Mendulang Untung Di Pasar Kaget

0
1085
Pasar Kaget
Pasar Kaget di Sekitar GOR Purwokerto

Oleh : A.Yahya Hastuti

Sebelum saya membahas tentang bisnis di pasar kaget, perlu saya jelaskan dulu maksud dari pasar kaget. Apa itu pasar kaget? Mungkin kita pernah melihat suatu tempat yang tiba-tiba berubah jadi pasar, padahal di hari-hari biasa tidak ada pasar di situ. Dan pasar tersebut ada pada hari dan waktu tertentu saja. Di tempat itu dipenuhi banyak pedagang yang menjajakan dagangannya, kemudian pembeli berdatangan, dan terjadilah transaksi di tempat itu. Itulah yang dimaksud dengan pasar kaget.

Orang menyebut pasar seperti itu sebagai pasar kaget karena kemunculannya yang “tiba-tiba”. Hanya muncul pada hari atau waktu tertentu dan juga di tempat-tempat tertentu. . Pasar kaget biasanya muncul di tempat-tempat yang sejatinya tidak difungsikan sebagai pasar, misalnya di jalanan sepanjang komplek perumahan, di perempatan jalan atau di lapangan. Pedagang yang berdagang di pasar kaget tidak semuanya merupakan pedagang asli. Saya sebut sebagai pedagang asli kalau profesinya hanya sebagai pedagang. Sebagian pedagang di pasar kaget aslinya berprofesi sebagai karyawan, guru, dan yang lainnya.

Motivasi mereka untuk berdagang di pasar kaget bermacam-macam, ada yang ‘hanya’ ingin memanfaatkan pasar kaget sebagai ajang latihan berbisnis, ada juga yang memanfaatkan sebagai tempat untuk mencari sumber penghasilan tambahan, mengisi waktu, atau bahkan untuk sekedar menguji mental. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, keberadaan pasar kaget kian menjamur. Dan akan semakin banyak jika pada momen-momen tertentu, seperti pada bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri. Barang-barang yang dijajakan di pasar kaget pun sangat variatif, ada mainanan anak-anak, makanan hingga kendaraan bermotor. Kini, pedagang di pasar kaget tidak hanya didominasi masyarakat golongan bawah, namun golongan menegah ke atas pun tidak sedikit yang menjadi pedagang dadakan di pasar kaget. Mereka menfaatkan mobil-mobil mereka sebagai tempat untuk menjajakan dagangan mereka.

Berbicara soal pendapatan dari menggelar dagangan di pasar kaget, jumlahnya beragam dan ada banyak hal yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan. Jika awal bulan, biasanya para pedagang bisa menjual banyak produk. Dan pada momen tertentu, misalnya bulan Ramadhan, maka penjualan akan meningkat sangat drastis. Penjualan akan menurun bila sudah menginjak tanggal 15 ke atas karena tanggal ini disebut tanggal tanggung bulan he…he…. Namun demikian, pendapatan di pasar kaget tidak bisa diremehkan. Hampir semua pedagang meraup untung besar. Tidak percaya? Coba saja…..
Saya yang sudah sering ngelapak di pasar kaget juga merasakan banyak sekali manfaat, antara lain :

– Melatih mental. Jika ingin mengasah mental untuk menjadi pedagang atau pebisnis atau apapun istilahnya, maka pasar kaget bisa dijadikan ajang untuk latihan. Di pasar kaget ini, beragam karakter pembeli dapat kita temui. Suatu ketika saya menjual baju bayi seharga Rp10.000 untuk tiap helai. Saat itu matahari sedang terik, punggung telapak tangan saya sampai menghitam. Namun saya tetap menyambut ramah seorang calon pembeli. Ia menawar, memilih dan memilah baju-baju tersebut hingga berserakan ke tanah. Ia juga meminta penjelasan detail mengenai baju tersebut, saya pun menjelaskan. Namun yang kemudian terjadi adalah, ia meninggalkan lapak saya begitu saja tanpa membeli sehelai baju pun. Dari sini saya banyak belajar, mental pedagang memang tidak main-main.

– Belajar di zona tidak nyaman. Bagi kita yang biasa di zona nyaman maka ketika berada di pasar kaget, seakan berada di zona yang tidak nyaman. Panas, merayu pembeli yang kadang tidak merespon, bising, untuk menjual satu produk saja memerlukan effort yang luar biasa. Jika kita ingin menjadi pedagang atau pebisnis maka harus siap dengan zona tidak nyaman ini.

– Tes kemampuan menjual. Mendirikan sebuah kios atau toko di pasar kaget dapat melatih kemampuan kita dalam menjual.

– Tes pasar atas produk kita. Produk kita dibutuhkan, diinginkan, atau diterima oleh pasar dapat kita ketahui dengan memasarkannya di pasar kaget.

– Sumber penghasilan tambahan. Banyak karyawan yang memanfaatkan waktu libur mereka untuk menjual berbagai produk di pasar kaget. Dengan kemampuan menjual yang baik maka penghasilan tambahan bisa didapat dengan mudah.

Tips dan Trik Ngelapak di Pasar Kaget

1. Pilihlah tempat yang banyak dilalui pengunjung. Jika satu pasar kaget belum terorganizir biasanya pedagang dapat memilih tempat sesuka hati. Jika memang seperti ini maka datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat yang strategis.

2. Lapak harus dapat menarik pengunjung. Kita dapat menggunakan tenda yang berwarna mencolok. Bila perlu tenda tersebut harus berbeda dari tenda-tenda lain.

3. Bila perlu, kita bisa menggunakan pengeras suara untuk menarik minat pembeli.

4. Rajin bersuara. Kondisi pasar kaget sangat ramai dan berisik maka kita harus lebih sering menawarkan produk . Jika tidak maka kita akan ‘tenggelam’ diantara suara-suara pedagang lain.

5. Menyebarkan brosur atau pamflet di sekitar lokasi pasar kaget.

6. Sebaiknya mendisplay produk sebanyak mungkin. Hal ini untuk menarik minat pembeli.

7. Jika berdagang di pasar kaget hanya sebagai sambilan, maka produk yang dijual harus menyesuaikan momen. Misalnya untuk bulan Ramadhan, jualah makanan pembuka puasa, pakaian, kurma, dan lain sebagainya.

8. Dan yang pasti, layani pembeli dengan baik atau mereka akan pindah ke lapak lain.
Sudah siap berdagang di pasar kaget?