Inilah 3 amalan yang Paling Utama

0
981
amalan utama

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

***

Setiap amalan yang kita lakukan, selama itu adalah kebaikan maka Allah akan membalasnya pula dengan kebaikan. Baik itu dengan balasan pahala, kebaikan di dunia ataupun di akhirat kelak. Namun, tahukah dirimu, Sahabat?
Ada beberapa amalan yang lebih utama dari amalan-amalan yang lainnya?

Di sini, akan kami jelaskan tentang tiga amalan yang paling utama. Apa sajakah itu?

Amalan yang pertama adalah sholat pada waktunya. Mengapa sholat pada waktunya merupakan salah satu amalan yang paling utama?
Hal ini karena sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan sholat seakan-akan ia menjaga agamanya tetap tegak. Sedangkan jika ia meninggalkannya, maka seakan-akan ia merobohkan tiang agamanya.

Rasulullah bersabda tentang hal ini,
“Pokok (dari setiap) perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad di jalan Allah.”
(HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Selain itu, sholat juga merupakan amalan yang akan Allah hisab pertama kali saat hari kiatmat kelak. Jika seorang hamba baik sholatnya, maka baik pulalah seluruh amalannya. Akan tetapi, jika sholat seorang hamba buruk maka buruklah seluluh amalannya.

Rasulullah bersabda tentang hal ini dalam sebuah hadits.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Dalam riwayat lainnya, “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”
(HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)

Amalan yang kedua adalah berbakti pada orang tua. Allah sangatlah memerintahkan seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dalam beberapa firman-Nya.

Allah berfirman,
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
(QS. Al Isra’: 23)

Dalam ayat yang lain juga disebutkan,
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.”
(QS. An Nisa’: 36)

Berbakti kepada orang tua merupakan amalan mulia yang sangat diperintahkan dalam syariat islam. Buktinya, banyak sekali ayat tentang berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk mentauhidkan Allah. Bukankah tauhid adalah perkara akidah yang paling utama? Jadi, sudah semestinya amalan ini menjadi amalan yang utama serta diwajibkan bagi kita untuk melaksanakannya.

Bagaimanakah cara kita berbakti pada kedua orang tua?

Salah satu cara yang mudah adalah dengan berkata-kata baik pada keduanya serta tidak berkata buruk dan kasar. Larangan tentang hal ini juga ada dalam Al Quran. Dan sebagai seorang muslim, tidaklah selayaknya kita durhaka kepada orang tua yang telah mengasihi kita sedari kecil.

Selain itu, kita juga harus menaati perintah keduanya selama perintah itu adalah perintah yang tidak melanggar syariat dan juga tidak termasuk maksiat. Karena, tak ada ketaatan pada hamba dalam hal-hal yang bermaksiat pada Sang Pencipta.

Lalu, hal yang ketiga adalah jihad di jalan Allah.

Apakah jihad itu?

Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan, “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah.”
(Majmu’ Al Fatawa: 10/192-193)

Dan beliau juga menyatakan dalam ucapannya yang lain, “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.”
(Majmu’ Al Fatawa: 10/191)

Inilah makna jihad yang diungkapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, “Majmu’ Al Fatawa.”

Namun, penggunaan lafadz “jihad fi sabilillah” biasanya digunakan oleh para ulama untuk makna memerangi orang kafir.

Itulah sedikit penjelasan tentang tiga hal yang merupakan amalan yang paling utama. Sebenarnya banyak sekali amalan yang utama. Namun, ini adalah tiga buah amalan yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dalam hadits berikut.

Dari Abu Amr Asy Syaibani (yang bernama Sa’d bin Iyas), dia berkata, ‘Telah bercerita kepada saya pemilik rumah ini (dia mengisyaratkan dengan tangannya ke rumah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu), dia berkata,
‘Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, “Amal perbuatan apa yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.”
Saya bertanya, “Kemudian apa?”
Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Saya bertanya, “Kemudian apa ?”
Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.”
Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata : “Rasulullah menyampaikan ketiganya kepada saya, jika saya menambah pertanyaan tentangnya, niscaya beliau menjawabnya.”

(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Semoga kita Allah jadikan sebagai orang-orang yang bisa melaksanakan amalan-amalan utama tersebut. ^^
***
Bandung, 14 Juni 2016