Panggilan yang Baik

0
176
panggilan yang baik

Panggilan yang Baik

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Seringkali, dalam kehidupan sehari-hari kita mendengar ada orang yang saling memanggil tidak dengan panggilan yang seharusnya. Nama-nama yang seharusnya dipanggil, diselewengkan hingga menjadi bahan olok-olokan dan hinaan.

Nah, bagaimanakah Islam menanggapi hal itu?

Di dalam Al Quran, Allah sudah melarang hamba-Nya dari saling mengolok-olok dan memanggil dengan panggilan yang buruk.

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk (fasiq) sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS Al-Hujuraat: 11)

Islam melarang umatnya untuk menghina orang lain yaitu dengan cara meremehkan atau mengolok-olok. Karena, dalam hal ini masuk unsur takabbur di dalamnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, takabbur adalah bathorul haq wa ghomthun naas, menolak kebenaran serta meremehkan orang lain.

Rasulullah bersabda tentang hal ini, “Takabbur adalah menentang kebenaran dan meremehkan (merendahkan) manusia.”  (HR Muslim)

Mengapa hal ini dilarang?

Sebab, barangkali orang yang tersebut memiliki kedudukan yang lebih tinggi di hadapan Allah dan lebih dicintai Allah  daripada orang yang menghina. Hal ini jualah yang telah dijelaskan dalam ayat di atas.

Larangan selanjutnya, adalah larangan untuk saling memanggil dengan nama-nama ejekan.

nama panggilan yang indahNamun, hal ini sudah terlanjur mengakar kuat di masyarakat. Bahkan, kini orang yang dipanggil dengan nama-nama itu sudah mulai terbiasa. Bahkan bangga dengan nama panggilannya yang sebenarnya bermakna tak baik.

Marilah kita sedikit merenungi hal ini. Bahwasanya Allah telah melarang saling menjuluki dengan panggilan yang buruk. Maka, sudah seharusnya kita meninggalkannya.

Bukankah para orang tua kita sudah memberikan nama terbaik saat tujuh hari kelahiran kita? Mengapa kita menyiakannya?

Mari saling memanggil dengan nama yang baik. ^^

***

Salatiga, 29 Juli 2016