Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak

0
559
mendidik anak

Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak

Oleh : Fatimah Az-Zahra

Pendidikan, merupakan salah satu hal terbesar yang diutamakan orang tua untuk anaknya. Kesadaran akan pendidikan berkualitas sejak dini semakin tinggi. Ditambah lagi memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean),  dimana persaingan antara satu dengan lain akan semakin sengit.

Untuk itulah, dalam mencetak generasi yang berkualitas baik dari segi ilmu maupun karakter, dibutuhkan peran orang tua menjadi tonggaknya. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menciptakan lingkungan kondusif agar mampu memancing potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri.

Tidak lupa bahwa orang tua harus memahami minat dan bakat si buah hati. Sebab bila dipaksakan pada sesuatu yang tidak diminatinya, maka si anak bukannya berkembang tapi malah tertekan. Tapi sebaliknya, bila diarahkan pada minat dan bakat yang sesuai, maka anak akan lebih mudah dalam berkembang.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam memberi pendidikan kepada anak, baik formal maupun non formal, baik pendidikan untuk menunjang kecerdasan maupun membentuk karakter. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa di dunia ini sangat banyak orang yang cerdas, yang intelegensinya memenuhi tetapi akhirnya mereka berakhir di sel penjara. Mengapa? Karena pendidikan karakternya yang kurang

Sekilas kita lihat bagaimana pendidikan yang berjalan di Indonesia. Dengan beban mata pelajaran yang bahkan mencapai 16 pelajaran atau 24 SKS untuk jenjang kuliahnya. Dan bila ditelusuri lebih jauh, pelajaran-pelajaran yang ditetapkan kurikulum sebagian besarnya hanya untuk mengisi kecerdasan otak saja. Sedangkan pendidikan karakter hanya satu atau dua jam, sementara di bangku kuliah hanya ada sekitar enam SKS untuk pendidikan karakter selama 4 tahun. Pertanyaan yang mungkin muncul, mungkinkah terbentuk karakter yang baik, jujur, amanah, jika pendidikan karakter masih sangat minim?

Untuk menjawabnya kita bisa survey langsung. Lihatlah bagaimana seseorang yang lulusan dari sekolah berkualitas, PTN favorit, tetapi ketika menjadi pejabat atau bos di perusahaan seringkali tersandung kasus korupsi. Lihat pula bagaimana tingkah laku siswa atau mahasiswa pada guru-guru mereka yang semakin hari semakin jauh dari kata sopan. Mengapa bisa terjadi?

karakter anakSekali lagi, ini terjadi karena kurikulum yang tidak sesuai. Dan satu hal yang tak kalah penting bahwa sekolah-sekolah selama ini hanya mementingkan hasil tanpa melihat proses. Apapun cara tidak penting, yang penting nilai ujian tinggi, yang penting kelulusan 100%, yang penting bisa mencapai IPK 4. Dengan kata lain, apakah si siswa menyontek saat ujian, atau plagiat saat skripsi tidaklah penting. Walaupun ada beberapa peraturan yang melarang kecurangan tersebut, nyatanya tidak terealisasi dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah begini, wajar saja bila akhirnya produk yang dihasilkan cerdas otaknya tetapi minim karakternya.

Berangkat dari permasalahan di atas, maka peran orang tua dalam pembentukan karakter anak menjadi sedemikian penting. Adapun hal penting yang harus ditanamkan dalam pembentukan kepribadian anak yaitu:

Mengenalkan Tuhan

Ini langkah pertama yang paling penting. Anak sedari kecil harus dikenalkan dengan Tuhan. Juga diajarkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan. Tuhanlah yang berkuasa, sedangkan kita sebagai manusia sangat kecil di hadapan-Nya. Dengan begitu, si anak akan sadar bahwa dia sangat kecil di hadapan-Nya sehingga si anak nantinya tak menjadi sombong.

Mengajarkan kejujuran

Pada dasarnya, kejujuran tidaklah muncul sendiri dalam diri seseorang, tetapi harus ada yang sedari kecil menanamkannya. Dalam hal ini, orang tua memiliki peranan terbesar. Sebab, anak tumbuh dan besar pada orang tuanya. Dengan memberi contoh sikap jujur, dengan sendirinya si anak akan melakukan hal yang sama. Jujur menjadi sangat penting karena pasti menghasilkan kebaikan. Sebagaimana dalam sebuah hadist dikatakan, “Kalian harus jujur karena sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan, dan keburukan itu menujukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis di sisi allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim no 6586)

Mengajarkan keberanian

Dalam hal ini, anak harus dibiasakan untuk bersikap berani. Tapi dengan catatan, berani ketika benar. Tunjukkan juga beberapa perjuangan yang membutuhkan keberania seperti dengan menonton film perjuangan, sehingga si anak tahu bahwa untuk meraih sesuatu diperlukan keberanian yang besar.

Mengajarkan kesederhanaan

Kesederhanaan menjadi penting sebab dari kesederhanaan inilah yang menumbuhkan rasa cukup. Jika kita belajar dari para koruptor, mereka kaya, pintar, tapi kenapa tetap korupsi? Sebab tak ada rasa cukup di hatinya. Itu alsan mengapa mengajarkan kesederhanaan ini demikian penting agar anak tumbuh menjadi anak yang selalu merasa cukup dengan segala yang dimilikinya.

Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah melaksanakan tugas sebaik-sebaiknya. Cara menanamkannya mungkin dengan memberikan beberapa tugas pada si anak. Dan ingat bahwa yang terpenting bukan hasil dari tugas tersebut, melainkan bagaimana si anak menjalani prosesnya hingga membuatnya bertanggung jawab pada tugas tersebut.

Selain beberpa point yang telah dijabarkan di atas, yang tak kalah penting adalah senantiasa mengontrol aktivitas anak baik di rumah maupun di sekolah, mengarahkan anak pada minta dan bakatnya.

Melihat dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak, sehingga anak tidak akan tertekan dalam menjalani pendidikan yang sedang dia tempuh. Jangan sesekali memaksakan anak untuk mengambil jurusan yang sama sekali tidak diminatinya, sebab hanya akan menimbulkan rasa tertekan, bahkan untuk beberapa anak sampai mengalami depresi.