Tertunda dan Terlupa

1
259
menunda-nunda waktu

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu (dalam) kerugian.”

Manusia yang merugi dari kurun waktu ke waktu adalah manusia yang suka menunda-nunda. Menunda dalam hal apa saja yang sifatnya amal kebaikan. Menunda mengamalkannya meski itu telah terbesit dalam hati, lagi-lagi karena kemalasan atau karena buaian waktu yang lapang, kondisi yang masih sehat, serta alasan lain yang terus melenakannya. Hingga ia tertunda dan terlupakan.

Bukankah sangat jelas bahwa “manfaatkan waktu lapangmu sebelum waktu sempitmu” dan “gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu”?

Dua perkara tersebut adalah rambu-rambu yang disinyalir untuk kita manusia agar tidak suka menunda-nunda. Menunda-nunda bukanlah sifat jiwa yang sukses, karena kesempatan dan peluang belum tentu ada untuk yang kedua kalinya. Sedangkan, jatuh pada lubang yang sama bisa akan terjadi lagi, lagi dan lagi. Jatuh pada lubang buaian angan-angan untuk menunda-nunda.

“Ahh, nanti saja. Nanti juga masih ada waktu.” Seolah ia lupa nanti belum tentu waktu berpihak kepadanya.

Allah dalam surat Al Insyirah juga mengingatkan untuk tidak menunda. “Setelah kamu selesai dari pekerjaanmu, maka kerjakanlah pekerjaanmu yang lain/berikutnya.” Artinya, efektif dan efisienlah dalam memanfaatkan waktu!

Ulama besar Hassan Al-Banna pernah berucap. “Seandainya aku bisa membeli waktu para pengangguran itu, maka akan aku beli!” Karena beliau masih membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan urusan-urusannya.

Kita? Berapa banyak waktu yang terbuang dan tak terpakai efektif oleh kita? Setiap kita memiliki waktu yang sama 24 jam sehari semalam. Pernah dengar berapa waktu yang kita pakai untuk tidur jika jatah usia kita 60 tahun? Jika selama 60 tahun sehari semalamnya 24 jam, kita ambil 8 jamnya untuk tidur. Maka, kurang lebih selama 20 tahun waktu yang kita pakai untuk tidur. Hanya untuk tidur! Sekali lagi, hanya untuk tidur saja!

Untuk itu, ayo bangunlah, bangkitlah dari tidurmu! Jadilah diri pribadi yang Rabbani. Bertaubatlah, sungguh-sungguh! Sekarang! Sekarang! Selagi sekarang masih ada usiamu kerjakanlah sekarang. Jangan tunda nanti karena waktu tak menunggumu menanti.

Jalan hijrah itu panjang, maka melangkahlah, jangan diam ditempat. Jangan ditunda atau kau akan menyesal selamanya. Berapa banyak manusia di alam kubur merintih bertaubat di alamnya? Minta dihidupkan barang sehari untuk beribadah dan bertaubat pada-Nya. 

Genggamlah waktu, maka dunia dalam genggamanmu! Jika tidak, bersiaplah kau akan ditebas oleh waktumu, dan tergilas zaman. Hingga kaulah yang terlupakan, dan waktu terus berjalan tanpa henti. Meski sampai kau mati ia tak kan pernah kembali untukmu lagi. Tinggallah penyesalan yang akan membersamai.

Ditulis oleh : Laila Husna