Mahkota Cahaya Untuk Ayah Bunda

0
261
wisuda tahfidz

Oleh : Alya Adzkya

Sahabat, pernahkah kita merasa putus asa saat menghapal Al Qur’an? Merasa apa yang kita ulang dan hapalkan tak kunjung melekat dalam hati dan pikiran. Hingga tak terasa bulir-bulir air mata ikut membasahi pipi, juga relung hati.

Langkah kita dalam menghapal tak selamanya mulus. Pasti ada kerikil-kerikil ujian yang menerpa. Berat atau ringannya suatu ujian tidak diukur dari besar atau kecilnya ujian itu. Tapi diukur dari perjuangan menghadapinya. Seberat apapun sebuah ujian pasti akan terasa ringan apabila diperjuangkan.

Lalu, bagaimana dengan hapalan yang tak kunjung lancar? Kemampuan masing-masing orang berbeda. Ada yang hanya cukup dua kali membaca, satu ayat utuh telah terlafazdkan sempurna dari lisannya. Ada pula yang membutuhkan sepuluh kali, atau bahkan seratus kali pengulangan hingga ayat yang dihapalkan bisa terucap sempurna tanpa salah. Dan, jika apa yang kita hapalkan tak kunjung lancar, haruskah menyerah begitu saja? Ibarat kita ingin memecahkan sebuah batu besar.

Pukulan pertama mungkin tak memberikan pengaruh pada batu itu. Begitu pula dengan pukulan kedua, ketiga hingga kesembilan pun hanya membuat batu tersebut sedikit retak.

Pada pukulan kesepuluh ternyata batu tersebut pecah. Jika kita menyerah di pukulan ketiga, atau kesembilan, apakah batu itu akan pecah? Tentu tidak.

Dibutuhkan usaha yang terus-menerus tanpa mengenal lelah agar kita bisa mendapatkan apa yang kita impikan.

Sahabat….

Hafizh Qur’an itu mulia, bukan hanya karena terbawa kemuliaan Al-Qur’an. Namun juga karena kesungguhan, niat dan cita-cita yang teruji. Semua perjuangannya itulah yang menjadikannya mulia. Saat kita menghapal Al-Qur’an, kita seperti sedang mempersiapkan jubah cahaya dan mahkota untuk kedua orangtua kita.

Jubah cahaya itu sedang dirajut, mahkotanya sedang diukir. Jika kita berhenti di tengah jalan, jubah dan mahkota itu takkan sempurna. Terbengkalai begitu saja.

Bukankah salah satu impian kita dalah memberikan jubah cahaya dan mahkota untuk keduanya?