Alasan Rasulullah Saw Mengucapkan “Ghufronaka” Ketika Keluar Dari Kamar Kecil

0
1319
kamar kecil

Wahidnews.com – Islam adalah agama yang sempurna. Apapun aktifitas yang kita lakukan, pasti ada aturannya dalam syariat Islam. Termasuk urusan ke kamar kecil (WC), di dalam Islam diajarkan adab-adab ke WC.

Untuk urusan ke kamar kecil (WC), kita bisa belajar adab-adabnya dengan meneladani Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits beliau.

Dan pembahasan kita kali ini tidak mengupas adab-adab ke kamar kecil (WC) secara keseluruhan, namun hanya akan meyingkap hikmah dari salah satu kebiasaan atau teladan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar dari kamar kecil (WC).

Ketika keluar dari kamar kecil (WC), Rasulullah Sholallahu ‘laihi wa sallam biasa menggunakan kaki kanan seraya berdoa, “Ghufraanaka” yang artinya ;Aku mohon ampunan-Mu, Ya Allah.

Doa tersebut sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ غُفْرَانَكَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).”[HR. Abu Daud no. 30, At Tirmidzi no. 7, Ibnu Majah no. 300, Ad Darimi no. 680].

Mengapa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam mohon ampun (istighfar) ketika keluar dari kamar kecil(WC) ?

Untuk mengetahui hikmahnya mari kita simak penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berikut ini :

“Kenapa seseorang dianjurkan mengucapkan “ghufronaka” selepas keluar dari kamar kecil, yaitu karena ketika itu ia dipermudah untuk mengeluarkan kotoran badan, maka ia pun ingat akan dosa-dosanya. Oleh karenanya, ia pun berdoa pada Allah agar dihapuskan dosa-dosanya sebagaimana Allah mempermudah kotoran-kotoran badan tersebut keluar.” (Majmu’ Fatawa wa Rosail Al ‘Utsaimin, 11/107)

Dalam kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Dawud 1/33-34 juga dijelaskan mengenai alasan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memohon ampun kepada Allah ketika keluar dari WC. Yaitu mengandung beberapa makna:

Pertama, karena beliau tidak berdzikir kepada Allah sewaktu buang air. Padahal beliau senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saatnya. Beliau menganggap bahwa meninggalkan dzikir pada saat itu perlu diganti dengan banyak melakukan kebaikan dan yang beliau contohkan adalah bersegera istighfar ketika keluar dari WC.

Kedua, maknanya adalah beliau bertaubat dari kelemahannya dalam menyukuri nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Allah telah memberinya makan, lalu memudahkan beliau mencernanya, lalu memudahkan kotoran keluar darinya. Karenanya beliau merasa syukur beliau masih sangat sedikit dibandingkan nikmat ini, makanya beliau segera beristighfar. (Lihat Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Dawud 1/33-34)

Kemudian Imam ash Shan’ani menyimpulkan, boleh jadi istighfarnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari kedua-duanya.

Pengarang kitaan Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at Tirmidzi berkata: “kekuatan manusia itu amatlah terbatas untuk mensyukuri nikmat yang dicurahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berupa makanan, minuman, dan pengaturan zat makanan di dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan sampai akhirnya dikeluarkan sisanya dari tubuh. Oleh karena itu, sepantasnya seorang hamba memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pengakuan akan kekurangan tersebut dari apa yang sepatutnya. (Tuhfatul Ahwadzi, 1/42). Wallahu a’lam bishowwab.

By : ilham