Benarkah Kita Merindukan Ramadhan?

0
324
ramadhan

Oleh : Newisha Alifa

Marhaban ya Ramadan …
Jika Allah mengizinkan, maka dalam hitungan hari, kita akan tiba di bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Sebuah bulan yang di dalamnya terdapat banyak kemuliaan dibandingkan sebelas bulan lainnya. Dialah Ramadan.

Banyak umat Islam yang katanya begitu merindukan kehadirannya. Pun merasa kehilangan, menjelang kepergiannya. Apalagi di era media sosial seperti sekarang, tak sedikit dari kita yang ramai memosting atau update status, gambar juga artikel tentang keutamaan Ramadan. Tentang kerinduan dan kesukacitaan kita menyambut kehadiran bulan penuh berkah itu. Namun duhai sahabat, mari sejenak kita merenung … benarkah kita merindukan dan mengharapkan kehadirannya? Silakan tanya ke dalam hati masing-masing.

Benarkah kita begitu bahagia mengharapkan pertemuan dengan Ramadan karena ingin total beribadah di dalamnya? Atau kita senang lantaran datangnya Ramadan berarti adanya THR (Tunjangan Hari Raya)?

Sungguhkah kita ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bulan tersebut? Tapi kenapa kita malah disibukkan dengan berbagai undangan buka bersama di sana-sini? Hingga sholat magrib keteteran, sampai di rumah lewat adzan Isya dalam keadaan kelelahan. Boro-boro sempat untuk tadarusan. Inikah definisi kerinduan dari pertemuan yang nampak begitu dielu-elukan?

Duhai sahabat,
Sekali lagi, marilah kita renungkan semuanya sepenuh hati. Tengoklah sekitar kita. Siapa yang tahun lalu masih bersama kita menuju masjid untuk melaksanakan sholat Isya dan tarawih, namun hari ini mereka telah tiada. Sudah jadi almarhum dan almarhumah.

Bayangkanlah …
Jika Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir kita. Momentum terakhir untuk mengejar kemuliaan Lailatul Qadr. Masihkah antara hati, mulut dan perbuatan kita tidak singkron dalam menyikapi kehadiran bulan ini dengan sebaik-baiknya?

Semoga kita semua diberi umur untuk tiba di bulan suci Ramadan. Dan semoga kita termasuk hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan kesempatan berharga di dalamnya. Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Bekasi, 21 Sya’ban 1437H