Marilah Kita Menjemput Rizki

0
196
pekerja keras

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Setiap makhluk yang Allah ciptakan di dunia ini, pastinya lahir dengan tidak memiliki apa pun yang dibawanya. Lalu, atas karunia Allah dan rahmat darinya, dia mendapatkan rizki yang telah tertulis untuknya semenjak Allah memerintahkan malaikat untuk meniup ruh kepadanya.

Semua rizki yang ada pada manusia, tidak lain hanyalah dari Allah semata. Sebuah titipan untuk bekal manusia mengarungi luasnya samudera kehidupan di dunia ini.

Allah berfirman,
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan bumi?”
(QS. Fathir: 3)

Rizki yang Allah berikan kepada hamba-Nya tidaklah mengurangi sedikit pun dari apa yang Allah miliki. Karena, kekuasan Allah sangatlah luas dan tidak terukur oleh apa pun.

Allah berfirman tentang hal ini dalam sebuah hadits Qudsi,
“Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuhi permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.”

(HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari)

Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya”

(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Muassasah Ar Risalah, 1419, 2/48)

Rizki itu adalah pemberian Allah. Jadi, sudah semestinya kita hanya meminta kepada-Nya. Tiada seorang pun selain-Nya yang bisa memberikan rizki kepada segenap makhluk kecuali hanya Dia semata.

Lalu, orang yang bagaimanakah yang akan Allah beri rizki?

Orang-orang yang beriman akan diberi oleh Allah rizki dari mana saja. Bahkan, dari tempat-tempat yang tidak disangkanya. Dan hal ini, sangatlah mudah bagi Allah. Karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Selain itu, jikalau mereka mendapatkan masalah dan kesulitan, Allah akan memberikan jalan keluar baginya.

Allah berfirman,
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
(QS. Ath Tholaq: 2-3)

Allah memang telah berjanji untuk memberikan rizki bagi hamba-hambanya yang beriman serta berkeyakinan bahwa hanya Allah yang akan memberikan rizki padanya. Namun, dia harus menjemput rizki yang telah Allah sediakan untuknya.

Bertawakallah … lalu berusahalah semampumu untuk menjemput rizki itu dengan jalan-jalan halal yang syariat perbolehkan. Jauhilah jalan-jalan haram untuk menjemput rizki. Karena yang haram, tentulah menghasilkan yang haram pula. Dan pasti, keberkahan akan jauh darinya.

Rasulullah pernah bersabda tentang bertawakal dalam menjemput rizki,
“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”

(HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Hibban no. 402. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Mengapa Rasulullah mengumpamakan para penjemput rizki dengan seekor burung?
Sebagaimana kita ketahui, burung selalu keluar dari sangkarnya sejak pagi buta, dan kembali saat senja menjelang. Seekor burung tak akan berpangku tangan di sarangnya menanti rizki datang. Tapi, ia terbang untuk berusaha menjemputnya.

Maka, jemputlah rizkimu … ^^

***

Bandung, 13 Juni 2016