Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Jejali Perbatasan Bangladesh

0
88
rohingya

Arakan – Di tengah semakin meredupnya isu kemanusiaan minoritas Muslim Rohingya, militer Myanmar kembali mengusir puluhan ribu etnis yang disebut PBB paling tertindas di dunia itu dari kampung halaman mereka. Dilaporkan warga satu desa harus mengungsi ke Bangladesh setelah militer menyerbu kampung mereka.

Seperti dilaporkan Al-Jazeera, Rabu (04/10), militer Myanmar mengosongkan satu desa penuh yang dihuni Muslim Rohingya di provinsi Arakan. Hal itu bertujuan mengeluarkan sisa-sisa warga Muslim yang tinggal di negara yang sebelumnya bernama Burma.

Menurut saksi mata, warga yang mayoritas anak-anak dan wanita itu dipaksa menempuh perjalanan jauh tanpa kendaraan menuju perbatasan Bangladesh. Selama perjalanan mereka dalam keadaan kemanusiaan yang sangat sulit.

Jumlah mereka sekitar 10.000 orang. Saat ini sudah berkumpul di salah satu titik di dekat pintu perlintasan ke Bangladesh untuk bergabung dengan ratusan ribu pengungsi Rohingya di kamp-kamp di pinggiran negara tetangga itu.

Salah satu dari mereka, Rachida Bhagum (30), menceritakan sedikit perjuangannya bersama keluarganya, termasuk putri kecilnya, dan ribuan Muslim Rohingya lainnya. Setelah jalan kaki yang sangat jauh ke perbatasan Bangladesh, para pengungsi berkumpul di pinggiran Sungai. Kemudian kami menyeberangi Sungai Naf, yang memisahkan Myanmar dari Bangladesh.

Bhagum menuturkan, kampanye militer terbaru ini terjadi di saat pemerintah Myanmar mengatakan bahwa warga Rohingya akan aman jika mereka tetap berada di desa-desa mereka.

“Tentara mendatangi setiap rumah dan memerintahkan kami untuk pergi,” katanya kepada AFP.

“Mereka bilang mereka tidak akan menyerang kita, tapi akhirnya mereka mengusir kita dan membakar rumah kita,” imbuhnya.

Pengungsi lainnya yang merupakan wanita muda, Sumaya Bibi, menggambarkan bagaimana lebih dari 1.000 warga sipil bersembunyi di tepi sungai Senin malam untuk menghindari pantauan militer Bangladesh.

Bibi menjelaskan bahwa mereka telah tiba di Bangladesh menggunakan sepuluh kapal kayu untuk melintasi Sungai Naf ke pantai terpencil di Bangladesh.

Militer menyerang kampung halaman mereka pada Jumat lalu. Mereka harus berjalan kaki selama beberapa hari menembus ribunnya hutan di perbatasan.

Pada 30 September, lebih dari setengah juta Muslim Rohingya tercatat meninggalkan kampung halaman mereka setelah militer Myanmar dan ekstremis Budha meluncurkan kampanye pembersihan etnis Muslim Rohingya. Di tengah jumlah mereka yang terus meningkat, Bangladesh mengumumkan pihaknya sudah menampung antara 4.000 dan 5.000 pengungsi dari Arakan.

[Al-Jazeera/kiblat]