Membunuh Cicak Mendatangkan Pahala, Benarkah?

0
399
cicak

Cicak, merupakan salah satu hewan yang sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hewan kecil yang sangat lincah ini biasa kita temukan di dinding-dinding atau seringkali juga ada pada meja makan yang terbuka.

Dalam beberapa situasi, cicak dapat menjadi hewan yang menguntungkan karena dapat membantu pemilik rumah untuk mengurangi populasi nyamuk yang mengganggu. Ya, dalam konteks kegesitan, lidah cicak dapat menjadi cukup panjang untuk menangkap nyamuk-nyamuk yang tersebar di dalam rumah.

Jika kita tilik sekilas, cicak merupakan hewan yang berfaedah, kan? Namun sahabat, ternyata cicak merupakan binatang yang diperbolehkan untuk dibunuh. Bahkan mendatangkan pahala bagi orang yang membunuhnya. Hal tersebut dikarenakan cicak merupakan hewan yang fasik, sehingga dinilai pantas untuk ditanggalkan jatah hidupnya.
Dalam sebuah hadits Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau mengatakan,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek dan cicak, beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik.” (HR. Muslim, no. 2238, shahih).

Bagimana Maksudnya Hewan Fasik?

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Fasik dalam bahasa Arab bermakna al khuruj (keluar). Seseorang disebut fasik apabila ia keluar dari perintah dan ketaatan pada Allah Ta’ala. Hewan yang disebutkan di atas termasuk hewan fasik karena keluarnya mereka hanya untuk mengganggu dan membuat kerusakan di jalan yang biasa dilalui hewan-hewan tunggangan. Ada pula ulama yang menerangkan bahwa hewan-hewan ini disebut fasik karena mereka keluar dari hewan-hewan yang diharamkan untuk dibunuh di tanah haram dan ketika ihram.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 101).

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi fasik yakni:

(1) tidak peduli terhadap perintah Tuhan (berarti: buruk kelakukan, jahat, berdosa besar); (2) Orang yang percaya kepada Allah SWT, tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa. Dalam kata lain, fasik dapat diartikan sebagai suatu hal atau perbuatan yang melanggar ketentuan Allah SWT.

membunuh cicakApa sebab cicak disebut hewan fasik? Jawabannya disebutkan dalam hadits berikut. Dari Ummu Syarik –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ « كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, ‘Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Nabi Ibrahim ‘alaihis salam’.” (HR. Bukhari no. 3359)

Cicak dianggap melanggar ketentuan Allah karena pada saat Nabi Ibrahim akan dibakar oleh Raja Namrud, seluruh hewan melata ikut membantu mematikan api, kecuali cicak. Cicak malah turut membantu meniupkan api tersebut agar membakar habis tubuh Nabi Ibrahim.

Apakah Pahala Membunuh Cicak?

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ
“Barangsiapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barangsiapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Masya Allah, membunuh seekor cicak denngan sekali pukul ternyata pahalanya sama dengan seratus kebaikan. kebaikan tersebut diberikan Allah karena kita telah membantu mengurangi hewan fasik.

Akhirnya, semoga tulisan ini dapat membuka wawasan baru dan menjadi hal yang bermanfaat untuk kita. Aamiin.

Palembang, September 2016.

Penulis: Aannisah Fauzaania