Jadilah Orang Yang Mengajarkan Kebaikan

0
435
penyeru kebaikan

Kebaikan, adalah semisal sebuah biji tumbuhan yang sedang kita genggam. Jikalau kita menanamnya serta merawatnya, niscaya ia akan tumbuh dan berbunga. Sebaliknya, jikalau kita membiarkannya dalam genggaman, kebaikan itu hanya dapat kita rasakan. Tak ada orang lain yang merasakannya. Maka, sudah tentu kita dianjurkan untuk mengajarkan sebuah kebaikan kepada orang lain.

Dalam sebuah hikmah pernah disebutkan, “Izra’ jamiilan walau fii ghoiri maudhi’ihi, falan yadhiia jamiilun ainama zuri’a.” (Tanamlah kebaikan meskipun di tempat yang tak tepat. Karena kebaikan tak akan hilang, di manapun ia ditanam).

Tanamlah kebaikan, di manapun kita berada. Tak ada yang sia-sia ketika kita melakukan kebaikan. Karena, setiap kebaikan yang kita tebar, akan berbunga kebaikan pula. Bahkan, ketika kita mengajarkan suatu kebaikan kepada orang lain, maka diri kita akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mengerjakannya.

Namun, kita juga harus berhati-hati ketika diri ini mengajarkan keburukan. Diri kita akan mendapatkan dosa dari keburukan yang orang lain lakukan bersebab kita. Hal ini pernah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mencontohkan kebaikan dan diamalkan sepeninggalnya, maka ia mendapatkan pahala dari amal tersebut ditambah seperti pahala orang-orang yang mencontohnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan, barangsiapa mencontohkan keburukan dan diamalkan sepeninggalnya, maka ia mendapatkan dosa dari amal tersebut ditambah seperti dosa orang-orang yang mencontohnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”  (Hadis Shahih, lihat Shahih Al-Jami’, hadis nomor: 6306).

Keika kita menjadi perantara hidayah kepada orang lain, dalam artian kita mengajak seseorang menuju kemuliaan Islam dan kembali ke jalan yang lurus. Betapa besar keutamaan menjadi perantara seseorang memperoleh hidayah dan juga kebaikan, sebagaimana kita ketahui bahwa diri kita akan mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan oleh orang tersebut. Dan apa yang kita dapatkan itu pastilah lebih berharga dengan apapun yang paling berharga di dunia ini.

memberi kebaikanRasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya Allah memberi hidayah kepada seorang laki-laki dengan perantara kamu, itu lebih baik bagimu daripada mndapatkan unta merah.”  (Hadis Shahih, lihat shahihul Jami’, hadis nomor: 7094).

Saat itu, unta merah adalah sesuatu yang harganya paling mahal. Tak heran apabila Rasulullah SAW mengumpamakan apa yang didapat oleh orang yang menjadi perantara hidayah dan kebaikan lebih berharga dari sesuatu yang paling berharga saat itu.

Begitulah betapa utamanya berdakwah dan mengajak pada kebaikan. Bahkan, jikalau kita hanya mendoakan kebaikan untuk orang lain, kita juga akan mendapatkan keutamaan darinya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasanya orang yang memohonkan ampunan bagi orang lain, maka ia akan mendapatkan kebaikan yang banyak sekali

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa memohon ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat, maka Allah mencatat untuknya satu kebaikan dari setiap mukmin dan mukminah.” (Hadis Hasan, lihat Shahihul Jami’, Nomor hadis: 6026).

Oleh karena itu, marilah kita menjadi orang yang mengajarkan kebaikan pada orang lain.

 

***

Penulis : Ahmad Yusuf abdurrohman

Jakarta, 09 Oktober 2016