Ternyata Ini Lho Para Penyembah Berhala Di Jaman Modern

0
1460
penyembah berhala modern

Sesungguhnya kita adalah penyembah berhala. Adakah yang setuju?

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah buku yang cukup lama telah mengisi lemari. Namun sepertinya saya belum menuntaskannya, karena ternyata ada banyak poin dalam buku tersebut yang tertangkap sebagi ilmu baru hingga membuat saya terperanjat dan beristighfar. Apa itu?

Buku tersebut berjudul Biarkan Al-Quran Menjawab karya Ust. Amin Sumawijaya. Kesempatan ini saya ingin membicarakan satu poin terlebih dahulu yang ada dalam buku tersebut. Dan poin ini ternyata tidak jauh dari kehidupan kita, yaitu tentang berhala.
Nah, pasti ada yang tanya, ‘Berhala dekat dengan kita? Bagaimana bisa?’ Mari kita kupas pelan-pelan yaa ….

Apa Itu Berhala?

Berhala adalah sesuatu yang disembah selain Allah. Ciri-ciri berhala yaitu benda mati, dibuat manusia, tidak dapat menciptakan apa pun. Ciri tersebut dapat kita temukan pada Al Quran surat An-Nahl ayat 19-21, “Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan. Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.”

Poin ini sudah jelas ya …. Kita lanjut!

Apa saja wujud berhala dalam hidup manusia?

Dari kisah-kisah para nabi yang pernah kita dengar lewat cerita guru ngaji di sekolah atau TPA, apa yang disebut berhala adalah patung, atau hewan seperti sapi. Dan ketika seseorang menyebut tentang berhala, yang seketika terlintas adalah patung dan hewan-hewan yang dikeramatkan atau dituhankan itu. Betul, tidak?

Yang kita pikirkan itu tidak salah. Karena pada masa nabi, jaman belum modern seperti sekarang, kebanyakan peralatan yang digunakan masih tradisional. Nah, dikaitkan dengan judul di atas, apakah berhala hanya ada di jaman nabi? Jawabannya TIDAK! Di era serba canggih saat ini ternyata juga ada berhala dalam bentuk lain, lho.

berhala modernBerhala-berhala manusia yang ada di jaman kita ini, contohnya memohon pada jin atau ke dukun. Dari kita pasti sudah banyak yang memahami ini. Contoh lain, menuruti hawa nafsu. Tidak sedikit dari kita mengabaikan panggilan Allah (adzan) demi sebuah pekerjaan dari manusia, atau demi menonton tayangan favorit di televisi, atau karena asyik main internet. Nah, ini. Dekat dengan kehidupan kita, kan?

Kebanggaan pada diri, harta, kemewahan, ilmu, harta, atau kekuasaan juga termasuk contoh lainnya. Surat-surat yang menyampaikan contoh-contoh di antara Al A’raf ayat 12, Al Kahfi ayat 50, Al Furqon ayat 43, Al A’raf ayat 189-190, Az Zumar ayat 49, Al Qasas ayat 78-79 dan Al An’am ayat 100.

Mengapa manusia cenderung menyekutukan Allah?

Karena cenderung mencintai dunia dan melalaikan akhirat. “Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia, dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.” (QS. Al-Qiyamah: 20-21)

Apa akibat menyekutukan Allah?

Kita sebagai muslim, paham betul bahwa dosa syirik tidak memperoleh ampunan Allah. Menyekutukan Allah adalah dosa besar, dan ia merupakan syirik.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48)

Ketika Allah tidak menerima ampunan kita, siapa lagi yang akan memberi ampun? Siapa lagi yang memberi rahmat? Mampukah kita tanpa-Nya?

Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari menyekutukan Allah?

Tidak melakukan apa yang tersebut syirik di atas. Hal yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang namun sebenarnya hal yang krusial adalah menyegerakan sholat ketika mendengar suara adzan. Ini bisa kita dahulukan.

Kemudian, tidak berlebihan akan sesuatu hal. Bersikap qanaah (menerima apa yang dikaruniakan Allah dengan ikhlas dan sabar). Tidak berbangga (sombong) atas diri, ilmu, harta, anak, dan kekuasaan. Karena segala yang kita miliki sejatinya hanyalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya, termasuk diri kita.

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-Alaq ayat 6-7)

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembuh. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf ayat 55)

Saudara seiman …

Kita hidup di era digital, masa modern dengan segala hal yang serba canggih serba mudah. Handphone menjadi kebutuhan dan tidak sulit untuk didapatkan. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa sehari-hari pun kita terbiasa dengan gadget dan dunia online seperti media sosial. Secara tidak sadar, kita bisa saja tersesat dan menyekutukan Allah, bukan? Na’udzubillahi min dzalik. Kami berlindung kepada Allah dari perbuatan buruk itu.
Semoga kita semua terhindar dari perbuatan syirik. Aamiin.

Penulis : Rini Indah TW