Pentingnya Menjaga Sikap Kepada Orang Lain

0
1553
pentingnya menjaga sikap

Oleh : Newisha Alifa

Selalu terngiang di benak saya, statement salah seorang teman baik yang sudah meninggal. “Kita berbuat baik sama siapa aja, karena kita nggak tahu suatu saat ketika susah, siapa yang bantu kita.”

Mungkin sebagian orang akan bilang, “Ngapain berharap sama sesama manusia? Berharap bantuan itu cuma sama Allah!”

Bener, sih. Emang cuma Allah tempat kita berlindung, bergantung, apalagi mengharapkan bantuan. Tapi jangan lupa, dalam Islam ada dua jenis hubungan. Satu Hablumminallah, satunya lagi Habluminannas. Pernah baca nggak, kisah seorang wanita ahli ibadah, rajin shalat malam, tapi justru jadi penghuni neraka karena sikapnya suka menyakiti orang sekitarnya?

Kita nggak bisa maksain orang lain untuk nyaman sama kita. Pun sama halnya nggak bisa maksain diri untuk bisa akrab sama orang-orang tertentu. Wajar. Sangat wajar. Jangankan yang negatif sama positif. Kadang, sesama orang baik aja bisa nggak sependapat dan saling nggak akur.

Meski begitu, usahakan sebisa mungkin, jangan sampai kita yang mulai duluan menabuh genderang perangnya. Apalagi kalau cuma sebatas sreg nggak sreg. Nggak dirugikan baik secara langsung maupun tidak langsung, jangan sengaja membentangkan medan perang. Apalagi kalau kita mengaku sebagai orang Islam yang tahu bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Sangat tidak pantas bersikap demikian.

Saat ini kita boleh jadi menyepelekan, membenci, hingga memfitnah orang lain karena dianggapnya di bawah level kita. Terlalu yakin, bahwasanya kita nggak akan membutuhkan bantuannya. Hei! Memang jalan hidup, kita yang mengatur? Kan tidak! Mana tahu suatu saat Allah mengondisikan, bahwa orang yang paling kita benci justru jadi satu-satunya perantara pertolongan-Nya dalam kesulitan yang kita hadapi.

Ini bukan kisah sinetron atau film yang terkadang berlebihan. Tapi ini tentang fakta yang sering terjadi di kehidupan nyata sehari-hari. Maka dari itu, jagalah sikap kepada sesama, demi untuk mengundang ridha Allah.

Jangan pernah sedikit pun terlintas untuk memulai suatu konflik. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kasih sayang dan kedamaian. Kalaupun perang dalam makna harfiah itu diperbolehkan dalam Islam, tentu ada syarat dan ketentuan berlaku. Misalnya, karena memang kita yang diserang duluan oleh musuh. Bukan main-main alasannya; menegakkan agama Allah di muka bumi! Bukan karena sentimen pribadi atau iri dengki semata.

Jagalah sikap kita kepada orang-orang sekitar kita, karena berakhlak baik adalah salah satu ciri, bahwa kita sudah memahami ajaran Islam dengan baik.

Wallahu A’lam bishawab

21 Ramadhan 1437H