, Sumaya Bibi, menggambarkan bagaimana lebih dari 1.000 warga sipil bersembunyi di tepi sungai Senin malam untuk menghindari pantauan militer Bangladesh.

Bibi menjelaskan bahwa mereka telah tiba di Bangladesh menggunakan sepuluh kapal kayu untuk melintasi Sungai Naf ke pantai terpencil di Bangladesh.

Militer menyerang kampung halaman mereka pada Jumat lalu. Mereka harus berjalan kaki selama beberapa hari menembus ribunnya hutan di perbatasan.

Pada 30 September, lebih dari setengah juta Muslim Rohingya tercatat meninggalkan kampung halaman mereka setelah militer Myanmar dan ekstremis Budha meluncurkan kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya. Di tengah jumlah mereka yang terus meningkat, Bangladesh mengumumkan pihaknya sudah menampung antara 4.000 dan 5.000 pengungsi dari Arakan.

[Al-Jazeera/kiblat]

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com