Urgensi Tarbiyah Bagi Muslimah

0
530
tarbiyah muslimah

Tarbiyah merupakan suatu poin yang sangat penting bagi perkembangan kemajuan di semua aspek. Dengan proses tarbiyah yang baik, suatu agama dan bangsa dapat terus memberdayakan masyarakatnya agar menjadi orang-orang yang bermanfaat.

Proses tarbiyah diri yang didapat melalui belajar di sini tak hanya mengenai belajar ilmu dunia yang biasa kita pelajari di sekolah atau universitas umum selama ini, namun lebih pada pendidikan secara menyeluruh untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan religius.

Apakah Tarbiyah Itu?

Abdurrahman-Nahlawi (1989) menyatakan bahwa menurut kamus bahasa Arab, lafal at-Tarbiyah berasal dari tiga kata; (1) rabba yarbu ribaan, artinya bertambah dan tumbuh; (2) rabiya yarba dengan wazan khafiya yakhfa, artinya menjadi besar; dan (3) rabba yarubbu dengan wazan madda yamuddu, yang artinya memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, menjaga dan memelihara.

Sedangkan menurut kamus Bahasa Arab-Indonesia karya Prof. DR. Mahmud Yunus karta rabba yarubbu robban artinya mengasuh, memimpin.

Alasan mengapa pembelajaran dan pendidikan ini begitu penting, di antaranya ialah pendidikan merupakan suatu tonggak utama pembangunan peradaban. Semakin banyak ilmu yang dimiliki dan diamalkan, maka semakin baik pula pola pikir masyarakat tersebut untuk membangun agama dan bangsanya. Di sisi lain, dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 yang pertama kali diturunkan Allah pun, isinya menyangkut tentang pendidikan; iqro’ yang artinya bacalah. Sebegitu pentingnya, konsep tarbiyah telah dianjurkan sejak ribuan tahun lalu, bahkan di ayat-ayat awal diturunkannya Al-Qur’an.

Sejak zaman emansipasi berlangsung, konsep tarbiyah tak hanya ditekankan untuk lelaki. Perempuan pun dianjurkan untuk terus belajar dan mencari ilmu. Muslimah pun harus cerdas, pandai memilah mana yang baik dan kurang baik, pandai menempatkan diri di banyak posisi, dan dapat diandalkan di berbagai persoalan. Selama masih dalam koridor yang baik, mengapa tidak?

Urgensi Tarbiyah bagi Muslimah

Urgensi pertama, hakikatnya manusia adalah makhluk yang mudah lupa. Sebab manusia adalah makhluk yang mudah lupa, maka secara otomatis akan ada banyak ilmu-ilmu yang telah kita pelajari kemudian melayang dan pergi dari fikiran. Karenanya, penting bagi kita agar lebih rajin mentarbiyahi diri. Belajar lebih banyak lagi dari murabbi, membaca lebih banyak buku, agar kualitas diri dapat terus bertahan, bahkan jika mungkin dibuat semakin meningkat.

Kedua, iman manusia yang cenderung naik turun. Jika dianalogikan dengan Handphone yang butuh charge listrik agar dayanya penuh kembali, iman dan jiwa kita pun butuh asupan nutrisi agar bisa menguatkan diri lagi. Cara untuk menambah asupan nutrisi iman ini salah satunya adalah dengan tarbiyah.

Ketika dalam suatu lingkaran tarbiyah biasanya kita berkumpul dengan saudara-saudari yang memiliki tujuan sama ingin mendapat ridha Allah, maka insya Allah iman dan motivasi kita pun secara tidak langsung telah dikuatkan.

Ketiga, muslimah adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. Ya, muslimah merupakan madrasah pertama, guru pertama, dan pendidik pertama bagi anak-anaknya nanti. Ketika seorang muslimah menjadi seorang ibu dan melahirkan generasi-genarasi penerus jihad kelak, maka ia akan langsung berperan dalam proses perkembangan dan pembentuk kepribadian putra-putrinya.

Ada lebih banyak hal yang akan ditiru anak-anak dari lingkungan rumahnya sendiri daripada sumber lain di luar. Oleh karena itu, seorang ibu tentu saja harus pandai mencari ilmu dan tak pernah bosan untuk ditarbiyahi agar kelak ilmu yang ditransfer pertama kali ke anak-anaknya pun akan lebih berkualitas.

Keempat, hakikat manusia sebagai seorang da’i. Seorang manusia sebelum mengambil profesi pada umumnya seperti dokter, pilot, guru dan sebagainya – tugas yang utama adalah menjadi seorang dai atau penyampai kebaikan.
Disebutkan dalam sebuah hadist,

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” [HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274]
Dengan terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, insya Allah seorang muslimah akan menjadi penyampai pesan yang baik. Penyampai pesan ini sangat penting, sebab akan ada banyak orang yang tidak tahu menjadi tahu, yang ragu menjadi yakin, yang tak percaya akhirnya menjadi percaya, jika penyampainya adalah seorang yang dapat dipercaya dan memiliki banyak ilmu.

tarbiyah islamiyahKelima, manusia sebagai makhluk sosial. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak mungkin bisa hidup sendiri juga mendorng kita untuk terus selalu ikut dalam lingkaran tarbiyah. Ketika dalam lingkaran majelis ilmu tersebut kita bisa aktif, insya Allah akan ada banyak masalah yang dibagi menjadi terselesaikan, ada banyak kesepian yang bisa ditanggalkan, dan ada banyak teman yang mengingatkan saat suka maupun duka.

Terakhir, urgensi tarbiyah tentu saja sebagai sarana untuk menambah ilmu dan wawasan. Menuntut ilmu dalam Islam hukumnya adalah wajib. Bahkan rasul mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Begitu luasnya ilmu yang ada di semesta ini hingga kita pun dianjurkan belajar hingga waktu-waktu yang tak ditentukan. Ilmu yang membuat kita keluar dari gelapnya kejahilan, ilmu yang membuat kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Karenanya, mencari ilmu dalam banyak lingkaran tarbiyah tentu menjadi sarana yang penting dalam meningkatkan kualitas diri saat ini.

Sahabat, Jika ingin dibandingkan, Allah dan Al-Qur’an tentulah sumber tarbiyah terbaik pada semesta ini. Namun, terkadang kita pun membutuhkan murabbi dan sahabat dalam memahaminya. Maka mari terus belajar, mari terus tarbiyah, berkumpul dalam lingkaran liqo’at agar kita senantiasa kuat. Hamasah lillah!
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Ditulis oleh Aannisah Fauzaania

Palembang, Safar 1438 H.