28.5 C
Jakarta
Tuesday, March 2, 2021
Array

Mantan Deputi BNN: 1,4 Juta Butir Ekstasi Ditujukan Untuk TNI

Must Read

Menyelamatkan Lingkungan, Buah Ketaatan Berharap Kerahmatan

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN, BUAH KETAATAN BERHARAP KERAHMATAN Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Bukan hanya membahas rencana...

Buah Tragedi Satu Abad Tanpa Khilafah, Institusi Keluarga dalam Belenggu Penjajah

Buah Tragedi Satu Abad Tanpa Khilafah, Institusi Keluarga dalam Belenggu Penjajah Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Pendidik) Sebagai...

Luluh Hati Dengan Kesantunan Nabi

Angin gurun yang gersang menjadikan udara Madinah mulai sejuk. Abu Abbas r.a seorang sahabat setia Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam...




WahidNews – Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen (Purn) Benny Mamoto mengungkapkan bahwa BNN pernah menemukan kontainer dari Cina berisi 1,4 juta butir ekstasi yang dipesan Serma Supriyadi. Serma menggunakan alamat koperasi Primkop Kalta Bais (Badan Intelijen Strategis).

“Alamat kontainer itu adalah koperasi Primkop Kalta Bais TNI di Jalan Kalibata,” kata Benny dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).

Menurut Benny, tujuan alamat kontainer tersebut terungkap setelah dilakukan pengintaian pergerakan kontainer dari RS Koja, Jakarta Utara.Ternyata, kata dia, kontainer tersebut tidak dibawa ke Kalibata dan hanya dibongkar di pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah dibongkar, kata Benny, kontainer kemudian bergerak menuju Cengkareng dan ditangkap saat keluar dari jalan tol dan mendekati sebuah pabrik.

Setelah pemeriksaan, BNN menemukan informasi bahwa Serma Supriyadi lah yang mengurus kelengkapan administrasi dan mengajukan anggaran.

“Di sini tentunya menjadi celah tersendrii. Ada satu ruang ketika pengakuan pemohon tidak sesuai isinya akan jadi masalah,” katanya.

Kata Benny, kasus tersebut hanya berhenti di Serma Supriyadi karena tidak ditemukan bukti kerterlibatan ke pihak lainnya.

Supriyadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar dan dipecat dari dinas militer. Impor 1,4 butir ekstas tersebut adalah rangkaian dari kasus Freddy Budiman. Freddy kemudia divonis mati. Freddy mengurus impor tersebut saat masih mendekam di LP Cipinang.

Sumber : eramuslim

0
0
vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Menyelamatkan Lingkungan, Buah Ketaatan Berharap Kerahmatan

MENYELAMATKAN LINGKUNGAN, BUAH KETAATAN BERHARAP KERAHMATAN Oleh : Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Bukan hanya membahas rencana...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x