Inilah Keistimewaan Sholat Rawatib

0
675
shalat rawatib

Oleh: Aannisah Fauzaania

Sholat merupakan ibadah utama bagi ummat Islam. Keutamaannya begitu besar, selain sebagai ibadah yang dihisab pertama kali kelak di yaumul akhir, sholat juga merupakan tiang penyangga keimanan seseorang dalam beragama.

Dalam Islam, kita mengenal sholat wajib itu terdiri dari lima waktu. Yaitu shalat subuh, zuhur, ashar, magrib, dan isya. Awalnya sholat wajib itu berjumlah 50 waktu, tapi akhirnya ditetapkan jumlahnya menjadi 5 waktu saja.

Lebih jelasnya silahkan baca hadits berikut :

‏قال النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ففرض الله عز وجل على أمتي خمسين صلاة فرجعت بذلك حتى مررت على ‏ ‏موسى ‏ ‏فقال ما فرض الله لك على أمتك قلت فرض خمسين صلاة قال فارجع إلى ربك فإن أمتك لا تطيق ذلك فراجعت فوضع شطرها فرجعت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏قلت وضع شطرها فقال راجع ربك فإن أمتك لا تطيق فراجعت فوضع شطرها فرجعت إليه فقال ارجع إلى ربك فإن أمتك لا تطيق ذلك فراجعته فقال هي خمس وهي خمسون لا يبدل القول لدي فرجعت إلى ‏ ‏موسى ‏ ‏فقال راجع ربك فقلت استحييت من ربي

Nabi SAW bersabda, “Allah mewajibkan atas umatku 50 shalat dan aku kembali dengan perintah itu, sampai aku melewati nabi Musa di mana dia bertanya, “Apa yang Allah wajibkan kepada umatmu?” Aku menjawab, “Allah mewajibkan 50 shalat.”Musa berkata, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa dan berkata, “Allah telah menghapuskan sepatuhnya.”

Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa.
Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah berkata, “Shalat itu lima (waktu) dan dinilai lima puluh (pahalanya) dan perkataan-Ku tidak akan berganti.” Aku kembali lagi kepada Musa.
Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu.” Namun aku berkata, “Aku sudah malu kepada tuhanku.”(HR Bukhari Muslim)

Hadits tersebut adalah hadits yang terdapat di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim. Artinya, hadits itu adalah hadits yang shahih

Sahabat Wahid News… Masing-masing shalat memiliki keutamaan yang begitu istimewa. Misalnya shalat asar memiliki keutamaan akan mendapat keuntungan akhirat yang sangat besar. Kemudian keutamaan sholat magrib dan isya, akan ditetapkan kesuciannya sebagai makhluk Allah. Kemudian keutamaan shalat subuh, jika dilaksanakan berjamaah akan diberikan pahala baginya sama seperti shalat semalam penuh.

Dalam suatu hadits disebutkan,
(عن ابْنِ عُمَرَ أَنّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنّ الّذِي تَفُوتُهُ صَلاَةُ الْعَصْرِ فَكَأَنّمَا وُتِرَ أَهْلُهُ وَمالُهُ ( سنن ابن ماجه
Dari Ibnu Umar r.a, Rasululloh SAW bersabda: “Orang yang tertinggal / tidak mengerjakan sholat Asar, maka seperti orang yang telah musnah keluarga dan hartanya.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain juga dinyatakan,
نْ عثمانَ قالَ: قالَ رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى الْعِشآءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ ( سنن الدارمى )
Dari Utsman bin Affan, Rasululloh SAW bersabda, “Orang yang sholat Isya berjama’ah seakan telah berdiri sholat separuh malam. Dan orang yang sholat Subuh berjama’ah seakan telah mengerjakan sholat semalam penuh.” (HR. Ad-Darimi)

MasyaaAllah, sesungguhnya jika kita melewati salah satu dari sholat itu sehari saja, terdapat kerugian besar yang menyertai kehidupan kita saat itu.

Maha besar Allah dengan segala kuasanya. Setelah disediakan fasilitas kebaikan untuk hamba-Nya agar dapat menghimpun ridho melalui sholat wajib, kemudian Allah menambahkan lagi fasilitas lain melalui shalat-shalat sunah yang juga memiliki banyak keutamaan. Salah satu dari shalat sunah tersebut ialah shalat rawatib. Begitu istimewanya shalat ini, namun sayangnya banyak dari kita yang belum mengetahui secara detail apa keistimewaan shalat rawatib dan mengapa menjadi sunah yang sangat dianjurkan.

Secara definisi, shalat sunah rawatib berasal daripada perkataan ‘raatib‘ yang bermaksud berterusan. Shalat Sunat Rawatib dilakukan beriringan secara berterusan sebelum dan sesudah shalat fardlu. Apabila dilakukan sebelum shalat maka disebut qobliyah, dan apabila dilakukan setelah shalat disebut ba’diyah.

Shalat rawatib terdiri dari 10 rakaat yang muakkad. Artinya merupakan sunah yang sangat dianjurkan.

Adapun rakaat-rakaat pada Shalat Sunnah Rawatib adalah sebagai berikut
Pertama, 2 atau 4 Rakaat sebelum dan sesudah Shalat Dzuhur
Kedua, 2 Rakaat setelah shalat Maghrib
Ketiga, 2 atau 4 rakaat setelah shalat Isya’
Keempat, 2 rakaat sebelum shalat Fajar (Shubuh)
Dan kelima, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar

Pada zaman Rasulullah SAW, shalat ini menjadi sunah yang begitu istimewa karena keutamaan yang Allah turunkan di dalamnya. hingga seseorang bernama Ummu Habibah pada masa itu, kala pertama kali mengerti tata cara dan manfaatnya, ia berjanji tidak akan pernah meninggalkan sunah rawatibnya

Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah SAW, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
Artinya :
Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut. (HR. Muslim)

Yang dimaksud dari 12 Raka’at yaitu 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelahnya, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah Isya’ dan 2 raka’at sebelum Fajar.

Dalam sebuah hadits juga disebutkan,
“Shalatlah dua rakaat sebelum shubuh, karena di dalamnya terdapat keistimewaan”. (HR. Ath-Thabrani) .

Di dalam riwayat lain berbunyi, Saya mendengar Rasulullah bersabda, Jangan kalian tinggalkan dua rakaat sebelum Subuh, karena di sana tersimpan banyak rahasia. Tak pernah ditinggalkan orang-orang hebat Imam Malik mendapat kabar bahwa Ibnu Umar pernah meninggalkan dua rakaat sunat fajar, kemudian ia mengqadhanya setelah matahari terbit. (Malik) Siapa yang menjaga Qobliyah Ba’diyah Dzuhur Allah mengharamkan api neraka buatnya. Ummi Habibah rodhiyallahu ‘anha berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda : Allah SWT pasti mengharamkan api neraka bagi orang yang menjaga empat rakaat sebelum dan setelah Dzuhur. (HR. Ahmad).

Qobliyah Dzuhur adalah saat pintu langit sedang dibuka, Rasulullah senang sekali bila amal shalehnya diangkat pada saat terbaik itu. Abdullah bin as-Saib meriwayatkan, Rasulullah pernah shalat empat rakaat setelah matahari tergelincir sebelum Dzuhur, kemudian beliau bersabda : Saat ini pintu langit sedang dibuka, aku lebih suka agar amal salehku diangkat pada saat itu. (HR. At-Tirmidzi).

MasyaaAllah, begitu istimewanya shalat sunah rawatib, hingga yang menjalankannya dijanjikan Allah akan jauh dari panasnya api neraka, dan akan dibangunkan istana di syurga. masyaaAllah, betapa baiknya Allah memberi banyak jalan untuk mendapat ridhoNya di hal-hal yang sebenarnya masih selalu dapat kita jangkau. Sahabat, semoga kita selalu istiqomah menjadi ummatNya yang tak bosan belajar, dan semoga segera menjalankan shalat sunah yang istimewa ini, aamiin.

Palembang, 12 juni 2016.