Mensyukuri Potensi Diri

0
315
syukurilah potensimu

Oleh : Fatimah Az-Zahra

Di dunia ini masih banyak orang yang tak mensyukuri potensi mereka. Terlebih dari itu, mereka bahkan tak menyadari ada potensi luar biasa yang telah Allah anugerahkan kepada mereka. Salah satu bentuk syukur kita tak lain dengan mengetahui, memahami dan mengembangkan semaksimal mungkin potensi yang telah Allah beri melalui berbagai prestasi baik dunia maupun akhirat

Taukah kita, betapa banyak diantara kita yang berpikir bahwa kita ini biasa-biasa saja. Melakukan rutinitas kegiatan yang sama dari hari ke hari tanpa berusaha menjadikan diri ini menjadi lebih baik. Selain itu, ada juga golongan orang yang bukan sekedar tak bersyukur tetapi malah menyesali takdir. Selalu mempertanyakan kenapa begini dan kenapa begitu. Atau selalu berkata seandainya begini dan seandainya begitu tanpa ada usaha yang nyata. Padahal Allah sangat tak suka dengan kata  “seandainya” karena itu seolah menyesali takdir.

Lalu, bagaimana cara mensyukuri potensi itu? Saudaraku, mungkin ada baiknya kita belajar dari seekor katak yang hanya bersemedi di dalam tempurung akan memiliki presepsi bahwa hidup hanya sekedar dalam tempurung yang gelap dan sempit. Namun ketika dia bisa keluar dari tempurung itu, barulah dia tahu sebenarnya di luar sana masih ada dunia yang jauh lebih luas, lebih indah, lebih terang dan yang tak kalah penting bahwa di luar sana ada kehidupan yang lebih baik. Sang katak akhirnya bisa lebih bersyukur, dia bisa menemukan potensi dirinya yang selama ini terpendam. Sang katak menjadi lebih optimis dalam mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Cobalah memahami kehidupan dari sisi lain, dari sudut pandang yang lain. Cobalah memahami potensi apa yang sebenarnya kita miliki lalu bandingkan dengan mereka yang telah lebih dahulu sukses dengan tujuan sebagai motivasi. Banyak hal yang bisa kita petik dari kisah mereka yang terlebih dahulu telah sukses. Mungkin kita akan mendapati bahwa kesuksesan mereka tak datang begitu saja. Tapi berawal dari usaha mereka, keoptimisan mereka sebagaimana katak yang optimis menjalani hidup di luar tempurung. Kita juga akan mendapati mungkin hidup mereka dahulu jauh lebih buruk dari kita, tinggal di rumah yang lebih sederhana dari kita, makan dengan makanan yang jauh lebih tak enak dari kita.

Mereka berhasil bangkit, dari kemurungan menuju keceriaan, dari aktivitas yang begitu-begitu saja menjadi aktivitas yang lebih bermanfaaat. Mereka keluar dari kata tak mungkin menjadi mungkin, dari rasa yang tak berguna menjadi berguna, dari pesimis menajdi optimis. Itulah yang merubah mereka dari yang lemah menjadi kuat jiwanya hingga akhirnya banyak hal yang bisa dilakukan, banyak orang yang bisa dibantu, banyak amalan yang bisa dilaksanakan.

Sungguh Allah telah memberi jalan pada kita, memberi potensi, memberi peluang. Tinggal kita, bagaimana cara mengembangkan potensi dan mengambil setiap peluang yang ada?

Terakhir yang tak kalah penting adalah bersyukur. Bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Bersyukur untuk semua potensi yang Allah anugerahkan. Bersyukur untuk setiap peluang yang Allah hadirkan. Insya Allah, dengan bersyukur, semua menjadi lebih mudah.