26.3 C
Jakarta
Thursday, November 26, 2020
Array

Keren, Lajang Asal Aceh ini Kuras Tabungan Nikah untuk Ikut Aksi Bela Islam

Must Read

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut....




Jakarta (Wahidnews) – Akhir tahun 2016 ia rencanakan segera menikah. Namun, tabungan untuk nikah rela dikuras demi ikut aksi bela islam dan menuntut penegakan hukum atas kasus Ahok di Jakarta.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah se-Indonesia diperkirakan sudah tiba di Jakarta dan sekitarnya, Kamis (03/11/2016) pagi ini.

Mereka berbondong-bondong ke Jakarta untuk ikut serta pada Aksi Bela Islam II atau Aksi Bela Qur’an besok, Jumat (04/11/2016).

Muhtadin, 23 tahun, misalnya. Pemuda asal Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, ini satu dari sekian ribu orang tersebut. Ia sudah tiba di Jakarta kemarin siang.

“Dari Kutacane naik mobil Selasa malam, Rabu pagi tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang (Sumatera Utara). Dilanjutkan dengan naik pesawat ke Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng, Tangerang, Banten), tiba jam 11.30 WIB,” tuturnya kepada hidayatullah.com di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (03/11/2016).

Tadin, sapaannya, mengaku berangkat dari Kutacane ke Jakarta dengan biaya sendiri.

Padahal, duit tersebut adalah tabungan yang dipersiapkan untuk biaya acara pernikahannya yang direncanakan akhir tahun ini.

“Sudah kumpul-kumpul (uang) mau nikah ini, tapi disisihkan untuk persiapkan ikut aksi,” ujarnya.

Risau dengan Penegakan Hukum

Ia bertutur, keinginannya ke Jakarta awalnya belum terlalu kuat. Berhubung dia juga punya pekerjaan sebagai guru SD swasta di Kutacane.

Namun, situasi yang berkembang di seantero Indoenesia belakangan ini semakin menguatkan tekadnya.

Situasi dimaksud adalah semakin derasnya tuntutan publik atas kasus Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta ini dinilai melakukan penistaan terhadap al-Qur’an.

Selain itu, tak kunjung adanya kepastian hukum dari kepolisian atas kasus Ahok membuat tuntutan itu semakin meluas seperti bola salju. Tadin pun membulatkan tekadnya terbang ke Jakarta.

“Bela Islam, bela al-Qur’an. Masa kita nggak ikut (aksi), tergetar hati kita ini,” ungkap Tadin soal alasannya ikut aksi tersebut.

Menurut Tadin, kasus Ahok juga mengesankan adanya sikap negara yang tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Kalau pejabat (berkasus) dilindungi sebagian. Ketika rakyat kecil, jangankan menghina, mencuri singkong aja dipenjara,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana dengan uang tabungannya yang sudah terkuras sebagian?

“Insya Allah pasti gantinya lebih. Kan, uang (tabungan)nya dipakai untuk dakwah,” ujarnya mantap.

Ditanya berapa biaya yang ia habiskan untuk pergi dari Kutacane ke Jakarta, Tadin enggan menyebut angkanya. “Nggak usahlah,” kilahnya.

Soal rencana pernikahannya jadi atau tidak? “Nantilah setelah pulang dari (Jakarta) sini baru dipikirkan,” jawabnya mantap.

Di Jakarta, ia menumpang menginap di salah satu tempat kenalan bapaknya yang lebih dulu berangkat ke Jakarta.

Tadin mengaku, kawan-kawan sekampungnya di Kutacane banyak yang mau ikut juga, tapi terkendala berbagai faktor.

(Sumber : hidayatullah.com)

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Dijemput Petugas Medis, Satu Guru Honorer Warga Ledug Banyumas Positif Covid-19

BANYUMAS – Seseorang warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran dijemput petugas medis. Penderita laki- laki berumur 36 tahun ini dijemput...

Murid SD Panambangan Cilongok Dibubarkan Saat Pelajaran Sedang Berlangsung

PURWOKERTO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Panambamgan pada Senin (23/ 11) pagi masih berjalan. Sesuai instruksi Bupati Banyumas, PTM oleh sekolah- sekolah...

Apa itu Ghibah?

Hati-hati nih, musim pemilu musim ghibah ya? Saya juga harus ekstra waspada nih. Ghibah kan tidak harus lewat mulut. Tapi bisa lewat BBM, Whatsapp,...

Rezeki Titipan Allah – AA Gym

Yang pertama, Surat Hud ayat 6, وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡ Dan tidak...

Ustadz Adi Hidayat, LC., MA : Ini Kisah Nyata! Tentang Kematian Seorang Pramugari

Ada pramugari Saat saya ke Bekasi, lalu dia mencoba hijrah. Dia mulai bergabung dengan pengajian. Dia bertemu teman karena Allah (Lillah) pada pertemuan pengajian...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x