9 Tips Manajemen Waktu ala Internet Marketer

0
519
manajemen waktu

Setelah menulis tentang berpenghasilan dari rumah bagi ibu rumah tangga (IRT), pertanyaan pun muncul mengenai bagaimana mengatur waktu (manajemen waktu), bagaimana agar peran IRT dan pedagang online berjalan secara baik tanpa ketimpangan? Pertanyaan ini muncul karena memang pekerjaan IRT adalah pekerjaan nyaris tanpa batas waktu dan seperti kata orang, tiada habisnya.

Pembahasan ini terlepas dari tema pekerjaan rumah tangga adalah kewajban suami karena memang budaya yang ada di sekitar kita sang istrilah yang mengerjakan pakerjaan rumah tangga, seperti mencuci, memasak dan seterusnya. Bagi sebagian istri yang sudah paham hal tersebut sebagai sebuah ladang amal yaitu meringankan kewajiban suami, bagi yang belum paham mungkin masih menganggapnya sebagai kewajibannya.

Kita semua mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam. Salah satu hal yang membedakan di antara kita adalah bagaimana memanfaatkan waktu 24 jam tersebut? Apakah sudah maksimal dan optimal untuk sesuatu yang baik, yang nantinya akan membuat kita menjadi manusia lebih berkualitas atau sebaliknya?

Waktu adalah salah satu nikmat yang sangat penting dalam pandangan Islam karena dalam beberapa ayat di Al Qur’an, Allah bersumpah dengan waktu. Meskipun sangat penting dan berlalunya waktu tak mungkin kembali, tetapi kebanyakan kita seringkali menyia-nyiakan waktu itu sendiri. Memang sangat ironis kita ini, ya. Jadi apapun peran kita di bumi ini, mengoptimalkan nikmat waktu adalah wajib karena mengenai waktu adalah salah satu pertanyaan yang nanti akan ditanyakan di akhirat.

Tiga karakter waktu yang sebaiknya kita pahami sehingga kita bisa menggunakannya secara optimal adalah, Pertama, berlalunya waktu tidak akan pernah kembali. Setiap hari adalah hari yang baru,tidak ada pengulangan waktu yang kemarin. Hal ini sering melahirkan penyesalan karena tidak mengerjakan apa yang harusnya dikerjakan kemarin.

Kedua, berlalunya waktu sangat cepat. Cobalah melihat anak-anak kita yang sudah besar sambil merenung. Sebagian kita akan berpikir, sepertinya baru kemarin kita masih memandikannya, masih menggendongnya, sekarang sudah besar.

Ketiga, disadari atau tidak waktu adalah kekayaan kita yang paling mahal. Emas kita hilang, mungkin beberapa hari kemudian kita bisa membelinya kembali. Namun kalau waktu yang hilang, bagaimana kita bisa mengembalikannya? Para bijak mengatakan, tidak ada nominal uang yang bisa disetarakan dengan waktu karena waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Kita sudah mengetahui bagaimana karakter waktu, bagaimana Islam memandang waktu sebagai sebuah hal penting karena ditandai dengan sumpah Allah mengenai waktu di dalam Al Qur’an, maka saatnya kita memaksimalkan waktu yang ada untuk hal-hal baik sehingga kita tidak menyesal nantinya.

Kita, khususnya para ibu yang menjalankan online shop, di manapun, harus mempunyai pengaturan waktu agar semua peran yang dijalankan bisa berjalan secara seimbang karena meski telah menjadi pedagang online besar sekalipun, ibu tetaplah ibu yang mempunyai tugas dan kewajibannya sendiri.

manajemen waktu1. Membuat to do list harian, tertulis atau tidak tertulis. To do list merupakan daftar mengenai hal yang harus dikerjakan hari itu. Kalau bisa dilengkapi dengan waktunya. Misalnya bangun pukul 02.00, sholat malam, membaca Al Qur’an, mengurus toko online sejenak, menyiapkan sarapan untuk keluarga dan seterusnya.

2. Bangun lebih awal, artinya tidur harus lebih awal. Jika semua to do list sudah terlaksana, istirahatlah.

3. Membuat skala prioritas, manakah yang harus dikerjakan terlebih dahulu, yang kedua, yang ketiga, dan seterusnya. Tentunya skala priorotas ini sifatnya subyektif.

4. Meninggalkan hal yang tidak penting, seperti menonton sinetron yang tidak mendidik. Berhibur tidak salah tapi pilihlah hiburan yang benar. Biasanya kalau sudah di depan televisi susah untuk konsisten terhadap jadwal, ada saja alasan untuk mengundur apa yang harus dikejakan demi melihat apa yang ada di televisi. Berlama-lama membuka media sosial untuk melihat status-status yang tidak begitu penting untuk kita, yang ada malah menimbulkan penyakit hati, kecemburuan dan lain sebagainya sebaiknya dihindari. Jika ada waktu luang, bisa digunakan untuk yang lebih manfaat, seperti membaca, menulis atau beristirahat .

5. Konsisten terhadap to do list. Ini mungkin bukan hal yang mudah tetapi bila tidak dijalankan mustahil bisa mengoptimalkan waktu dengan baik. To do list nomor satu, nomor dua dan seterusnya bagi saya seperti sebuah sistem di mana satu sama lain saling terkait dan menyokong maka bila ada to do list nomor sekian yang kita tidak konsisten menjalankannya akan kacau semua rencana,apa yang akan dicapai tidak tercapai.

6. Sholat Dhuha dan sholat tepat waktu. Berkaitan dengan waktu yang cepat berlalu, saya pernah membaca sebuah nasehat bahwa sholat Dhuha itu melapangkan waktu produktif dan hal ini membuat apa yang kita rencanakan akan terlaksana semua di akhir hari. Sholat Dhuha itu sedekah waktu, maka Allah akan ganti dengan waktu yang lebih lapang. Dari Abu Darda, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, sholatlah untukku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu sisa hari tersebut”. Kemudian, nasehat yang harus selalu diingat adalah bila waktumu terasa sempit namun tugas-tugas seperti menggunung, periksalah sholatmu, tepat waktu atau tidak.

7. Fokus. Wanita, terutama ibu-ibu memang diberi kemampuan multi tasking. Banyak pekerjaan bisa dikerjakan dalam satu waktu. Sudah hukum alam kalau waktu kita memang terbatas, kemampuan pun demikian, maka tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan dalam satu waktu. Saya sendiri pernah mengalami, memasak sambil melayani pembeli di toko online saya, akhirnya semua hanya setengah-setengah hasilnya. Jadi memang sebaiknya fokus, kalau waktunya memasak ya memasak, waktunya berjualan ya berjualan. Mungkin ada satu dua pekerjaan yang bisa dikerjakan sekaligus seperti memasak sambil mencuci di mesin cuci. Di sini kita harus mengukur kemampuan kita sendiri.

8. Fokus pada to do list hari ini jangan memusingkan besok yang belum tentu masih milik kita. Para bijak menasehati, yang kita punya hari ini. Kemarin telah pergi, esok belum tentu milik kita.

9. Masa lalu adalah pelajaran. Kalau kita kemarin kita tidak mengoptimalkan waktu yang ada, maka hari ini harus berbenah. Jadikan kemarin pelajaran untuk kita bahwa menggunakan waktu tidak optimal, hasilnya pun tidak baik.

Mari kita ingat selalu salah satu nasehat tentang waktu bahwa tugas kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka kita harus optimal menggunakan waktu.

Penulis : Bunda Haifa