Sahabat, Maukah Kau Mencariku?

0
434
sahabat

Sahabat, Maukah Kau Mencariku?

Oleh : Alya Adzkya

 

Sahabat sejatiku

Hilangkah dari ingatanmu

Di hari kita saling berbagi …

 

Sepenggal lirik dari Sheila on 7 tadi membuat kita teringat pada satu sosok. Seseorang yang bersedia menjadi tempat berbagi cerita, juga gudang rahasia. Teman yang terdekat dan terakrab itu biasa disebut sahabat. Sebuah pepatah arab mengatakan, sebaik-baik sahabat adalah yang menunjukkan kita pada kebaikan. Sadar atau tidak, sahabat juga menjadi penentu dan pembentuk kepribadian kita. Bagaimana bisa? Yuk, kita simak hadits Baginda nabi berikut ini,

مَثَلُ جَلِيْسُ الصَالِحِ وَالسُوْءِ كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيْرِ. فَحَامِلِ المِسْكِ اِمَّا اَنْ يُحْذِيَكَ وَ إِمَّا أنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًاوَنَافِخُ الكِيْرِ إمَّا أنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَ إمَّا أنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةّ

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu, ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau kau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak kau akan tetap mendapat bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak kau akan mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Saat kita bergaul dengan orang yang memiliki kebiasaan baik, bisa jadi kita sedikit demi sedikit mengikuti kebiasaan baik sahabat kita itu. Misalnya, kita berteman dengan orang yang rajin shalat berjamaah di masjid, kita yang awalnya malas shalat di masjid, bisa jadi nantinya akan keterusan on time shalat berjamaah di masjid. Kebayang kan kalau misalnya kita berteman dengan seorang pencuri sandal, misalnya. Bisa-bisa kita dituduh komplotannya lagi, gara-gara berteman akrab dengannya.

sahabatMaka dari itu, kita juga perlu selektif bergaul dengan orang-orang di sekitar kita. Bukan berarti pilih-pilih teman, hanya saja kita juga perlu menyeleksi siapa saja yang membuat kita jauh lebih baik. Jika kita bisa memperoleh banyak ilmu dan hikmah dari sebuah pertemanan, mengapa tidak?

Imam Syafi’i berkata, “Jika engkau memiliki sahabat yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, peganglah ia erat-erat. Jangan pernah engkau lepaskan. Oleh karena itu, mencari sahabat baik sangat susah, sedangkan melepaskannya sangat susah.”

Kenapa kita perlu memiliki sahabat yang membimbing kita dalam ketaatan? Allah S.W.T berfirman dalam Q.S. Az-Zukhruf ayat 67

اَالْأَخِلآَءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُم لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إلاَّالمُتَّقِيْنَ

“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.”

Nah, jika kita saling bersahabat karena Allah, saling menunjukkan kebaikan juga membimbing dalam kebenaran. Pada hari itu kita takkan bermusuhan, Sahabat. Hari apakah itu? Hari di mana catatan-catatan amal dibuka dan semua perbuatan kita dihisab. Pada hari itu juga Allah akan memberikan naungan pada tujuh golongan. Dan salah satu golongan itu adalah, orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka bertemu  dan berpisah karena Allah.

Hasan Al-Bashri pernah berkata, “Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.”

Syafaat seperti apakah itu? Dalam riwayat Ibnu Mubarak pada kitab Az-Zuhd dijelaskan apabila penghuni surga telah dimasukkan ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, bertanyalah mereka tentang keberadaan sahabatnya kepada Allah, “Ya Rabb, kami tidak menemukan sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami, berjuang bersama kami.” Allah S.W.T berfirman, “Pergilah ke neraka, keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di dalam hatinya terdapat iman walau seberat zarrah.”

Semoga persahabatan yang selama ini kita bina bisa terus membimbing kita dalam kebenaran dan ketaatan. Menambah kecintaan kita pada Allah, dan semoga kita bisa bersama di surga Allah kelak. Maka Sahabat, maukah kau mencariku jika aku tak terlihat di surga kelak?

Medan, 08 Agustus 2016