Tiga Rahasia Suami yang Jarang Diketahui Istri

2
840
keluarga bahagia

Tiga rahasia suami yang jarang diketahui istri

Mengapa di zaman sekarang tak sedikit terjadi pertikaian atau perselingkuhan dalam rumah tangga?

Tujuan pembangunan rumah tangga adalah untuk lebih dekat kepada Allah Azza Wajalla. Sebuah rumah tangga yang diawali dengan kemaksiatan pasti tidak akan pernah tenang rumah tangganya. Bagaimana mungkin dalam menjalankan ibadah sebagai bekal pahala tapi malah memulainya dengan perbuatan yang dilarang oleh Allah?

Marilah bermuhasabah dan bertaubat pada-Nya. Semoga Allah memberikan ketenangan dan juga kasih sayang dalam rumah tangga kita. Aamiin.

Ada beberapa sebab yang jarang diketahui para istri mengapa seorang suami tidak bisa menjaga pandangannya atau mungkin lebih suka jajan di luar daripada makan bersama keluarga. Di antara penyebabnya adalah sebagai berikut :

1. Penuhilah kebutuhan matanya.

Bagi seorang lelaki apa yang dilihat oleh matanya adalah sesuatu yang penting. Dalam sebuah hadits yang berbunyi:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya; siapakah wanita yang paling baik? Beliau menjawab: “Yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, taat jika diperintah suaminya dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya.” (HR. An Nasa’i, shahih).

Menyenangkan jika dipandang suami bukanlah semata soal kecantikan fisik. Tetapi ini lebih pada inner beauty; kecantikan yang bersumber dari dalam jiwa. Wajahnya memancarkan aura keteduhan karena sering kena air wudhu, dan semakin indah dengan senyum saat bertemu suami. Ada pancaran keikhlasan di wajahnya, ada pancaran rasa syukur hidup sebagai istri bagi suaminya. Wajah yang tersenyum dan memancarkan keteduhan inilah yang menyenangkan suami. Sebaliknya, semahal apa pun make up seorang istri, ia takkan menyenangkan jika selalu cemberut, suka berkeluh kesah dan marah-marah.

Jangan kau pikir berhias depan suami itu tidak perlu. Bahkan sangat dibutuhkan demi mewujudkan kecantikan diatas kecantikan, agar suami semakin sayang dan lebih menjaga pandangan.

2. Penuhilah kebutuhan perutnya

Hak seorang suami termasuk di dalamnya mendapatkan pelayanan memuaskan dalam hal makanan.
Kenalilah makanan makanan yang menjadi favorit suami dan yang tidak di sukai. Tanyakan apa yang ingin suami makan sebelum kau memasakkannya.

Jika suami ingin menu A, dan besok A seterusnya A, Anda tak perlu marah dan menyelisihinya. Tak jarang terjadi pertengkaran, hanya karena istri tidak setuju dengan menu yang diinginkan suami.

Apa salahnya dituruti saja dan sajikanlah dengan penuh cinta dan keikhlasan.
Akan ada masanya suami meminta menu yang berbeda.

Jadi, masalah sepele seperti ini kadang membuat keributan dan pertengkaran yang hanya menjadikan setan bertepuk tangan kegirangan.

3. Penuhilah kebutuhan biologisnya

Bagi setiap lelaki kebutuhan biologis ini sangat besar dan berbeda dari wanita.
Oleh karenanya ada kelebihan kelebihan sendiri bagi seorang lelaki yang juga Allah jelaskan dalam firman-Nya.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّه…

“Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) di atas sebagian yang lain (kaum wanita) dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…”. (An-Nisa: 34)

Seorang istri harus memenuhi ajakan suaminya bagaimanapun keadaannya. Sampai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ.

“Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya [1], tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.”

Usahakanlah mematuhi dan melayani suami dengan sepenuh hati sebagai bekal pahala surgamu. Keinginan seorang suami yang ini, tidak dapat ditunda dan ditolaknya, kecuali jika sang istri memang sedang udzur.

Percantiklah diri sebelum tidur, buatlah kesan bahwa kau yang menginginkannya untuk memenuhi apa yang suami butuhkan.

Insya Allah jika seorang istri telah memahami betul tiga hal ini, seandainya seorang suami dilepaskan ke kandang singa sekalipun, dia tetap tidak akan tergoda.

Bantulah suami untuk menjaga diri yang haram, salah satunya dengan cara membuat ia merasa hak-haknya sudah terpenuhi oleh yang serba halal baginya.

Hadza Wallahu A’lam Bisshowab.

Ditulis oleh : Anggun Ayu Suryani