5 Golongan Orang yang Berpuasa Tapi Tidak Dapat Pahala

0
1005
puasa yang sia-sia
Tadarus

Oleh : Ova Yanti

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan betapa banyak orang yang shalat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja.” (HR An- Nasai)

Dalil di atas seharusnya menjadi peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari di bulan Ramadhan, agar kita tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tapi tidak mendapat pahala. Peringatan berikutnya adalah lafadz doa jibril yang mendoakan keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapati ampunan dari Allah SWT.

Diriwayatkan dalam hadits, “Dari Abu Hurairah : Rasullulah SAW naik mimbar lalu bersabda : “ amin, amin, amin.” Para sahabat bertanya “kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?“

Kemudian beliau bersabda “Baru saja Jibril berkata padaku, Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan, maka kukatakan ‘amin’, kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orangtuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk surga karena tidak berbakti kepada mereka berdua, maka aku berkata ‘amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu, maka kukatakan, ‘amin. “ (HR. Ibnu khuzaimah dishahihkan oleh Albani).

Naudzubillah mindzalik. Ibarat dalam pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam Ramadhan sudah merupakan musibah luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dari Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW yang mulia. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.

Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa mendapat celaka yang sedemikian buruk. Setidaknya ada lima golongan orang berpuasa namun merugi dan sia-sia.

1.Berpuasa tapi tidak shalat

Orang yang berpuasa, menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari, sementara ibadah shalatnya tidak ada. Maka ibadah puasa nilainya nihil. Bukankah shalat merupakan tiang agama? Semua amal ibadah tanpa shalat adalah kesia-siaan belaka.

2.Berpuasa tapi tidak ikhlas

Sabda Rasulullah “innamal a’maalu binniyaat. (sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ) “( HR Muttafaqi Alaih)

Maka berpuasa tidak ada keikhlasan ibarat surat perjanjian tanpa stempel dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia-sia begitu saja.

3.Puasa tapi tidak berilmu

Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak, maka mereka menjalani puasa tanpa aturan yang benar. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah.

Dari Ibnu Abbas , Rasulullah SAW bersabda :
“ Seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti setan daripada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) .” (HR Ibnu Majah).

Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputar puasa. Mari terus membaca , mengkaji dan bertanya agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna.

4.Puasa tapi sering berdusta

Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam himbauan Rasulullah SAW berkaitan dengan masalah ini. “Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya. “ (HR Bukhari)

Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya. Maka mereka menodai siang hari Ramadan dengan lisan yang tak terjaga dari berbohong, ghibah, marah, dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

5.Puasa tapi bermalas-malasan

Rasulullah SAW bersabda tentang bulan mulia ini “(bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga , ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu . dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah . Wahai pencari kejahatan, berhentilah. ( demikian ) sampai berakhirnya Ramadan. ( HR Ahmad )

Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula berusaha untuk bersedekah, memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa. Atau tidak pula menyempatkan diri untuk I’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan seperti berpesta saat berbuka

Itulah lima golongan orang berpuasa tapi sia-sia dalam pahala dan keutamaannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak terjerumus oleh godaan syetan yang terkutuk dan kita tidak termasuk salah satu golongan orang yang yang berpuasa tapi sia-sia. Wallahu a’lam bish showab!