Rahasia Di Balik Anjuran Memadamkan Lampu Saat Tidur

0
404
tidur dalam gelap

Oleh: Aannisah Fauzaania

Setiap orang butuh tidur, tentu saja. Beberapa jam dalam satu harinya seseorang harus beristirahat agar tetap dapat menjalankan kegiatan dengan prima pada keesokan harinya. Tidur merupakan salah satu aktifitas manusia yang sangat penting. Ini merupakan sistem tubuh yang telah terkonsep secara alami agar mayoritas organ dalam tubuh manusia dapat beristirahat setelah seharian bekerja keras menopang aktivitas, dan kesibukan pada siang hari.

Waktu tidur manusia yang seharusnya ialah 10-11 jam untuk anak-anak, dan 6-7 jam untuk orang dewasa. Kembali pada siklusnya, semakin bertambah umur waktu tidur seseorang pun akan semakin berkurang.

Di era yang telah modern kini, dengan semakin kompleksnya permasalahan dan kegiatan yang harus diselesaikan, banyak orang yang menyepelekan waktu tidur secara normal. Terkadang kita sering menemukan seseorang yang lebih banyak beraktifitas saat malam dan tidur saat siang hari. Atau dalam kasus lain ada juga yang dengan sengaja melambatkan waktu tidurnya dengan begadang saat malam hari. kelihatannya ini bukanlah hal yang begitu penting, namun tanpa kita sadari ternyata perubahan porsi dan sistem tidur tersebut juga akan berpengaruh banyak terhadap kesehatan tubuh.

Setiap orang tentu akan tidur. Namun apabila kita telusuri secara ilmiah, akan ada tidur yang berkualitas. Beberapa paramedis menyebut tidur yang berkualitas akan membawa dampak baik pula bagi kesehatan tubuhnya untuk melakukan aktivitas lain. Lalu bagaimanakah tidur yang berkualitas?

Salah satu opsi yang dapat kita pilih ialah mematikan lampu saat tidur. Ya, tidur dalam keaadaan gelap ternyata memberi respon positif terhadap tubuh manusia. Keadaan gelap dan tenang memberi lebih banyak rasa nyaman pada tubuh sehingga dapat tidur lebih pulas. Dalam Islam, ilmu dan pernyataan ini telah ada sejak beberapa abad lampau, ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa sebaiknya kita memang memadamkan lampu ketika tidur.

Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wasallam juga bersabda: Apabila kalian tidur, maka padamkanlah lampu-lampu kalian. Sebab, setan-setan berkeliaran seperti tikus dan menabrak (lampu-lampu kalian) sehingga kalian terbakar. [HR Ibnu Hibban]

Dalam hadits lain disebutkan,

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ

“Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. Al Bukhari)

Sedangkan jika ditilik dari sisi medis, tidur dalam keadaan gelap ternyata juga memiliki beberapa manfaat. Manfaat yang paling utama tentu saja untuk mengembalikan energi tubuh. Saat kita tidur, tubuh seperti sedang melakukan proses re-charge atau pengisian ulang agar pada saat bangun aktifitas lain yang kita laksanakan bisa lebih berkualitas karena ditopang oleh tubuh yang prima dan fikiran yang jernih.

Selain untuk mengembalikan energi, tidur juga merupakan waktu yang bermakna bagi sebagian sistem tubuh untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Misalnya pada pembentukan eritrosit atau sel darah merah. Eritrosit hanya dapat diproduksi dengan baik selama kita tidur. Jadi apabila seseorang memiliki masalah dengan jam tidurnya, maka pembentukan eritrosit juga akan terganggu dan dapat menimbulkan kekurangan darah bagi orang tersebut. Jika tidur dalam gelap membuat tubuh bisa lebih rileks, maka proses pembentukan eritrosit pun akan semakin optimal dan berkualitas.

Pada sisi lain, tidur dalam gelap juga berpengaruh terhadap proses produksi hormon melatonin. Hormon melatonin merupakan hormon yang mengatur regulasi fungsi biologis tubuh. Beberapa penyakit bisa berubah status menjadi nonaktif jika hormon ini diproduksi. Misalnya penyakit yang berdampak berat seperti kanker prostat atau kanker payudara.

Hormon melatonin dihasilkan kelenjar pineal dalam hipofisis otak. Biasanya, kelenjar pineal akan memproduksi serotonin pada siang hari dan melatonin pada malam hari. Namun hormon melatonin ini memiliki kekhususan tersendiri sehingga jumlah produksinya seringkali kekurangan. Waktu produksi dari hormon ini sangat berlainan dengan beberapa hormon lain yang ada di dalam tubuh manusia. Biasanya pada pukul 02:00 sampai dengan 04:00 dini hari baru bisa berproduksi sebanyak banyaknya.

Hormon melatonin sangat sensitif pada cahaya. Itulah mengapa hormon ini hanya diproduksi pada malam hari. Ketika seorang manusia tidur nyenyak dalam keadaam gelap, tanpa cahaya sedikitpun, saat itulah tubuh berada dalam kondisi yang benar-benar nonaktif. pada kondisi itu hormon ini baru dapat diproduksi secara optimal oleh kelenjar pineal.

Namun proses ini dapat berhenti secara tiba-tiba apabila ada sedikit saja cahaya yang masuk atau menyinari. Sehingga apabila kita tidur dalam keadaan terang, produksi hormon melatonin akan dihentikan tubuh dan secara langsung regulasi tubuh akan terganggu, pertahanan imun kita juga akan berkurang.

Laporan dari ohio state university, medical centre menyatakan bahwa tidur dalam keadaan terang atau lampu menyala dapat menyebabkan perubahan sejumlah struktur otak dan menimbulkan depresi atau perasaan tak nyaman bagi jiwa.

Sejumlah penelitian berikutnya semakin memperkuat temuan Joan Robert. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics menemukan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur dapat memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

MasyaaAllah, ternyata anjuran memadamkan lampu saat tidur seperti yang dinyatakan Rasulullah memiliki begitu banyak manfaat bagi tubuh kita. Selain memberi faedah yang baik, dengan memadamkan lampu saat tidur, kita juga telah dapat membantu bumi agar tak terlalu panas dengan menghemat listrik.

Pada akhirnya, semoga tulisan ini bisa menyelipkan makna berharga untuk sahabat semua. Mari padamkan lampu saat tidur:)

Palembang, 12 Juni 2016.