Adakah Hukum Karma dalam Islam?

0
215
karma dalam islam

Ibu-ibu yang sering nonton film India pasti sering mendengar istilah hukum karma. Karena film India berlatar keagamaan Hindu, jadi wajar kalau kadang muncul istilah hukum karma dalam film-film bolywoodnya.

Istilah hukum karma tidak dikenal di dalam Islam. Istilah tersebut hanya ada diajaran agama Hindu dan Budha. Apakah yang dimaksud dengan karma? Karma adalah segala perbuatan yang dilakukan akan memiliki akibat pada pelaku di masa selanjutnya. Tindakan buruk saat ini akan berakibat keburukan di masa datang. Begitu juga sebaliknya, perilaku baik akan berakibat kebaikan.

Di dalam kitab Abhidamma disebutkan bahwa setiap impresi rasa, yakni seluruh perilaku manusia, dapat dianggap sebagai akibat dari karma. Dalam doktrin ini, apabila seseorang terlahir sebagai orang miskin, maka itu terjadi karena akibat perilaku orang tersebut pada kehidupan sebelumnya.

Itu artinya, kehidupan manusia di dunia itu bukan hanya sekali tetapi berulang-ulang. Atau bisa disebut dengan istilah reinkarnasi. Dan karma sangat erat kaitannya dengan keyakinan reinkarnasi.

Karma menurut ajaran Islam

Sebagaimana dikatakan pada paragraf awal artikel ini, Islam tidak mengenal istilah karma, namun hanya mengenal doktrin sebab akibat. Karma itu erat kaitannya dengan keyakinan reinkarnasi, sementara doktrin sebab akibat di dalam Islam sama sekali tidak ada hubungannya dengan reinkarnasi. Islam tidak mengenal reinkarnasi, karena manusia hanya hidup sekali di dunia.

Islam mengajarkan doktrin sebab akibat yang memang sepintas mirip dengan karma. Akibat dari perbuatan manusia terkadang akan dirasakan di dunia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam QS Ar-Rum 30:41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam QS As-Sajdah 32:21 Allah berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Namun, mayoritas balasan dari perbuatan kita akan terjadi di akhirat, pada kehidupan setelah mati. Tepatnya setelah kiamat tiba. Wallahu a’lam bish showwab.