Kriteria Sahabat yang Baik

0
508
sahabat sejati

Oleh : Newisha Alifa

Sahabat adalah salah satu nikmat Allah untuk seorang hamba. Sahabat, memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang. Bahkan terkadang, arti sahabat bisa lebih penting daripada anggota keluarga sendiri.

Bukankah kita sudah sering mendengar atau membaca beberapa hadits yang menjelaskan tentang pengaruh sahabat dalam kepribadian seseorang? Diantaranya hadits berikut :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

#

ciri sahabat yang baikSeorang sahabat yang baik, bukan hanya dia yang bisa menerima dirimu apa adanya. Dia yang menerima atau memaklumi segala kekuranganmu. Namun, seorang sahabat yang baik adalah dia yang menginginkanmu menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari.

Tak hanya itu, seorang sahabat yang baik itu takkan sungkan memberitahukan kekurangan atau kesalahanmu. Dia yang berani mengingatkan, ketika kamu khilaf dan berbuat salah. Karena toh kita semua adalah manusia yang tak luput dari khilaf, bukan?

Bahkan Rasulullah SAW—yang tak lain adalah manusia paling mulia di muka bumi ini saja, bisa berbuat salah, dan tetap memerlukan teguran. Tak tanggung-tanggung, jika kita mau membaca Al-Qur’an berserta terjemahannya, di beberapa kejadian, Allah SWT lah yang langsung menegur kekeliruan Rasul-Nya dengan diturunkannya ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

Seperti salah satu kisah di bawah ini :

Ibnu Umar mengatakan, bahwa saat Abdullah bin Ubay meninggal, seorang putranya datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar Rasulullah SAW memberikan baju beliau untuk mengkafani jenazah ayahnya.

Rasulullah SAW pun memberikan bajunya, lalu putra Ibnu Ubay meminta beliau untuk mensholati jenazah ayahnya. Saat Rasulullah SAW hendak mensholati jenazah Ibnu Ubay, Umar bin Khattab berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan mensholatkannya? Padahal Allah telah melarang untuk mensholati orang munafik?”

Rasulullah pun menjawab, “Sesungguhnya Allah memberiku pilihan,”

Umar bin Khattab berkata lagi, “Namun ia seorang munafik.”

Tapi Rasulullah tetap menshalatkan jenazah Ibnu Ubay. Maka turunlah ayat Al-Qur’an Surat At-Taubah : 84 yang berbunyi:

“Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya. Dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.”

(HR. Bukhari & Muslim)

#

Dari kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sosok sahabat Umar bin Khattab RA adalah sahabat yang baik dengan mengingatkan Rasulullah SAW yang mungkin tidak tepat dalam bersikap.

Pun Umar bin Khattab berkata, “Orang yang paling kusukai adalah yang menunjukkan kesalahanku.”

Jangan keliru atau mudah tersinggung ketika sahabatmu suatu saat bersikap kontra padamu. Misalnya, di saat banyak orang yang menghujani pujian padamu, dia mengingatkanmu untuk tetap rendah hati. Bukan, bukan karena ia iri. Tapi boleh jadi karena ia takut pujian-pujian itu akan melenakanmu.

Sahabat sejati mungkin saja akan memarahimu habis-habisan ketika kamu berbuat salah. Tapi tanpa sepengatahuanmu, ia adalah orang yang paling sibuk mengklarifikasi atau membelamu, ketika orang-orang sibuk menjelekkan atau membicarakan keburukanmu di belakangmu.

Hmmm, sebagian kita mungkin juga tahu kisah dalam film ‘Lord of The Ring’ kan? Bagaimana persahabatan Frodo dengan ketiga hobbits lainnya. Salah satunya tentang Sam yang berusaha mengingatkan Frodo bahwa sosok Smeagol adalah makhluk jahat yang akan mencelakai mereka? Namun, karena difitnah oleh Smeagol, Frodo akhirnya lebih mempercayai Smeagol ketimbang sahabatnya; Sam. Dan ketika Frodo merasakan sendiri bagaimana kejahatan Smeagol, barulah dia menyesali keputusannya terhadap Sam. Frodo baru menyadari, harusnya dia percaya pada sahabatnya sendiri, bukan pada Smeagol yang baru dikenalnya.

Jika kamu sudah menemukan sahabat yang seperti itu, jagalah ia baik-baik. Jangan biarkan persahabatan kalian dipisahkan setan karena keegoisan masing-masing. Karena mencari satu orang sahabat setia, jauh lebih sulit dibandingkan menemukan seratus musuh!

Wallahu A’lam bisshowab.

Bekasi, 21 Dzulqoidah 1437H