Hukum Mencabut Uban

0
172
hukum mencabut uban

Di usia senja, sudah sewajarnya kalau rambut kita akan memutih. Rambut yang mulai memutih itu disebut uban. Semakin tua usia, semakin banyak ubannya. Itulah fase kehidupan yang pasti dilewati oleh setiap manusia, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)

Dengan rambut yang memulai memutih, kadang ada diantara kita yang belum siap menerimanya. Belum siap memiliki penampilan rambut gaya baru yang diberikan oleh Allah. Sehingga ada yang ingin mengubah warna rambutnya dengan warna hitam atau warna lain dengan semir rambut.

Ada rasa malu atau gengsi dan sulit menerima kenyataan bahwa usianya sudah mulai menua dengan warna rambut yang mulai memutih atau beruban.

Sebaiknya tak perlu gengsi dengan rambut yang beruban. Karena semua orang pasti akan mengalaminya.

Ketika rambut kepala sudah mulai ada ubannya, sebaiknya jangan dicabut karena uban sebenarnya adalah cahaya bagi orang mukmin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة

“Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban –walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kemudian dalam hadits lain dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.”

(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Hukum Mencabut Uban

Bolehkah mencabut rambut yang sudah beruban? Mengenai hal ini para ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa mencabut uban adalah makruh. Namun ada para ulama yang mengharamkan mencabut uban yaitu uban yang tumbuh di wajah dan jenggot.

Larangan mencabut uban yang tumbuh di wajah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لعن الله الربا و آكله و موكله و كاتبه و شاهده و هم يعلمون و الواصلة و المستوصلة و الواشمة و المستوشمة و النامصة و المتنمصة

“Allah melaknat riba, pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkannya (nasabah), orang yang mencatatnya (sekretaris) dan yang menjadi saksi dalam keadaan mereka mengetahui (bahwa itu riba). Allah juga melaknat orang yang menyambung rambut dan yang meminta disambungkan rambut, orang yang mentato dan yang meminta ditato, begitu pula orang yang mencabut rambut pada wajah dan yang meminta dicabut.”

(Diriwayatkan dalam Musnad Ar Robi’ bin Habib. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Wallahu a’lam bish showwab.