Fenomena Guru Spiritual di Negeri Mayoritas Muslim

0
353
guru spiritual gadungan

Fenomena Guru Spiritual di Negeri Mayoritas Muslim

Sungguh ironis, Indonesia sebagai salah satu negeri dengan mayoritas Islam terbesar di dunia, untuk kesekian kalinya dihebohkan dengan berbagai isu klenik yang berujung pada kesyirikan, asusila, narkoba, bahkan kasus kriminal berat lainnya seperti pembunuhan.

Di lain sisi, hal ini tak begitu mengejutkan. Pasalnya, seperti yang kita ketahui, dalam rangka perayaan tahun baru Islam –tiap tahunnya– saja, masih diwarnai oleh aktivitas-aktivitas adat yang tak jelas apa tuntunannya, bahkan di antaranya justru mengarah kepada kemusyrikan. Na’udzubillahimindzalik.

#

Ternyata, semakin canggih perkembangan teknologi saat ini, tidak berbanding lurus dengan tingkat rasional manusianya dalam memahami kebutuhan ‘spiritual’ yang sebenarnya. Guru spiritual dan padepokan dengan segala ‘keajaibannya’, dianggap destinasi yang tepat untuk menyerahkan dan mengabdikan diri bagi mereka yang haus akan ilmu agama. Sementara, para ulama dan pondok pesantren yang menyebarkan kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, justru dibayang-bayangi dengan cap ‘sarang teroris’. Innalillah!

Tugas untuk menyelamatkan umat dari segala hal yang bertentangan dengan syariat Islam, namun dikemas atas nama agama, kini bukan hanya menjadi PR para ulama, melainkan tugas kita bersama.

Apabila Allah telah memberikan kita kemampuan untuk mengenali dan membedakan mana yang hak, mana yang bathil, maka sudah seharusnya kita turut serta mengingatkan teman atau kerabat yang sedang khilaf, atau memiliki gejala yang mengarah pada sesuatu yang menyimpang dari ajaran Islam. Agar mereka tidak semakin larut dalam kejahilan juga kesesatan.

#

Terbongkarnya kesesatan beberapa fenomena guru spiritual dan padepokan ‘ngawur’ baru-baru ini, tentu terjadi atas izin Allah. Mereka pikir akan selamanya mampu membodohi masyarakat. Mereka pikir kejahatan dan kesesatannya akan terus lancar jaya tanpa terendus pihak yang berwajib. Namun dengan mudahnya, Allah buka semua kesalahannya. Ditampakkannya pada kita semua, bahwa yang namanya bangkai, lama-kelamaan akan tercium juga bau busuknya.

Sahabat Wahidnews, maka kita harus berhati-hati ketika melihat sesuatu yang ganjil terjadi di depan kita. Hal-hal yang tidak logis, irrasional, berbau magis atau sejenisnya.

Bagaimana cara mengenali sesuatu itu sesat atau tidak? Kembalikanlah hal tersebut pada Al-Qur’an dan Hadits. Apakah sesuai dengan kedua sumber syariat Islam tersebut?

guru spiritual bikin hebohAdakah dalam Islam metode penggandaan uang atau harta tanpa usaha dan kerja keras? Tanpa amalan-amalan yang memang ada tuntunannya dalam Islam?

Apakah dalam Islam seorang guru atau Ustadz-nya boleh bersalaman dengan non mahram, sekalipun statusnya adalah sebagai guru dan murid? Apakah dalam Islam dibolehkan berpoligami lebih dari empat istri?

Adakah dalam Islam kita ditugaskan untuk terus-terusan memburu jin dan setan di tempat-tempat angker? Dan berbagai persyaratan yang para guru spiritual itu ajukan pada muridnya, apa landasannya?

Jika jawabannya, ‘tidak’. Maka lekas tinggalkan! Jauhi sejauh-jauhnya agar kita jangan sampai terjebak. Karena orang sepintar apa pun, kalau kondisi imannya sedang turun, bukannya tidak mungkin akan terjerumus ke dalam kesyirikan.

Berhati-hatilah. Teruslah mengkaji Al-Qur’an beserta maknanya. Berkumpullah dengan komunitas yang menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan dari apa yang tengah dipelajari. Pekalah terhadap ketidakwajaran di sekitar kita. Dan yang terakhir, selalu memohon pada Allah, agar dimudahkan untuk membedakan mana yang hak dan yang bathil. Sebab kalau bukan karena pertolongan Allah, akan mudah sekali kita tersesat.

Allah SWT berfirman, “Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)

Allah SWT berfirman, “Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raf:  30)

Allah SWT berfirman, “Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 178)

Wallahu a’lam bisshowab.

 

Penulis : NEWISHA ALIFA

Bumi Allah, 6 Muharram 1438 H