Zona Nyaman yang Melenakan

0
278
zona nyaman

Sahabat, pernahkah kita merasa sedang berada pada zona nyaman?

Ketika hidup terasa di ambang sempurna dan semua kebutuhan kita dengan mudah terpenuhi. Keluarga yang bahagia, teman-teman yang baik, keuangan yang lebih dari cukup, kebahagiaan yang senantiasa menghampiri, dan perihal-perihal lain yang membuat hidup rasanya terlalu nyaman hingga kita cenderung terlena dalam fase itu.

Berdasarkan survei yang penulis lakukan pada beberapa responden, kebanyakan dari mereka mengatakan topik ini cukup riskan untuk benar-benar diterapkan. Tujuh dari sepuluh orang yang ditanyakan pendapatnya mengenai zona nyaman dalam hidup mengatakan bahwa kenyamanan yang ada di dalamnya memang membuat diri tak ingin beranjak lagi untuk membuat inovasi dan perubahan-perubahan baru. Padahal, seperti gadget yang berbaterai, semangat kita pun perlu dicharge untuk terus melakukam perubahan ke arah yang positif agar dapat membentuk kualitas diri yang lebih baik lagi.

Jika kita hubungkan dengan kisah inspiratif mengenai pentingnya untuk berinovasi, kisah dari brand nokia berikut ini dapat kita jadikan insiprasi untuk terus melakukan perubahan.

Semua orang tentu telah mengenal brand nokia bukan? Salah satu perusahaan handphone yang sangat berjaya pada eranya dulu ini menjadi produsen telepon genggam dengan penjualan yang sangat hebat. Nokia bahkan dijuluki sebagai hp sejuta umat pada saat itu, karena begitu banyak pengguna yang berminat. Namun, beberapa tahun belakangan, brand ini seperti redup dan bahkan punah sebab tak lagi berinovasi.

Ketika nokia resmi mundur dari panggung bersejarah pada saat jumpa pers, CEO Nokia, Jorma Ollila mengumumkan persetujuan akuisisi pada microsoft terhadap nokia. Jorma Ollila mengatakan kalimat terakhirnya, “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tetapi kami tidak tahu kenapa kami kalah.”

Saat melakukan pertemuan terakhir jumpa pers mereka, Jorma Ollila bersama-sama dengan puluhan eksekutif Noki. Mereka pada saat itu tidak tahan meneteskan air mata mereka saat merenungkan keadaan yang menimpa perusahaan mereka, hingga bisa terjadi begini.
Sahabat, Nokia memang tidak melakukan kesalahan.

Bukannya produk mereka kurang bagus, bukan pula karena ada permainan belakang oleh karyawan-karyawannya. Namun, mereka terlalu terlena dengan zona nyaman. Ketika pesaing dan produsen produk-produk lain terus melakukan riset dan berinovasi dalam menciptakan gadget yang lebih canggih dan up to date dengan zaman, nokia masih tenang dengan ponsel symbiannya. Kurang inovatif dan kreatif dalam menciptakan perubahan baru. Mereka memang tidak melakukan kesalahan, tetapi dunia yang memang berkembang semakin pesat membuat ketertinggalan itu akan semakin jauh jika kita masih diam di tempat. Begitupun dengan manusia.

zona nyaman bikin terlenaAda beberapa poin yang dapat diambil dari kisah di atas. Pertama, jika kita terus berdiam di tempat dan terlalu nyaman dengan keadaan yang ada saat ini, maka kita akan terkalahkam oleh banyak pesaing-pesaing yang lebih hebat dan kita pun akan tertarik mundur jauh ke belakang.

Kedua, jangan bosan untuk terus belajar hal-hal baru dan ilmu baru yang masih banyak belum kita ketahui. Proses pembentukan pribadi yang baik dan berkualitas memang tak mudah, karenanya, jangan berhenti untuk terus berpikir kreatif dan inovatif dalam kehidupan ini.

Ketiga, jangan cepat puas dengan apa yang telah kita capai hari ini. Dunia bisa berkembang seratus kali lebih cepat daripada apa yang kita pikirkan. Jika kita merasa telah hebat di satu titik dan tak ingin lagi mengupgrade kemampuan diri, maka apa yang telah kita capai di masa ini pun akan cepat hilang dan tenggelam dari peredaran.

Keempat, tidak akan ada yang benar-benar lebih kuat selain dorongan dari diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Motivasi, tekad kuat untuk maju, ketekunan, dan kerja keras untuk melewati banyak tantangan yang akan membuat diri kita kuat dan bisa tetap bermanfaat bagi orang banyak.

Kelima, pandai-pandailah menjadikan setiap peristiwa dan pengalaman yang terjadi dalam keseharian kita sebagai pembelajaran baru yang dapat diambil hikmah dan manfaatnya sebagai acuan pengembangan diri yang lebih baik lagi. Jangan sampai hari-hari kita lewat dan mengalir begitu saja tanpa ada pembelajaran dan ilmu baru yang bisa kita ambil.

Sahabat, karena alasan-alasan di atas, maka bangkitlah dari zona nyaman kita mulai sekarang. Jangan cepat puas dengan apa yang telah kita capai. Masih banyak ilmu-ilmu baru yang harus dikenal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berkualitas lagi. Teruslah berinovasi dengan melakukan perubahan-perubahan baru ke arah yang positif. Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah untuk masa depan dan berikan yang terbaik.
Hamasah lillah!

Ditulis oleh Aannisah Fauzaania
Palembang, Safar 1438 H.