Facebook Akan Mempekerjakan 3000 Orang Untuk Menghapus Video Kekerasan

0
83
pemilik facebook

Wahidnews.com – Facebook akan mempekerjakan 3.000 pekerja yang ditugaskan untuk menghapus video-video kekerasan dari facebook, kata perusahaan tersebut pada hari Rabu.

Pengumuman tersebut menyusul adanya serangkaian insiden yang menyedihkan dimana video pembunuhan, bunuh diri dan serangan seksual diunggah di situs media sosial, dengan sebagian besar kekerasan tayangkan secara real time ke pemirsa melalui Facebook Live.
Di bulan Maret ada sekitar 40 orang menyaksikan secara live video pemerkosaan enam remaja terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di Chicago secara brutal.

Pada bulan April, seorang pria Cleveland mengunggah video dirinya yang menembak seorang kakek yang berusia 74 tahun. Segera setelah itu, seorang pria di Thailand juga mengunggah video dirinya yang membunuh anak perempuannya sendiri sebelum melakukan bunuh diri.

Banyak video tersedia secara online selama hampir 24 jam sebelum Facebook menemukannya dan menghapusnya dari situs. Facebook telah banyak memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi posting semacam itu, namun para kritikus mengatakan bahwa usaha otomatis tersebut telah gagal.

“Jika kita akan membangun komunitas yang aman, kita perlu segera merespons,” CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan pada hari Rabu di sebuah pos di Facebook.

“Kami berupaya agar video semacam itu mudah dilaporkan sehingga kami dapat segera melakukan tindakan yang benar, berupa respon yang cepat saat seseorang membutuhkan bantuan atau mencatatnya.”

Maraknya kekerasan yang difilmkan menyebabkan krisis bagi Facebook, sehingga tren yang mengerikan tersebut wajib segera dihentikan.

“Kami akan mempermudah sistim pelaporan masalah kepada kami, lebih cepat bagi pengulas kami untuk menentukan pos mana yang melanggar standar kami dan memudahkan mereka untuk menghubungi petugas penegak hukum jika ada yang memerlukan bantuan,” kata Zuckerberg.

“Karena ini tersedia, mereka harus membantu membuat komunitas kita lebih aman.”

Facebook tidak menjelaskan apakah para pekerja tersebut akan bekerja dari kantor pusat Facebook di California atau jika pekerjaan tersebut akan diserahkan ke kontraktor di negara lain. (worldbuletin/WN)