Jangan Menyerah!

0
173
jangan menyerah

Sembilan bulan lebih saya mencari pekerjaan. Dari lokasi yang dekat, hingga yang tak pernah terbayangkan sebelumnya —karena terlalu jauhnya. Entah berapa kali saya nyaris menyerah. Jika bukan karena Allah, mungkin sudah di kali keberapa, saya berhenti berusaha.

Allah-lah sumber kekuatan utama saya. Bahkan beberapa kali, dalam munajat kepada-Nya, saya hanya berkata lirih, “Entah di kali berapa usaha hamba baru membuahkan hasil, Ya Allah. Entah harus beberapa kali lagi kegagalan demi kegagalan harus hamba lalui. Tapi hamba mohon dengan sangat, sertailah selalu langkah hamba. Jangan pernah biarkan hamba sendirian dalam menghadapi semua ini. Aamiin.”

Berdiam diri di rumah tanpa pemasukan sama sekali selama sembilan bulan, benar-benar menjadi ujian tersendiri bagi saya. Pasalnya sejak mulai bekerja 2007 lalu, kurun waktu terlama saya menganggur itu hanya dua bulan saja! Jadi ketika memasuki enam bulan belum juga diterima di perusahaan manapun, tentu beberapa kali saya didera perasaan galau dan khawatir. Padahal saat itu bisa dikatakan, segala kebutuhan finansial saya toh masih terpenuhi dengan baik. 

Namun, demi melihat uang tabungan yang tiap hari semakin menipis, rasa khawatir itu pun tak jarang menyapa, “Bagaimana jika nanti uang tabungan saya benar-benar habis? Bagaimana nanti saya akan membayar kebutuhan sehari-hari?”

Dzikrullah! Itu kuncinya.

Sebisa mungkin saya menguatkan diri sendiri dengan mengingat kebesaran Allah. Betapa Allah itu Maha Kaya! Betapa Allah itu Maha Pemberi Rezeki! Mengapa saya yang masih serba sehat ini harus begitu khawatir, sementara cacing dalam tanah pun, sudah dijamin rezekinya oleh Allah! 

Saya terus berusaha mengeja hikmah apa di balik menganggurnya saya ini. Entah apakah ini bentuk ujian atau justru teguran dari Allah, yang disebabkan dari dosa-dosa saya di masa lampau? Perihal ikhlas, biarlah Allah yang menilai. Sebagai manusia, saya hanya diberikan kapasitas untuk mencoba menerima dan berdamai dengan takdir, sambil terus berusaha pastinya! 

Di bulan delapan, saya sempat bermasalah ketika interview, karena saya belum memiliki SIM untuk mengendarai motor ke tempat bekerja. Bukannya saya tak pernah berusaha, lebih dari lima kali saya mencoba ikut ujian praktik, namun selalu gagal. 

Di Pebruari 2017 ini, kesulitan demi kesulitan Allah gugurkan satu per satu. Seminggu sebelum saya dinyatakan diterima di salah satu perusahaan, di kali keduabelas saya ikut ujian SIM pun, saya dinyatakan lulus! Alhamdulillah! Fabiayyi aalaaa irobbikumaa tukadzzibaan? Sekarang saya tak perlu takut lagi terkena razia atau ditilang saat sedang berkendara.

Dan keberhasilan lainnya pun mengiringi. Saya diterima di salah satu perusahaan asing yang beberapa tahun lalu ketika mendengar atau melihat namanya, sempat membuat saya membatin, “Kayaknya enak kalo kerja di PT. X?”

Lagi, Allah tangkap doa-doa saya dan doa orang tua saya tentunya. Betapa ibu saya memang lebih meridhai anak-anaknya bekerja di daerah Bekasi, Cibitung dan Cikarang daripada daerah Jakarta atau lebih jauh dari sana. Sederhana saja alasan beliau, jarak. Kasihan pada anaknya kalau kerja jauh-jauh. Dan kini, apa yang ibu saya inginkan, Allah wujudkan di saat yang tepat.

Duhai, Para Pembaca! Jangan pernah menyerah. Yakinlah selalu bahwa selama keinginan atau niat kita itu benar dan baik, kemungkinan besar Allah pasti akan mengabulkannya! Jika tidak, Allah pasti akan menggantikan ia dengan yang lebih baik! Yang saya tuliskan ini bukan omong kosong. Bukan sederet kata-kata mutiara indah. Tapi yang saya tuliskan ini adalah sebuah kenyataan yang saya alami sendiri. Saya jalani sendiri.

Teruslah berusaha semampu diri ini. Berdoa dengan khusyuk lagi ikhlas. Lalu untuk masalah hasil, serahkan pada Allah. Percayakan sepenuhnya pada satu-satunya Dzat yang tak pernah mengecewakan dan mengingkari janji-Nya! Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Ditulis Oleh : Newisha Alifa

Bekasi, 12 Jumadil ‘Ula 1438H