Keren, Lajang Asal Aceh ini Kuras Tabungan Nikah untuk Ikut Aksi Bela Islam

0
157
aksi bela islam
Muhtadin, lajang asal Aceh saat di Jakarta, Rabu (03/11/2016), melihat foto-foto Aksi Bela Islam pertama di Jakarta.

Jakarta (Wahidnews) – Akhir tahun 2016 ia rencanakan segera menikah. Namun, tabungan untuk nikah rela dikuras demi ikut aksi bela islam dan menuntut penegakan hukum atas kasus Ahok di Jakarta.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah se-Indonesia diperkirakan sudah tiba di Jakarta dan sekitarnya, Kamis (03/11/2016) pagi ini.

Mereka berbondong-bondong ke Jakarta untuk ikut serta pada Aksi Bela Islam II atau Aksi Bela Qur’an besok, Jumat (04/11/2016).

Muhtadin, 23 tahun, misalnya. Pemuda asal Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, ini satu dari sekian ribu orang tersebut. Ia sudah tiba di Jakarta kemarin siang.

“Dari Kutacane naik mobil Selasa malam, Rabu pagi tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang (Sumatera Utara). Dilanjutkan dengan naik pesawat ke Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng, Tangerang, Banten), tiba jam 11.30 WIB,” tuturnya kepada hidayatullah.com di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (03/11/2016).

Tadin, sapaannya, mengaku berangkat dari Kutacane ke Jakarta dengan biaya sendiri.

Padahal, duit tersebut adalah tabungan yang dipersiapkan untuk biaya acara pernikahannya yang direncanakan akhir tahun ini.

“Sudah kumpul-kumpul (uang) mau nikah ini, tapi disisihkan untuk persiapkan ikut aksi,” ujarnya.

Risau dengan Penegakan Hukum

Ia bertutur, keinginannya ke Jakarta awalnya belum terlalu kuat. Berhubung dia juga punya pekerjaan sebagai guru SD swasta di Kutacane.

Namun, situasi yang berkembang di seantero Indoenesia belakangan ini semakin menguatkan tekadnya.

Situasi dimaksud adalah semakin derasnya tuntutan publik atas kasus Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta ini dinilai melakukan penistaan terhadap al-Qur’an.

Selain itu, tak kunjung adanya kepastian hukum dari kepolisian atas kasus Ahok membuat tuntutan itu semakin meluas seperti bola salju. Tadin pun membulatkan tekadnya terbang ke Jakarta.

“Bela Islam, bela al-Qur’an. Masa kita nggak ikut (aksi), tergetar hati kita ini,” ungkap Tadin soal alasannya ikut aksi tersebut.

Menurut Tadin, kasus Ahok juga mengesankan adanya sikap negara yang tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Kalau pejabat (berkasus) dilindungi sebagian. Ketika rakyat kecil, jangankan menghina, mencuri singkong aja dipenjara,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana dengan uang tabungannya yang sudah terkuras sebagian?

“Insya Allah pasti gantinya lebih. Kan, uang (tabungan)nya dipakai untuk dakwah,” ujarnya mantap.

Ditanya berapa biaya yang ia habiskan untuk pergi dari Kutacane ke Jakarta, Tadin enggan menyebut angkanya. “Nggak usahlah,” kilahnya.

Soal rencana pernikahannya jadi atau tidak? “Nantilah setelah pulang dari (Jakarta) sini baru dipikirkan,” jawabnya mantap.

Di Jakarta, ia menumpang menginap di salah satu tempat kenalan bapaknya yang lebih dulu berangkat ke Jakarta.

Tadin mengaku, kawan-kawan sekampungnya di Kutacane banyak yang mau ikut juga, tapi terkendala berbagai faktor.

(Sumber : hidayatullah.com)